DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON
🚛
HAPPY READING💛
.
.
.
.
.
ALL PIC BY PINTEREST
"Eugene, bawa Duke Dutchill keruangannya, sepertinya ada urusan yang harus diselesaikan disini" Felix melirik Eugene, kemudian menatap Alicia dan Terry yang berpelukan dengan tajam. Terry yang dtatap mengeluarkan keringat dingin yang begitu kentara.
Eugene tersenyum lebar. "Baiklah, apa boleh buat. Padahal aku ingin sekali melihat ini" Kekehnya.
Terry diam - diam berdecih sebal. Tanpa sadar tangannya mencengkram bahu Alicia dipelukannya. Membuat Alicia meringis tertahan.
Perlahan Eugene beranjak pergi, dibelakangnya diikuti Alaric yang menggendong sang putra yang terlelap di bahunya. Lorong - lorong kediaman Winston tidak seluas kediaman Dutchill, dengan berbelok - belok yang tampak seperti ular.
"Aku tak tahu masalah apa yang ada dikeluargamu, Tapi jangan pernah libatkan putraku ke dalamnya" Alaric tampak mendengus, tangannya mengelus surai Alvin dengan lembut. Tapi tatapan nya menatap tajam punggung Eugene dari belakang.
"Hahahaha, tenang saja. Aku bahkan tidak pernah memikirkan hal itu" Eugene berbalik, tatapan arogannya hilang, matanya melembut. Ada ekstasi ditatapan itu "Alvin yang tanpa sadar melibatkan dirinya" Tangannya terulur ingin menyentuh surai itu namun Alaric meyentaknya pelan.
Eugene terkekeh "Tenang saja paman, aku takkan melibatkannya"
"Siapa yang kau panggil paman?!"
"Haruskah ku memanggil Tuan Alaric Yang Terhormat? Sekarang aku tahu dari mana sifat menyebalkan Edward berasal" Tawa itu mengundang banyak tatapan penasaran dari para maid dan Butler yang berlalu lalang. Alaric berdecak pelan.
"Kita sampai"
Tak terasa perjalanan kini berhenti disalah satu pintu besar berwarna putih dengan ukuran yang cantik. "Aku sarankan agar paman dan Alvin menginap disini semalam, kurasa badai salju akan datang mengingat musim dingin sebentar lagi akan berakhir" Ujar Eugene, Alaric mengangguk acuh, membuka pintu itu dan menidurkan sang putra diatas kasur empuk yang berwarna krem. Menyelimutinya dan tak lupa menyalakan perapian.
"Ada yang harus ku bicarakan dengan Felix, bawa aku kepadanya" Pintanya. Eugene tampak ragu "Pak tua itu sedang memarahi putri kesayangannya, dan memerlukan beberapa menit. Paman tetap mau menemui ayahku?"
"Ya, ini begitu penting. Tak masalah aku menunggu"
"Baiklah ayo"
✧༺♥༻✧
Plak
Bunyi tamparan begitu nyaring terdengar, menghiasi ruangan yang sunyi itu. Rasa panas dan nyeri yang menjadi satu adalah rasa dominan yang dirasakan Alicia tepat dipipinya, membuat nya meringis sakit.
"Kau berbohong pada Ayah?" Felix tampak berdekap dada, pria paru baya yang tidak pernah nengayunkan tangannya kini malah menampar putri yang selalu dimanjakan.
"Apakah semua keluhan selama ini palsu? Kau berbohong pada ayah selama ini?!" Ujarannya begitu nyaring terdengar. Air mata menghiasi wajah Alicia. "Tidak... Ayah... Aku tidak bohong.. Aku tidak"
KAMU SEDANG MEMBACA
( TRANSMIGRATION) Dimensional Transmission
Fantasy[BrotherShip Story] Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya. "Gail? Apa yang terjadi?!!" "Sep...
