DT 41

14.3K 1.5K 15
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST





Alvin melangkah, menggendong tas dipunggungnya. Memasuki perpustakaan yang kini sudah di penuhi oleh banyak siswa. Setelah kompetisi, kakak dan yang lainnya memiliki urusan dengan Sir Walensky sedangkan Eugene harus melanjutkan kompetisi berpedangnya dilapangan, membuatnya bosan.

Pintu itu terbuka, aroma khas buku tua yang menenangkan dengan suasana hening yang begitu damai membuatnya menutup mata sejenak, seperti surga para introvert sepertinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pintu itu terbuka, aroma khas buku tua yang menenangkan dengan suasana hening yang begitu damai membuatnya menutup mata sejenak, seperti surga para introvert sepertinya. Langkahnya semakin mendekat mencari kursi yang kosong yang masih bisa ditempati. Matanya menjelajahi sekitar, sepertinya Dean dan Stella belum datang.

"Kau yang bernama Alvin?" Kepalanya mendongak, iris nya menyipit ketika mendapati Maribell yang berdiri didepan nya diikuti oleh segerombolan siswi lainnya, dan Lily adalah satu dari para siswi itu.

Sudah Alvin duga Lily pasti merencanakan sesuatu, melihat betapa anehnya gadis itu hari ini ia sudah memperkirakannya. Meski mulut nya ingin sekali mengumpati gadis itu tapi ia bukanlah orang bodoh yang suka bertindak gegabah, Alvin hanya meliriknya dan kembali Mengambil beberapa buku dari tasnya.

Bang

"Kau mengabaikanku?" Meja nya di dipukul dengan kencang, membuat seluruh pandangan kini mengarah padanya. Apa saat ini kesabarannya diuji?. Apapun rencana Lily bahkan tidak membuatnya takut sedikitpun.

"Tuan, Anda tidak apa - apa?" Suara otomatis Gail kembali bersuara.

"Aku tidak apa - apa"

"Tuan, bagaimana jika protagonis Wanita dan Antagonis bekerja sama untuk menghalangi Anda?"

"Kalau begitu silahkan aku tidak takut"

"Kau tidak tahu siapa aku?!" Kini Maribell menunjuk dirinya dengan nada arogan, kepalanya keatas dengan angkuh. Alvin hanya terdiam, bahkan ia terlalu malas untuk menjawabnya.

"Hey, kenapa kau diam? Maribell adalah tunangan dari Yang Mulia Putra mahkota kita, ratu Kerajaan Orion dimasa depan. Kenapa kau tidak menjawabnya?" Kini gadis Baron Snipes, salah satu sahabat Maribell yang menyaut dari samping dengan tatapan kesal.

"Itu benar, Maribell adalah ratu masa depan jika kau begitu arogan, mungkin kau akan dimasukan penjara oleh Yang Mulia Maxime, mengingat betapa besarnya cinta Maxime pada Maribell" Yang lainya ikut menambahi.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang