ARC 3 (DT 20)

9.4K 1K 12
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST


.

"Tuan alur meningkat menjadi 83%"

Senyum meningkat diwajah nya. Tentu saja ia puas dengan kerja kerasnya. Ia bahkan menikmati hidupnya seakan liburan ke suatu tempat, sangat bahagia.

Waktu bergulir begitu cepat, secepat matahari yang terbit dan tenggelam dicakrawala. Setelah kejadian itu. Clare tak lagi terlihat, Clare frustasi. Ia hidup dirumah kecilnya. Dan begitu putus asa. Bagaimana dengan nasib putrinya dan dirinya? Begitu banyak hal yang ingin ia lakukan, namun sebelum itu terwujud, ia malah ditendang dari kediaman Alison.

Tak ada lagi yang ia bisa lakukan. Maka ia hanya bisa melakukan cara bodoh dengan memberi tahu Albert secara langsung. Namun, Albert begitu sulit ditemukan. Ia mencoba meneleponnya berkali - kali. Dan puluhan teleponnya tak ada satupun yang diangkat. Maka satu - satu nya cara adalah lewat sekretaris Albert, Jack.

Ia mengirimi beberapa fakta mengenai Alvin yang bukan anak kandungnya dan berkas - berkas DNA dengan beberapa ancaman. Keluarga Alison tentu saja adalah keluarga yang banyak menarik minat masyarakat. Banyak yang ingin tau tentang keluarga yang dijuluki raksasa bisnis itu. Tapi masalahnya keluarga Alison adalah keluarga yang tertutup. Hampir tak ada gosip yang beredar mengenai keluarga itu. Jika Clare menjual berita ini ke media. Pasti ada banyak perusahaan yang ingin membelinya mahal. Terutama perusahaan saingan keluarga Alison. Tapi hal ini juga pasti akan berdampak pada si kecil.

Jack yang menatap telepon genggam itu sedikit ragu. Dan mau tak mau memberikannya pada Albert. Albert kini tengah duduk di kursi kantornya. Ia mengangkat alis bingung melihat Jack memberikan telepon genggamnya di hadapan wajahnya.

"Apa yang kau lakukan?"

"Baca saja. Mungkin itu hal penting bagimu" Mendengar jawaban Jack, pria itu tetap menerimanya. Membacanya gulir demi gulir. Keningnya berkerut semakin dalam. Alisnya terjalin dengan wajah yang sulit ditebak. Jack merasakan tubuhnya kaku. Wajah pria itu kini menatapnya tajam.

"Apa ini?"

"I--ini.... Ini-ini adalah pesan dari mantan istrimu" Ujarnya cepat.

"Kau masih mempercayai ucapan wanita itu? Lupakan. Pergi dari sini" Ia memberikan telepon itu dan melonggarkam dasi nya dengan lelah. Walau ia tidak terlihat seperti menanggapi masalah ini dengan serius. Tapi pikirannya tak bisa bohong. Ia kacau. Berkas dengan stempel rumah sakit besar tak akan berbohong.

Esoknya pria itu mengurung dirinya sendiri didalam kamarnya selama 2 hari. Hologram itu terus berkedip - kedip. Alvin memakan chip nya dengan nikmat namun matanya tetap fokus pada hologram yang ditampilkan Gail. Pantas saja beberapa hari ini ia tak melihat ayahnya.

Pria kecil itu menjilat satu persatu bumbu yang tertempel dijari nya. Kini bocah kecil itu telah tumbuh. Sudah 4 tahun berlalu. Bocah berumur 5 tahun itu kini telah menjadi bocah berumur 9 tahun yang ceria. Walau wajahnya masih memiliki lemak bayi di beberapa bagian di wajahnya. Tapi tinggi nya sedikit meningkat! Ini sebuah kemajuan!

Ini adalah dunia Pertama yang  memakan banyak waktu. Ia tahu jika sebentar lagi protagonis wanita cepat atau lambat akan kembali ke mansion dan ia sudah mengharapkannya. Ia ingin menyelesaikan misinya dengan cepat dan segera pergi ke dunia selanjutnya.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang