DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON
🚛
HAPPY READING💛
.
.
.
.
.
ALL PIC BY PINTEREST
Ini sudah ketiga kalinya seragamnya basah, pertama ketika ia berada dikamar kecil, kedua ketika dikantin dan sekarang di perjalanan kembali ke kelas. Lily mengusap air hitam yang berbau ditubuhnya matanya sedikit berkaca - kaca.
2 seragamnya sudah kotor, ini seragam milik Serra yang ia pinjam. Semua siswa dan siswi beasiswa menerima 2 masing - masing dari satu jenis seragam. Beruntungnya ia menerima nya secara gratis, tak bisa dipungkiri kain dan bandrul seragam Rexton Academy bahkan dapat membiayai kebutuhan sehari - harinya. Tapi sekarang seragam itu kotor. Lalu apa yang harus ia pakai sekarang?
"Kenapa kalian melakukan ini padaku?" Tanyanya dengan sedikit emosi.
Ketiga siswi itu menoleh dengan wajah meremehkan, senyum tersungging diwajah ketiganya. "Kau tidak tau?!!" Bentak salah satu gadis dengan rambut ikat ponytail. Lily menggeleng.
"Kau ingin tau kenapa??" Lanjut si gadis berkaca mata dengan surai panjang semampai. Lily kembali mengangguk. "Itu karena............" Ucapan itu menggantung.
"----Kau hidup" Tawa ketiganya kembali terdengar. Lily terhenyak. Seingatnya ia tak memiliki salah dengan ketiga orang didepannya. Kenapa mereka malah membuatnya seperti ini.
"Aku tidak memiliki masalah dengan kalian kenapa kalian membenciku? Apa salahku?" Lily bangkit dari duduknya menatap ketiganya dengan wajah memerah menahan tangis.
Bau cairan hitam ditubuhnya benar - benar tak sedap, ia bertanya - tanya air apa yang mereka siram padanya. Bahkan beberapa orang yang lewat atau sekedar menonton menutup hidung mereka.
"Kau memang tidak memiliki masalah dengan kami, tapi kau membuat kami marah" Ujar gadis dengan surai blonde.
Lily mengerutkan alisnya, Marah? Seingatnya ia tak pernah membuat siapapun marah si Academy ini. "Aku tidak pernah membuat siapapun marah padaku" Jelasnya. Ketiganya saling pandang dan tertawa semakin mengejek. "Oh lihatlah anak ini, begitu manis. Kau mengatakan tak pernah membuat siapapun marah? Tapi kau membuat Eugene kami marah"
"Eugene?" Lily bingung, siapa Eugene.
"Kau tidak mengenalnya?" Raut ketiga nya semakin redup ketika Lily bahkan tidak mengenal primadona mereka. "Kau tak mengenal putra Duke Winston yang menguasai wilayah timur Tanah Orion?!"
Ahhh, Lily ingat. Pemuda bersurai merah yang pernah berargumen dengannya. "Aku.... Aku tidak salah. Dia---dia yang memulainya dulu" Pembelaan itu seperti kata - kata omong kosong dihadapan mereka.
"Ahhh~~~ mengapa begitu bau. Kau mencemari udara di sini" Celetuk pemuda yang sedari tadi menonton dalam diam. Begitu banyak orang yang menonton, menatap dengan merendahkan kearahnya.
"Itu benar, aku heran kenapa para Commoner itu diterima di Academy ini, hanya membuat Academy ini penuh sesak"
"Kau benar"
"Hahahahah ucapanmu begitu kejam~~~"
"Jangan pikir ketika kau berhasil berbicara bersama mereka kau menjadi besar kepala"
KAMU SEDANG MEMBACA
( TRANSMIGRATION) Dimensional Transmission
Fantasía[BrotherShip Story] Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya. "Gail? Apa yang terjadi?!!" "Sep...
