DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON
🚛
HAPPY READING💛
.
.
.
.
.
ALL PIC BY PINTEREST
Seperti dugaannya, ada banyak hal yang berbeda dari kehidupan nya yang lalu. Lily melirik kearah bangku yang menampilkan Alvin, William dan Eugene serta Alfred yang saling bercanda ria dicaferia kelas atas. Ia mengendap - ngendap kesini, mengingat caferia lantai dua tidak menerima commoner sepertinya.
Seharusnya ia yang berada disana, seharusnya ia yang tertawa ditengah - tengah mereka. Ia mengeryit, tak mengenal bocah pendek yang sedari tadi dijahili Eugene. Ia tak ingat wajah itu. Dan ia tidak mengenalnya.
Matanya terus memperhatikan ketika keempatnya beranjak dari duduknya dan berjalan kembali ke kelas. Ia membututi diam - diam. Dapat ia lihat William dan Eugene mengantar bocah itu kekelas digedung melukis. Ia menunggu. Setelah mereka mengantar bocah itu keduanya ditambah Alfred yang kebetulan memiliki kelas berbeda beranjak pergi.
Ini saatnya, ia bergegas kearah Alvin, mencekal lengan itu. Dapat ia lihat jika bocah itu terkejut melihatnya. "Kau ikuti aku" Ujarnya, Bocah itu kikuk namun tetap menganggukkan kepalanya dan mengikutinya dari belakang.
Alvin tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, protagonis wanita tiba - tiba memanggilnya. Apalagi Gail dari setadi tidak bisa dihubungi. Bagaimana jika wanita itu berencana melakukan sesuatu yang tidak - tidak padanya? Bukannya ia takut, jelas ia adalah seorang pria tapi jelas fisiknya lebih lemah dari gadis itu, bisa dilihat dari bekas cekalan gadis itu membuat kulit pucatnya memerah samar.
Kini mereka berdua saling berhadap - hadapan dibelakang Academy, tempat sepi yang cocok untuk pembicaraan rahasia mereka. Lily menatap Alvin dngan pandangan menyelidiki. "Siapa kau?"
"Kenapa kau... Kenapa kau ada?? Aku tak mengerti, semuanya berbeda dari kehidupan ku yang lalu. A--aku tak pernah melihatmu, kau...."
Alvin hanya diam, melihat gadis itu dengan gelisah meluapkan kekesalannya, uap udara dingin terus keluar dari mulut gadis itu seiring dengan gerakan mulutnya yang berbicara menandakan udara begitu dinginnya. ada nada bingung dalam perkataan Lily yang begitu gelisah. Ia mengeryit. Ia punya pemikiran, namun ia tak berani langsung menyimpulkannya.
"Kau... Kau merubah segalanya! Aku.... Aku yang seharusnya bersama mereka. Bukan kau! Kau... Kau tak ada.. Dari awal kau tak pernah ada diantara kami.. Di kehidupan lalu ku kau tidak ada!!"
Alvin semakin takut dengan pemikirannya, dari cara gadis itu berbicara tentu saja membuatnya sedikit sadar satu hal.
"Benar, Tuan. Lily dari masa depan kembali ke masa lalu" Suara otomatis Gail yang menghilang kini muncul membenarkan pemikirannya.
"Gail"
"Ya, Tuan"
"Kau kemana saja?"
"Menyelidiki pemeran utama wanita Tuan. Sesuai perintah, Anda" Lagi dan lagi Alvin berdecak kesal.
"Jangan menghilang secara mendadak lagi!" Batinnya kesal.
"Ya, Tuan"
"Kau, kau mendengarkanku?!! Kenapa kau hanya diam! Jawab aku, sebenarnya siapa kau?" Lily terlihat berantakan, tak ada wajah pemalu biasanya, melainkan wajah melotot yang begitu menyeramkan. Rambut gadis itu berantakan. Suasana dingin Rexton Academy bahkan tidak membuat gadis yang tidak memakai syal itu bergeming.
KAMU SEDANG MEMBACA
( TRANSMIGRATION) Dimensional Transmission
Fantasia[BrotherShip Story] Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya. "Gail? Apa yang terjadi?!!" "Sep...
