DT 17

19.4K 1.6K 25
                                        

Double up !

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST


Situasi ini benar - benar tidak terduga, Alvin menegakkan tubuhnya tak nyaman, irisnya menatap papan tulis tapi fokus nya tidak kesana. Ia sebal. "Berhenti menatapku seperti itu" Gumamnya.

Duduk di satu meja dengan pemuda yang beberapa waktu lalu menghinanya, membuatnya malu adalah puncak dari segala kekesalannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Duduk di satu meja dengan pemuda yang beberapa waktu lalu menghinanya, membuatnya malu adalah puncak dari segala kekesalannya. Meja didalam kelas berjumlah 8 meja panjang, dengan masing - masing meja diisi oleh 3 kursi. Hanya ada 19 siswa, otomatis ada satu orang yang menempati satu bangku sendirian, dan sekarang bertambah menjadi 20 siswa karena kehadirannya. Tapi mengapa, mengapa ia yang harus duduk bersama pemuda situ. Hanya berdua. Pertebal.

"Aku tidak menatapmu, apakah kau merasa di tatap olehku?" Sanggah Pemuda itu.

"Tuan berhenti berkata kotor" Gail sekali lagi memperingati.

"Aku tidak berkata kotor"

"Ya, Anda Tuan"

"Makannya berhenti membaca pikiranku, Gail"

"Tidak bisa Tuan, secara otomatis ini langsung terdengar olehku"

"Jangan dengarkan kalau begitu"

"Mengapa kau diam? Apa kau terpesona oleh wajah tampanku?" Pemuda itu tersenyum miring kearahnya. Oke ia tak tahan lagi.

"Dasar----

"Alvin, Helian. Apa yang kalian obrolkan hingga kalian tidak menghiraukan penjelasanku" Suara Bu Daina mengintrupsi keduanya, Daina Sheryn Ordy. Guru barunya kini membuat keduanya-- ralat hanya Alvin seketika menegak, sedangkan pemuda yang disebut Helian itu malah masih menidurkan kepalanya dengan malas. "Tidak ada, Bu" Daina menghela napas panjang "Helian sudah kubilang beberapa kali jangan tertidur dikelas apa kau mendengarkan?"

"Hm"

"Dan untuk Alvin ini adalah hari pertamamu, jadi jangan membuat ku marah" Sambungnya.

Hancur sudah image nya, niat ingin menjadi anak baik, polos, pintar sirna karena pemuda bernama Helian itu.

"Auu, kenapa kau menginjak kaki ku?!" Suara pekikan Helian tak ia hiraukan, ia membuka bukunya nya lagi "Aku tidak sengaja" Ujarnya santai yang tentunya mendapat tatapan kesal Helian, ia cukup senang.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang