DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON
🚛
HAPPY READING💛
.
.
.
.
.
ALL PIC BY PINTEREST
Alvin menatap sekitar dengan bingung, bertanya - tanya mengapa ia dengan bodohnya mengikuti Karmiel.
"Apakah enak?" Tersadar dengan lamunan, kepala yang menunduk itu mendongak menampilkan pipi yang penuh seperti hamster, tapi raut bocah itu seperti memikirkan sesuatu. Tampak linglung. Lalu mengangguk kencang seperti anak ayam yang mematuk.
"Dari tadi kau diam saja menatap mangkuk mu, jadi aku bertanya apakah makanan nya tidak enak?"
"Uh tid--uhuk uhuk"
"Oy, bocah. Kunyah perlahan baru kau bicara" Eugene mendengus kesal, tampak terganggu. Sedangkan Cale tampak tidak memperdulikan, makan dengan riang dengan senandung pelan.
Karmiel tersenyum tipis, tipe pria lembut dengan arogansi tersembunyi. Karmiel ibaratkan Maxime kedua disini. Tipe orang seperti inilah yang lebih berbahaya dibandingkan yang lainnya.
"Dimana Renord?"
"Pergi beberapa menit lalu" Eugene mendengus kesal.
"Tuan" Suara Gail membuatnya tersentak.
"Ada apa Gail?"
"Sistem Utama eror. Anda harus lebih berhati - hati. Lebih baik dekat dengan para protagonis pria secepatnya agar tidak menimbulkan efek kupu - kupu yang memicu kegagalan misi"
Ia juga maunya seperti itu! Tapi lihatlah keadaannya sekarang, jika ia keluar ia hanya akan mati
Karmiel masih memperhatikan bocah yang termenung itu, sesekali bibir kecilnya akan mengerucut atau terkadang dahi si kecil akan mengerut seperti memikirkan sesuatu. Namun pipi itu tetap mengunyah dengan gerakan pelan.
"Sudah hampir pukul 11 malam. Gerbang dinding akan dibuka setidaknya kita harus menyimpan poin selagi masih diluar" Jelas Karmiel singkat.
Perburuan Mutan diadakan 2 hari. Dan ini sudah satu hari berlalu. Tapi Alvin merasa frustasi, Jujur ia tak cocok berada disini. Melihat jam tangannya yang hanya menampilkan "0 POINT" Semakin membuatnya sedih. Jangankan membunuh Mutan, ia saja tak mampu menjaga diri sendiri! Bibir itu kebawah, tampak begitu murung. Eugene meliriknya sekilas. "Ada apa dengan wajah itu?" Tanyanya.
"Uh tidak. Tidak apa - apa" Alvin kembali menatap makanannya dan memakannya seolah tidak terjadi apa - apa.
"Berapa pointmu?" Kini Cale yang diam menyaut, wajah nya polos, tapi mengisyaratkan keingin-tahuan. Bocah itu memiliki tinggi sepertinya tapi Cale lebih tinggi beberapa cm darinya. Jika Cale kecil maka dirinya adalah kerdil😑
"Ak--u wohh" tangan Cale langsung menarik lengannya kencang, catat. Kekuatan Cale juga lebih besar sibandingkannya, membuatnya semakin pundung. Cale menatap jam tangan dilengannya sekilas dan matanya melirik terkejut "Kau belom mendapatkan satupun mutan??" Seolah - olah kata yang diucapkan adalah sesuatu yang aneh.
Hey, aku bukan monster sepertimu!
Satu mutan dihadiahi 5 point tapi justru 5 point inilah bisa membeli daging, dan pakaian distrik E. Itu juga adalah sebuah kemewahan.
"Kau ingin aku ajari? Hem???" Cale mendekat, "Aku akan menjarimu membunuh mutan! Aku tahu bagaimana harus mengirisnya dan membuatnya kehilangan banyak dar--"
KAMU SEDANG MEMBACA
( TRANSMIGRATION) Dimensional Transmission
Fantasi[BrotherShip Story] Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya. "Gail? Apa yang terjadi?!!" "Sep...
