[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Angin berhembus dari arah Utara, menggoyangkan dedaunan disekitarnya. Langit dihiasi warna jingga yang lembut, menciptakan suasana yang tenang dan damai.
Pemuda yang sedang berbaring diatas gedung paling tinggi membuka matanya perlahan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Iris ambernya lebih terang tidak seperti biasanya, terdapat rona emas dan tembaga menyerupai batu permata yang membuatnya semakin indah. Sepertinya pemuda itu bangun dari mimpi yang begitu panjang, tapi anehnya tak satupun mimpi yang pemuda itu ingat.
"Ada apa?"
Pemuda yang baru membuka matanya melirik kesamping, disana tampak karmiel yang sedang duduk sembari menyeruput teh nya dengan gerakan pelan. Seluruh ruangan dipenuhi harum teh Gyokuro yang mahal dan berkualitas tinggi. Pelaku yang ditanya tak menjawab malah menatapnya heran "Kau disini sudah lama?"
"Hem, dari semenjak kau menggeram dalam tidurmu" senyumnya simpul. Ronert mendelik "Enyahlah" dan kembali membaringkan tubuhnya disofa. Karmiel tertawa kecil sebagai respon.
"Tak kusangka waktunya akan tiba. Perburuan mutan akan diadakan besok" ujarnya tiba - tiba.
"Apa kami akan ikut keluar dinding kali ini!?" Cale tiba - tiba keluar dengan pipi yang penuh dengan kue.
"Sejak kapan kau disana?" Karmiel menatap heran Cale yang keluar dari bawah meja. Pemuda pendek itu hanya tersenyum lebar dengan menampakkan gigi- gigi kecilnya, dan memutari Karmiel dengan antusias. "Miel~~ kami akan keluar dinding kan?!" Ujarnya dengan nada yang bersemangat.