[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
Warn 🚨 Adegan bloody. Harap bijaklah dalam membaca.
.
.
.
Suara gemuruh terdengar begitu kencang bersamaan dengan itu bagian atas rumah hancur berkeping - keping, sebuah kepala muncul dari atas, itu adalah Cyclops raksasa berkata satu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cyclops adalah makhluk dalam mitologi Yunani yang bertubuh raksasa dan memiliki satu mata. Tangan Cyclops itu masuk kedalam rumah seperti meraba - raba.
"Tuan, sembunyi!" Gail memperingati dari dalam pikirannya. Alvin otomatis langsung berlari karah bawah tempat tidur dengan panik, menutupi tubuh kecilnya disempitnya ruang.
"Tidak!!! Lepaskan. Lepaskan aku sialan!!!!" Dapat ia dengar suara teriakan Ellen dari balik sini.
"Kuperintahkan kau untuk lepaskan aku, hey..... Tidak.. Lepaskan aku!!!" Sihir milik Ellen memang mengendalikan monster - monster itu, tapi juga tanpa sadar memperkuat monster - monster itu. Membuat sihir yang tidak seberapa itu tidak mampu mengendalikan ribuan monster yang melebihi kekuatan Ellen. Ini adalah sebabnya ada sebagian monster yang tidak bisa dikendalikan.
Splashhh
Yang bisa Alvin lihat adalah ribuan darah yang menetes dari atas lantai, dibawah tempat tidur ia menegang.
Pluk
Sebuah benda jatuh, menggelinding kearah tempat tidur. Dan barulah ia melihat apa benda itu. Itu....... Itu.... Itu adalah kepala Ellen!!!
Wajah itu terlihat terkejut dengan mata yang melotot, bagian lehernya seperti terpelintir dengan paksa membuat saluran tenggorokannya terpampang jelas. Wajah cantik gadis itu dilumuri oleh merahnya darah. Bau amis begitu kental tercium di hidungnya.
Alvin menutupi mulutnya dengan terkejut, menahan gejolak di perutnya dan Berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengeluarkan isi perutnya saat ini juga. Monster itu masih ada sini, jika ia bersuara ia akan mati. Baru beberapa menit lalu gadis itu masih berbicara dengannya namun hanya dalam sekejap mata terbunuh didepan matanya.