[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
Dengan begitu banyak kemalangan tidak membuat Clare menyerah. Ia berulang kali datang ke mansion Alison hanya untuk menemui Alvin. Ia tahu jika anak itu hanya satu - satunya cara bagi dirinya untuk kembali.
Ia ingat betapa sering ia membentak anak itu, dan terkadang mencubitnya. Tapi anak itu tetap mendekatinya dan menempel padanya seperti perangko yang membuatnya kesal. Tapi saat ini ia ingin anak itu kembali menempelinya. Memeluknya dan berkata 'ibu aku merindukanmu' sehingga Albert menimbangkan kembali untuk tidak menceraikannya. Tapi masalahnya anak itu begitu sulit di temui!!
Sudah berjam - jam ia duduk didepan gerbang hanya untuk mengamati dari luar, tapi anak itu tak kunjung keluar. Membuatnya menggertakan gigi gerahamnya kesal. Dan pada akhirnya ia hanya harus pergi dengan berat hati.
Setelah 2 hari berlalu, seperti dugaannya. Surat cerai beserta hak asuh itu datang ke rumahnya yang kecil. Tapi didalam surat jika nantinya ia bercerai, Albert tetap akan mengirim uang perbulan untuk hidupnya. Ini adalah kesepakatan bagus. Tapi wajah Clare seakan - akan enggan. Walau jumlah uang itu tak seberapa dengan konsumsi mahal nya dahulu, namun itu sudah cukup disituasinya saat ini.
Mau tak mau ia menerimanya. Menandatanginya dengan berat hati. Dan kembali memikirkan rencananya lagi.
"Tuan, Albert dan Clare sudah resmi bercerai. Rencana anda berhasil" Suara otomatis Gail membuatnya membuka matanya dengan sayu dengan senyuman di bibir nya. Namun hanya dengan penceraian tidak cukup membuat wnaita itu menyerah akan rencananya. Mungkin ia akan menggunakan putrinya dan fakta jika ia bukan darah daging Albert dimasa depan seperti diplot alur.
"Tapi untungnya wanita itu sudah tak ada disini lagi. Aku jadi tak harus melihat wajahnya setiap hari. Ini melegakan" Ujarnya senang.
.
.
.
.
Pagi ini adalah pagi yang cerah, secerah suasana hatinya yang berbunga - bunga. Ayahnya yang merasa bersalah, lebih banyak meluangkan waktu bersama nya bahkan jika Albert bekerja, pria itu juga akan membawanya ke perusahaan. Hari - hari dihiasi oleh kelengketan hubungan ayah-anak itu. Bahkan Sara menemukan kamar tuannya yang didominasi oleh warna gelap memiliki bantal kecil extra berbentuk wortel yang tidak sesuai dengan kepribadian tuannya yang dingin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.