ARC 2 (DT 15)

10.6K 1.1K 7
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

Perkembangan alur di dunia kedua terlalu terburu - buru dan selalu berputar - putar di sekitar protagonis wanita. Petualangan Ellen bersama ke empat protagonis pada dasarnya dipicu oleh kekuatan ilahi milik protagonis wanita. Dari mulai Ellen menyelamatkan Noah, menyembuhkan Theodor, mencegah kerusakan wilayah para naga dan hal - hal yang terkait tentang Helios dan Carl adalah awal mula dimulainya ketertarikan para protagonis pria pada Ellen.

Setelah serangkaian interaksi, dan beberapa perjuangan yang telah mereka lakukan disepanjang jalan membasmi Monster saat itulah perasaan protagonis pria semakin jelas. Sebenarnya Alvin hanya mencegah hal - hal yang memicu ketertarikan protagonis pria di sepanjang plot.

Namun mengapa sistem ini kembali membuat misinya bertambah sulit, setelah Gail memberitahunya mengenai Ellen yang seorang transmigrator. Ia benar - benar terkejut. Bahkan ia sampai lupa menutup mulutnya yang terbuka lebar. Ini sebabnya mengapa alur begitu cepat berkembang, ini sebabnya mengapa protagonis wanita selalu menatapnya dengan tatapan tak suka.

Ingin sekali Alvin mengumpat, memaki sistem sialannya yang parahnya adalah ia adalah orang yang membuatnya.

"Mengapa kau baru mengatakannya sekarang?" Alvin mendengus, suaranya menyiratkan rasa kesal.

"Tuan, saya baru mengetahuinya ketika Tuan pingsan" 

"Lalu dimana Ellen?" Tanyanya.

"Protagonis wanita masih di wilayah para Naga" Jawab Gail.

"Tuan, protagonis wanita juga yang mendorong Anda ke danau" Lanjutnya

Fuck

Jadi Ellen yang mendorongnya ke danau? Betapa beraninya gadis itu bermain - main dengannya?!!

Jika tak ada Carl, mungkin ia sudah mati tanpa mengetahui jika Ellen adalah orang dibalik hal - hal yang terjadi padanya. Ia menggertakkan giginya marah.

"Apa plot selanjutnya Gail?"

"Plot selanjutnya terkait tentang pohon kehidupan para Elf"

Alvin termangku, ini adalah plot besar yang membuat Ellen semakin menarik dimata Helios yang notabenya membenci manusia. Ahhh..... Jika ia merebut plot kali ini apakah protagonis wanita akan marah. Senyum terpantri diwajah imutnya. Ia tak sabar menantikannya.

.

.

.

.

"Sial kenapa dia masih hidup?!!"

Ellen menggertakkan giginya, tatapannya kesal dengan raut wajah yang tak bisa dijelaskan. Mengapa bocah itu masih hidup?! Jika saja bocah itu mati mungkin alur nya akan kembali seperti semua. Seharusnya ia langsung membunuhnya saat bocah itu tenggelam bukan meninggalkannya. Ia menatap kearah sungai yang langsung memantulkan wajahnya yang begitu kacau.

Jika kau tidak bertindak, dia akan mengendalikan semua hal yang akan menjadi milikmu.

Sebuah suara kembali terdengar dipikirannya, namun anehnya Ellen tidak terkejut ia malah tersenyum.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang