ARC 3 (DT 12)

16.4K 1.3K 212
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

Seorang lelaki tua itu duduk sendirian di aula yang ramai, terlihat begitu tenang dan hanya melirik kerumunan dengan datar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang lelaki tua itu duduk sendirian di aula yang ramai, terlihat begitu tenang dan hanya melirik kerumunan dengan datar. Pria itu adalah Gilbert. Gilbert terlihat seperti berusia lebih dari 60 an, tulangnya masih sehat dan dia mengenakan sepasang jas hitam yang terlihat gagah. Duduk di kursi besar dengan keterdiaman. Menunjukkan kewibawaan.

"Ayah" Kepalanya menoleh, mendapati wajah Albert yang menggendong seorang bocah kecil yang memberontak lembut di pelukannya. Matanya melirik acuh. Ia sudah meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak tergoda melihat cucu nya yang tak pernah ia perhatikan ini.

"Dimana istrimu?" Liriknya dengan nada yang tak senang. Albert melirik kebelakang dan berucap dengan singkat "Masih dimobil" Tanpa memperdulikan wajah pria tua yang mendengus tak sabar.

Gilbert hidup dikeluarga yang terpelajar, dan tak pernah berperilaku miring yang bahkan melanggar norma. Dan Clare ini jelas jelas adalah wanita luar yang tak tahu seluk beluknya, yang membuatnya benar - benar tidak puas. Jelas bahwa wanita ini datang dengan pemberitahuan hamil ke kediamannya, dan tiba - tiba meminta pertanggungjawaban. Gilbert telah hidup menemui banyak jenis orang. Dan tipe wanita seperti Clare adalah wanita yang mementingkan dirinya sendiri.

"Huh bahkan wanita itu tidak memberi salam kepadaku" Sungutnya.

"Ayah, turunkan aku~~" Suara manis yang penuh vitalitas itu membuat Gilbert menoleh.

"Sayang jangan bergerak atau kau akan jatuh" Dan tambah terkejut ketika mendengar nada putra keduanya yang selalu acuh kini terdengar lembut. Mata pria tua itu jelas penasaran, tapi membuang wajahnya ke sembarang arah untuk menutupinya.

Perlahan Albert menurunkan Alvin, pria tua itu menoleh sedikit. Dapat ia lihat jika bocah itu menggerakkan mata bundarnya dan Menatapnya. Alvin melihat pria tua didepannya, dan kemudian tersenyum lebar. Didalam alur plot, pria tua ini tidak terlalu memperdulikan atau tidak terlalu membencinya tapi ketika kenyataannya terbongkar, pria tua ini pingsan karena shock.

Gilbert tak terlalu berkesan di dalam alur plot, tapi jika Alvin bisa membawanya ke sisinya. Pasti akan sangat menguntungkan dirinya dimasa depan. Sebuah rencana terjalin di otaknya. Membuat Gail tidak berdaya dengan upaya tuannya yang begitu licik.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang