ARC 3 (DT 27)

8.9K 951 17
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

Pagi ini berbeda dari pagi sebelumnya, karena pagi ini suhu udara tiba - tiba menurun membuat udara terasa lebih dingin dari biasanya. Satu butir salju turun dan mencair ke tanah disertai oleh butiran yang lainnya.

Ini menandakan jika musim dingin akan segera dimulai.

Jika mendengar kata musim dingin, tak lengkap rasanya jika tanpa adanya salju

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jika mendengar kata musim dingin, tak lengkap rasanya jika tanpa adanya salju. Kristal es yang membeku dengan kilauan putih yang begitu indah. Perlahan seluruh jalanan nantinya akan dihiasi oleh putihnya salju yang menumpuk dan mengeras karena dingin nya cuaca.

Alvin paling membenci musim ini, bocah itu menggenggam sarung tangannya erat. Pipinya berwarna merah dengan syal berwarna krem dilehernya.

Jika kebanyakan orang menyukai musim ini karena kenyamanan. Tapi dia membenci musim ini karena beberapa alasan.

Di dunia aslinya, tubuhnya sangat rentan oleh dingin.  Itu mengapa disaat anak - anak yang lain bermain salju didepan rumahnya dia hanya melihatnya dari jendela. Tapi sekarang berbeda, walau tubuh didunia ini masih sama lemahnya, tapi ia masih bisa menahannya.

Tapi tetap saja dingin ini begitu menusuk membuatnya tak nyaman.

Ia memandangi dirinya didepan kaca. Seragam sekolah, tas, topi, dan sarung tangan, semuanya lengkap. Senyum terukir dibibirnya.

"Alvin apakah kau sudah siap?" Dari balik pintu, kepala Brandon menyembul dari samping. Albert memiliki rencana mendadak pagi ini. Dan dari semua kakak nya hanya Brandon lah yang memiliki banyak waktu luang untuk mengantarnya.

"Kakak aku sudah siap!" Ujarnya sembari mengangguk dengan semangat.

"Baiklah, ayo kita berangkat" Tubuhnya diangkat kedalam gendongan. Lorong - lorong mansion lebih hening dibandingkan sebelumnya. Karena beberapa tukang kebun dan pelayan yang membersihkan halaman cuti selama musim dingin berlangsung.

"Aku melupakan sesuatu...." Brandon menghentikan langkahnya, "--dimana Bella?" Tanyanya.

Secara khusus hari ini ia menjadi supir pribadi dua bocah yang ingin ke sekolah. Tak hanya bangun pagi tidak sesuai kepribadiannya. Ia juga akan mengurusi kegiatan keduanya selama Albert berada di kantor. Ia tak keberatan, sungguh. Malah senang. Sudah lama sejak terakhir ia menghabiskan waktunya dengan si kecil.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang