DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON
🚛
HAPPY READING💛
.
.
.
.
.
ALL PIC BY PINTEREST
.
"Akk.. Akkk. Akkkk... Hisss"
Suara monster memenuhi ruangan, goncangan demi goncangan membuat tanah bergetar dengan suara retakan.
Bam
Lagi dan lagi, ia harus menutup telinga nya untuk mengalihkan perhatiannya. Ia duduk bersandar didada bidang Arthur, menatap kearah pintu kayu yang tertutup dengan waspada.
Bam... Bam... Ctass.
"Carl sialan mengapa kau tidak mengalihkan perhatiannya!!!"
"Tanyakan pada dirimu yang seenak jidat menyerang bagian kepalanya!"
"Sial!"
Teriakan Theodor dan Carl dapat ia dengar dari sini, mata bulatnya memandang Arthur dan Helios bergantian. Namun, hanya tatapan acuh seolah tidak perduli dikedua mata pemuda itu. Kini ia beralih menatap Noah yang tersenyum kepadanya. "Apa kau masih takut?" Tanyanya, ia menggeleng. Bangkit perlahan dan lebih memilih duduk disamping Noah yang bersandar diatas kasur.
"Tak ada yang perlu ditakutkan" Gumam pemuda itu pelan. Ia mengangguk kecil, tatapannya semakin sayu, matanya sedikit bengkak, hidungnya memerah dengan pipi yang bersemu. Dahi putih itu basah oleh keringat. Ia menguap, terlalu banyak menangis membuatnya mengantuk. Tapi sepertinya rasa kantuknya harus menunggu setidaknya hingga pertarungan itu berakhir.
"Arthur..... Bisakah.... Bisakah aku duduk disampingnya?" Kini seluruh perhatian teralihkan pada sosok Ellen yang memegang ujung gaun nya dengan gugup, wajah kecil itu juga tampak pucat dengan garis lelah yang begitu kentara. Tak dipungkiri wajah itu membuat sebagian orang ingin melindungi gadis itu.
"Tentu saja, bagaimana aku bisa menolaknya" Ujar Arthur menepuk bagian sisi nya. Ellen yang berdiri dibelakang Helios kini berjalan kearah Arthur dengan rona merah di pipinya. "Apa kau juga takut?" Tanya Arthur. Ellen mengangguk dengan ragu, wajah kecil itu tampak tertekan dangan kerutan lelah.
"Semuanya nampaknya mengkhawatirkan-Nya. Jadi aku berusaha menahan rasa takut ku" Ujarnya pelan dengan berbisik. Mata itu melirik kearah Alvin yang duduk dengan tenang. Helios diam - diam memutar mata jengah.
"Apa kau juga ingin diperhatikan?" Helios berujar santai. Ellen berbalik menatap Helios, "Tidak.... Bukan seperti itu maksud ku" Kepalanya menunduk dalam.
Alvin mengumpat dalam hati, ingin sekali ia mengacak - ngacak wajah itu. Tapi ini bukanlah waktu yang tepat, Kini tatapannya teralihkan. Tempat tidur yang ditempati Noah berdekatan dengan jendela yang tertutupi tirai. Hanya sedikit tersingkap menampakkan pemandangan Carl dan Theodor yang sedang bertarung begitu gesit. Ia mengintip.
"Theodor awas bodoh!!" Dari sini ia dapat melihat Theodor yang menebaskan pisau panjangnya memotong kepala ular itu satu persatu dengan gerakan yang begitu cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
( TRANSMIGRATION) Dimensional Transmission
Fantasy[BrotherShip Story] Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya. "Gail? Apa yang terjadi?!!" "Sep...
