ARC 3 (DT 2)

11.7K 1.2K 25
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

.








Musim gugur datang lebih cepat dari biasanya, daun maple disudut mansion berguguran dan menghiasi mansion besar itu dengan warna keemasan yang indah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Musim gugur datang lebih cepat dari biasanya, daun maple disudut mansion berguguran dan menghiasi mansion besar itu dengan warna keemasan yang indah. Saat musim gugur datang, dedaunan akan berubah warna, udara lebih segar dan angin terus berhembus seakan berlomba - lomba untuk menggugurkan daun maple yang sudah berada diujung ranting. Tak ada yang lebih indah dari pada musim gugur.

✧༺♥༻✧

Disebuah mansion mewah bergaya Eropa, sebuah langkah kaki terdengar menggema, seorang pria datang dari pintu besar itu, sepatu boots militer nya begitu apik terpasang dikaki nya, tubuhnya dilapisi jas militer membuatnya terlihat gagah. Wajahnya sedikit tan, tapi tidak terlalu hitam ditambah Otot - otot jenjang itu seakan menggambarkan keras nya hidup di tentara.

"Tsk" Wajahnya tidak enak dipandang, membuat beberapa Maid dan Butler yang menundukkan kepalanya menahan napas kaku, Tuan kedua sudah lama pergi untuk tugas beberapa tahun lalu, dan baru saja kembali. Tapi sepertinya suasana hati sang Tuan sangat tidak baik.

"Ambilkan aku air" Ujarnya dengan nada rendah. Duduk diatas sofa dengan kaki yang disilangkan, alis pedang yang mengkerut, dengan wajah arogan yang tak pernah lepas dari wajah tampannya. pria itu membuat suasana dengan cepat berubah ke titik beku. Mata nya selalu menyipit tajam memandang sekitar, mungkin sudah terbiasa melakukan hal seperti ini ketika ia berada di kemiliteran.

Tapi sekarang ia sedang kesal, pria tua itu tiba - tiba saja sakit, dan meneleponnya untuk meneruskan perusahaan bersama saudaranya. Membuatnya yang sudah nyaman dengan hidupnya harus pensiun dini dengan terpaksa.

"Sial" Umpatnya sekali lagi. Padahal Ia memilih menjadi prajurit untuk menghindari hal merepotkan seperti ini.

"Ini, Tuan" Seorang pelayan wanita menyerahkan segelas air kearahnya, ia mengambilnya dan meneguknya kasar, jakunnya berguling seiring dengan tegukannya.

"Dimana Sara?" Tanyanya singkat. Pelayan itu sedikit bergetar mendengar nada magnetis sang Tuan dan menjawabnya dengan gugup. "Di--di kamar Tuan muda, Tuan"

Alisnya berkerut bingung, mencoba memahami perkataan wanita itu. Tuan muda??

Ahh ..... ia lupa.

Kekehan rendah terdengar dari bibirnya, matanya menatap kearah pelayan yang sudah gemetar dengan datar, tak ada emosi yang berarti didalam hatinya. Bahkan ia lupa jika selama ini ia memiliki istri dan anak di mansion ini. Bukannya tidak menganggap mereka. Awal dari segalanya bahkan dimulai dengan kebetulan. Ini adalah kejadian beberapa tahun lalu yang di akibatkan oleh kecelakaan. Saat cuti militernya, ia memilih untuk menghabiskan waktunya di bar. Dan berakhir tidak sadar.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang