[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
Dibawah sinar bulan. Di antara gelapnya malam yang begitu sunyi dan mematikan, Suara Derap langkah kaki terdengar diikuti oleh teriakan dan tangisan yang menggelegar di kesunyian, yang menambah kegelisahan banyak orang.
Suara tangis yang semakin lama teredam diikuti oleh suara mengunyah yang aneh dikejauhan. Perlahan suara itu semakin keras, membuat tubuh mati rasa, yang secara bertahab diikuti oleh bau darah yang menjijikkan.
Jelas itu adalah sebuah bayangan dari kejauhan, namun jika dilihat dari dekat itu adalah seekor mutan variasi yang begitu menyeramkan, bagian atasnya adalah kepala manusia namun dibawahnya adalah tubuh laba - laba. Capit ditangannya begitu besar, memegang kepala manusia yang hanya menyisakan setengahnya dan menggerogotinya dengan tenang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pemandangan yang begitu berdarah, mewarnai tanah dengan warna merah meriah yang begitu menakutkan.
"Tidak! Ahhh tolong aku! tolong aku!!"
"Sial! Pergi!! Jangan mendekat!pergi dari sini!"
"Akhhh... Tolong!!"
Sekumpulan hunter menyebar, berlari tak tentu arah. Pemandangan yang sangat kacau. Serangga mutasi lebih besar berkali - kali lipat dari bentuk aslinya. Dan rupa mereka sangat menakutkan menyerupai humanoid.
Mereka duduk seperti manusia. Namun seperti manusia yang tidak memiliki tulang, kaki - kaki mereka merenggang lebih tinggi membentuk bilah pisau untuk memotong mangsanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Diantara sekumpulan mutan, manusia terlihat seperti seekor semut yang tidak berdaya, wajah - wajah bangga para hunter kini lenyap, hanya ada kengerian dan ketakutan diwajah mereka. Hanya beberapa pemuda yang masih kokoh berdiri menatap kengerian itu dengan diam.