DT 12

21.5K 1.7K 11
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST




"Tuan"

"Hn"

"Alurnya naik menjadi 39%" Suara elektronik Gail terdengar.

"Ahh, begitukah?"

"Ya, Tuan"

"Oh"

Gail jengah, ia mulai kesal bahkan ia mempertanyakan emosinya ini, ragu jika ia robot atau bukan. "Tuan seriuslah sedikit" Alvin bangkit dari tidurnya. "Sudah sampai mana alurnya?"

"Ini bagian ketika Josh melakukan misi di perbatasan utara"

Ahh ia lupa, ini adalah salah satu titik plot penting. Kakak keduanya, Josh akan melakukan misi dari Kerajaan untuk menyelidiki penyuludupan perdagangan di perbatasan utara yang nantinya akan berakhir mengenaskan. Josh, yang saat itu sedang dalam perjalanan tidak tahu jika sang kusir telah diganti oleh musuh dan kereta kudanya masuk kedalam jurang dipinggir ibu kota.

Kematian Josh membuat Edward sedih ini lah plot dimana Lily menenangkan emosi Edward, menghiburnya yang membuat gadis yang tak pernah masuk kedalam mata pemuda itu membuat kesan yang lumayan berarti di saat - saat Edward diposisi paling rendah. Dan ia mulai menceritakan sang kakak yang telah wafat karena jatuh kejurang pada gadis yang bahkan bukan siapa - siapanya.

Jika ia bisa mencegah kematian Josh, ini seperti membunuh dua burung dalam satu batu. Ia juga bisa mencegah perasaan Edward untuk jatuh cinta pada Lily. Ia turun dari kasur nya dengan susah payah. "Dimana Josh?" Tanyanya pada Gail.

"Saat ini Josh sedang melakukan rapat diruang kerjanya bersama tim nya"

Josh tahun ini berumur 22 tahun ia adalah salah satu kapten prajurit di Kerajaan Orion yang memimpin pasukan kecil miliknya. Walau pasukan miliknya lebih sedikit dibandingkan kapten tim lainnya namun kekuatan nya tidak bisa diremehkan. Berbeda dengan Dedrick, pria berumur 25 tahun itu kini sudah belajar untuk mewarisi tittle Duke Dutchill dimasa depan, jadi saat ini ia tengah belajar menangani  berkas - berkas penting yang tentu saja diawasi langsung oleh Alaric selaku ArcDuke saat ini.

Ia berlari dilorong - lorong mansion, tidak menghiraukan teriakan Mary yang menyuruhnya untuk tidak berlari. Dan segera menuju kebagian barat Archduchy, pintu kayu besar yang menjulang tinggi itu langsung didorong oleh tangan kecilnya, membuat orang - orang yang berada di dalam mengalihkan pandangannya kearah pintu. Siapa yang berani - beraninya mengganggu diskusi penting seperti ini, orang itu pasti memiliki keinginan untuk mati.

Namun tatapan tajam mereka kini berganti bingung setelah mengetahui jika yang masuk adalah bocah pendek yang begitu imut.

Alvin tidak menghiraukan pandangan beberapa orang yang menatap heran atas kehadirannya. Josh menatap sang adik yang menghampirinya dengan alis terangkat. Wajah dinginnya kini berganti dengan tatapan teduh, Alvin yang memiliki tubuh pendek mencengram ujung baju milik Josh tanpa berbicara apapun. "Ada apa? Bukankah kau demam?" Tanyanya dengan nada bicara yang lembut.

Alvin tidak menjawab, jujur ia malas menjawab pertanyaan sang kakak, matanya hanya menatap Josh. "Ada apa? Apakah kau lapar? Ingin makan?" Tanya sang kakak lagi yang hanya mendapatkan gelengan dari sang adik.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang