ARC 4 (DT 1)

9.1K 1K 132
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

🍃

Suara sayup kerumunan semakin padat, tubuhnya terhimpit diantara mereka yang panik. Tak hanya tubuhnya yang sakit tapi kepala, dan telinga nya juga ikut berdengung karena banyak nya jeritan ketakutan.

Suara sirine tak kunjung berhenti. Membuat mereka yang tak tahu harus lari kemana semakin panik.

"Dimana petugas Federasi?!!! Dimana mereka?! Mengapa mereka tak muncul juga??!!!" Seseorang berteriak begitu keras, itu adalah pria paru baya yang menabraknya beberapa menit lalu.

"Apa--apa mereka akan membiarkan kita mati?!!" Sahut wanita yang memeluk putri nya dengan gemetar.

"Aku tak mau mati!!!" Disambung oleh teriakan seorang pemuda kuyu nan kurus dari ujung kerumunan.

Dan sautan - sautan ketakutan yang lainnya juga semakin kencang terdengar, seakan - akan ini adalah hari terakhir mereka bisa hidup.

"Kalian tenang lah. Jika kita ribut. Para mutan itu akan mendengarnya" Salah satu pemuda yang lebih tenang dari lainnya berujar dengan bisikan.

Tak ada yang lebih menakutkan dari pada melihat mutan itu memakan manusia hidup - hidup. Tak ada yang ingin mati, mereka akhirnya diam dengan sisa ketakutan diwajah mereka.

Boom!!!!

Dari kejauhan sebuah kilat kemerahan bersinar dari langit, seperti halilintar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dari kejauhan sebuah kilat kemerahan bersinar dari langit, seperti halilintar.

Lalu tiba - tiba dari sela dinding sebuah mata besar muncul begitu menakutkan di hadapan semua orang.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang