[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
"TUTUP GERBANGNYA!!!!!" Teriakan menggelegar terdengar kencang dari dalam dinding.
"Apa kau gila?!! Masih banyak orang diluar sana!"
"TUTUP GERBANGNYA!!"
"TAPI PARA HUNTER BELUM SEMUANYA MASUK!"
"KAMI HANYA PRAJURIT, TUGAS KAMI HANYA MEMATUHI PERINTAH DARI ATAS!"
"Ta--tapi mereka semua akan mati!" Bisik seseorang.
"KAMI BUKAN ORANG MEMUTUSKAN SIAPA YANG MATI ATAU YANG HIDUP!"
"MUTAN SUDAH MENDEKAT!"
"TEMBAKK!!!!"
DUARRR
Sebuah mercusuar melesak....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langit dipenuhi oleh warna merah api yang begitu terang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seekor mutan melengking kesakitan, cairan hijau hangus dalam beberapa jam. Tapi ada yang aneh, beberapa mutan memiliki kulit mengkilap seperti besi, mendekati pintu dinding sedikit demi sedikit. Gigi - gigi tajam itu mengeluarkan darah dengan bau yang busuk.
"Kita tamat, kita tamat!"
"Tak ada waktu!! TUTUP GERBANGNYA!!!" Kedua algojo menarik katrol besi dengan keringat dingin.
"Tarik !!!!!!"
Kikkkkkkkkkk
.
.
.
.
Sebuah kekuatan mengerikan bergetar diudara. Memompa atmosfer menjadi jauh lebih berat. Awan membentuk sebuah putaran badai yang menakutkan. Begitu gelap. Seakan malam datang tiba - tiba. Edward membentuk sebuah perisai besar dari sebuah petir. Mengurung beberapa mutan dan membakarnya dari dalam. Mutan - mutan itu melengking kesakitan.