ARC 4 (DT 17)

2.9K 463 72
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

"TUTUP GERBANGNYA!!!!!" Teriakan menggelegar terdengar kencang dari dalam dinding.

"Apa kau gila?!! Masih banyak orang diluar sana!"

"TUTUP GERBANGNYA!!"

"TAPI PARA HUNTER BELUM SEMUANYA MASUK!"

"KAMI HANYA PRAJURIT, TUGAS KAMI HANYA MEMATUHI PERINTAH DARI ATAS!"

"Ta--tapi mereka semua akan mati!" Bisik seseorang.

"KAMI BUKAN ORANG MEMUTUSKAN SIAPA YANG MATI ATAU YANG HIDUP!"

"MUTAN SUDAH MENDEKAT!"

"TEMBAKK!!!!"

DUARRR

Sebuah mercusuar melesak....

Langit dipenuhi oleh warna merah api yang begitu terang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langit dipenuhi oleh warna merah api yang begitu terang.

Seekor mutan melengking kesakitan, cairan hijau hangus dalam beberapa jam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seekor mutan melengking kesakitan, cairan hijau hangus dalam beberapa jam. Tapi ada yang aneh, beberapa mutan memiliki kulit mengkilap seperti besi, mendekati pintu dinding sedikit demi sedikit. Gigi - gigi tajam itu mengeluarkan darah dengan bau yang busuk.

"Kita tamat, kita tamat!"

"Tak ada waktu!! TUTUP GERBANGNYA!!!" Kedua algojo menarik katrol besi dengan keringat dingin.

"Tarik !!!!!!"

Kikkkkkkkkkk

.

.

.

.

Sebuah kekuatan mengerikan bergetar diudara. Memompa atmosfer menjadi jauh lebih berat. Awan membentuk sebuah putaran badai yang menakutkan. Begitu gelap. Seakan malam datang tiba - tiba.
Edward membentuk sebuah perisai besar dari sebuah petir. Mengurung beberapa mutan dan membakarnya dari dalam. Mutan - mutan itu melengking kesakitan.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang