[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
Malamnya, ketika suasana kediaman Alison tengah sepi, Bella diam - diam mengendap ke kekamar Alvin. Walau ia merasa tak perlu khawatir, tetap saja ia takut jika anak itu akan membocorkannya pada Albert.
Dengan langkah kecil, Ia menatap penuh kebencian pada anak yang tengah tertidur pulas dengan memeluk bantal wortel favoritnya.
"Tuan, protagonis wanita ada di kamar Anda" Suara otomatis Gail terdengar samar - samar. Alvin hanya terdiam, berpura-pura menutup matanya dengan pulas.
"Hey bangun, bangun" Bella berbisik kecil, menggoyangkan tubuh anak itu pelan.
Merasakan ketidaknyamanan anak itu melenguh. "Bangun... Alvin" Dan kemudian terbangun. Mengucek matanya pelan, anak itu kemudian menatap sang pelaku yang membuatnya terbangun dari tidur nyenyaknya dengan sayu.
Namun ketika iris itu mendapati Bella didepannya. Bocah itu ketakutan. Kepalanya bergerak dengan gelisah. Ini membuat Bella paham jika anak itu mungkin tahu jika ia terlibat ketika anak itu tenggelam.
"Dengarkan aku!" Ia berbisik tajam.
"Jangan pernah mengatakan nya pada ayah. Kalau kau mengatakannya ayah pasti akan membelaku dan mengusirmu dari sini. Kau paham?!'"
Anak itu menatap Bella bingung, dan bertanya dengan suara kecil "Kenapa?"
"Itu karena aku putri kandungnya! Pasti ia akan memilihku dibandingkan kau. Kau akan di buang dan dijual jika kau membongkar ku"
"Tapi... Tapi ayah bilang. Ayah menyayangiku" Anak itu ketakutan tapi masih begitu lembut berbicara. Bella mendengus kasar.
"Ayahku juga menyayangiku, rasa sayangnya padaku lebih besar dari pada rasa sayangnya padamu. Jika aku tahu kau mengatakannya pada ayah. Ayah pasti akan membelaku"
Anak itu menunduk dan berbicara dengan panik "kalau begitu... Kalau begitu.. Aku takkan mengatakannya. Bella aku takkan mengatakannya" Melihat bagaimana anak itu ketakutan hanya karena kata penuh kebohongan, Bella tersenyum senang. Benar saja, membujuk anak kecil begitu mudah.
"Bagus kalau kau tahu" Melihat gadis itu pergi, sudut bibir Alvin melengkung dengan lebar. Protagonis wanita benar - benar orang yang licik. Bagaimana bisa gadis itu datang dan mengacamnya secara terang - terangan? Hahahahah. Ini menarik.
.
.
.
.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.