[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disuatu tempat yang jauh dari wilayah Netral, tepatnya diwilayah kegelapan, Pohon Elementhe bergetar pelan. Udara jatuh ke titik beku, tanah bergetar pelan, Namun anehnya geraman mutan terdengar saling bersautan seperti panggilan.
Srak
"Ma--kan"
Srak
"Laa---par"
.
.
.
"Habisi!!!"
"Jaga mereka, aku akan membunuhnya!!"
Situasi grup phantom tak jauh berbeda, kondisinya tak cukup kondusif. Raon berdiri dengan napas yang tersengal - senggal, keringat sudah menyelimuti dahinya, sepanjang mata memandang hanya ada darah hitam yang mengental dan bau tak sedap. Tak lupa teriakan yang terdengar dari waktu ke waktu seperti lagu latar belakang yang senantiasa diputar berulang - ulang.
"Tidak!!!"
"Apa yang kau lakukan!!"
"Bunuh mutan itu!"
Trang.
"Bodoh!"
"Tidak jangan makan aku!!"
Seperti sebuah Pembantaian.
Raon memutar pisau yang sudah dipenuhi darah hitam. Daging - daging berceceran entah daging monster atau manusia, semuanya bercampur satu.
"Mutan itu datang lagi?!"
"Yang benar saja!!" Beberapa orang mengelap keringat dengan lelah. Mutan itu datang silih berganti. Tak ada habisnya. Tenaga mereka sudah diujung tanduk begitupula grup phantom yang memimpin.
"Ini jelas tidak normal!" Salah dari mereka berkata histeris. Satu lengannya sudah putus, darah mengucur deras dari luka yang menganga lebar. Wajahnya pucat pasi tanda kekurangan darah. Sudah dipastikan orang itu akan mati dalam beberapa jam kedepan.
"Lawan terus! Hunter seperti kita tidak pantas mengeluh! Habisi mutan sialan itu. Pembantaian ini adalah tanda perjuangan kalian!!" Raon berteriak kencang. Kembali mengayunkan pisaunya keudara dan muncul banyak pisau lainnya menancap disalah satu mutan yang menyergap.