Pagi semua "Aulia menyapa dengan sangat ceria
Pagi "jawab Putri, Meli dan Nia
Rara mana? "tanya Aulia
Belum datang "jawab Putri malas. Sebenarnya mereka bertiga sedang was-was menunggu kedatangan Rara dan Gunawan. Mereka takut keduanya terlibat perang dingin
Aulia hanya ber oh ria dan ikut duduk di samping Nia. Tak lama penampakkan Rara terlihat, tapi mereka mengerutkan dahi karena Rara berjalan sendiri.
Sendirian Ra? "Aulia langsung bertanya ketika Rara sudah dekat
Iya, Gunnya dipanggil sama ketua ekskulnya "jawaban Rara membuat Putri, Meli dan Nia tersenyum miring, karena mereka tahu arti pertanyaan Aulia
Wajah Aulia berubah kesal, ia segera meninggalkan Rara dan yang lain menuju kelas.
Syukurin "umpat Nia
Husttt... jangan kenceng-kenceng Ni "ucap Rara membuat Putri berdiri dan menghampirinya
Wih ini beneran Rara "Putri menggoyang-goyangkan badan Rara
Put apaan sih "protes Rara
Seorang Rara sejulid ini, diajarin siapa Neng? "Putri memajukan wajahnya tepat dihadapan Rara
Put ih "Rara mendorong tubuh Putri ke belakang
Ikut kata hati, biar tidak menyakiti diri sendiri dan berakhir menyesal "ucap Rara lantang
Suka deh "Meli mengajak tos Rara diikuti Nia dan Putri
Bel tanda jam pelajaran dimulai berbunyi, mereka berpisah menuju kelasnya masing-masing. Mood Aulia menjadi kurang baik sejak mendengar jawaban Rara tadi, bukan itu yang dia harapkan. Aulia mengeluarkan buku dan peralatan belajar dengan hentakan-hentakan yang membuat Dian risih.
Aul kenapa sih, masih pagi udah badmood aja "kesal Dian
Gimana gak kesel apa yang diharapkan gak sesuai ekspektasi "ketus Aulia
Jangan lampiasin ke akulah "sarkas Dian
Suruh siapa kamu jadi temen sebangku aku "tantang Aulia
Heh kalian pagi-pagi udah berantem aja "Putri samar-samar mendengar perdebatan mereka
Si Aulia nih gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba marah-marah ke aku "Dian menunjuk dengan dagunya
Aulia tidak menanggapi hanya mendelik Putri dan Dian saja.
Ngeselin emang tu anak "adu Putri pada Rara
Biarin aja "sahut Rara
Tak lama Pak Ahmad memasuki kelas, di jam pertama ini mereka sudah mendapat jadwal pelajaran matematika. Banyak yang kurang menyukai mata pelajaran ini tapi untungnya cara mengajar Pak Ahmad ini cukup menyenangkan.
Saya ingin mengetahui pemahaman kalian tentang bab yang kemarin kalian pelajari sendiri "ucap Pak Ahmad, kemudian beliau memberikan beberapa soal untuk dikerjakan
Oke kita mulai ya, saya akan panggil perwakilan dari tiap baris ya, kerjakan soal yang ada di papan tulis "lanjut Pak Ahmad dan di kelas ini tersusun atas empat barisan meja siswa
Ketentuannya kalau jawabannya salah tidak diperbolehkan duduk sampai jawabannya benar "kemudian Pak Ahmad memanggil satu persatu siswanya
Hari, Faul, Aulia dan Novi menjadi perwakilan pertama untuk maju. Dari ketiganya hanya Aulia yang jawabannya salah dan tentu saja membuat dia diam di tempat.
Kamu pasti bisa soal berikutnya Aul "bisik Hari menyemangati tapi Aulia tidak suka
Apasih "gerutu Aulia dengan muka cemberut karena ia merasa sangat malu pada Gunawan
Wisnu, Cita dan Lina menjadi perwakilan selanjutnya.
Aul tuh kemarin kan ngerjain sama Gunawan ya, masa dia gak bisa sih "ucap Dian kepada Putri dan Rara
Kayaknya kemarin dia nyontek doang deh, bukan diskusi "jawab Putri malas
Mungkin emang soal tadi dia gak paham, semoga yang kali ini Aul bisa "sahut Rara
Semoga deh "ucap Dian dan Putri berbarengan
Dan betul saja kali ini Aulia bisa mengerjakan soal dengan jawaban yang benar. Hari memberikan dua jempol tangannya untuk Aulia tapi senyuman manis malah Aulia berikan untuk Gunawan.
Ganjen banget sih temen kamu Ra "cibir Putri dan Rara hanya mengangkat kedua bahunya
Randi, Dara, Rara dan Gunawan menjadi perwakilan selanjutnya membuat Aulia menjadi panas hati. Apalagi melihat Gunawan dan Rara berdiri bersebelahan dihadapannya.
Kenapa gak tadi aja aja sih Gunawan majunya "kesal Aulia
Kan yang milih Pak Ahmad "sahut Dian, Putri yang mendengarkan menjadi semakin tak suka dengan sikap Aulia
Gunawan dan Rara bisa menyelesaikan soal sebelum waktunya habis.
Gimana teman-teman, jawaban mereka betul semua kah? "tanya Pak Ahmad
Soalnya aja gak ngerti pak harus pake rumus yang mana "celetuk Adi
Betul pak "yang lain ikut menimpali
Memang rumusnya ada di sub selanjutnya, sengaja bapak memberikan soal ini ingin mengetes kalian, apakah dirumah belajar atau hanya menunggu dari bapak "ucap Pak Ahmad dan semua terdiam
Oke bapak cek jawaban dari teman kalian "kemudian Pak Ahmad mengecek satu persatu soal yang beliau berikan
Gunawan benar "ucap Pak Ahmad setelah melihat hasil dan tentu saja mendapat tepuk tangan dari teman-temannya
Rara juga benar "lanjut Pak Ahmad dan tepuk tangan kali ini lebih heboh karena dengan reflek Gunawan dan Rara melakukan tos. Hanya Aulia yang tidak bertepuk tangan, hatinya semakin panas saat ini
Syukurin "umpat Putri pelan tepat dibelakang kepala Aulia
Pak Ahmad mempersilahkan keempatnya kembali ke kursinya masing-masing. Kemudian melanjutkan pelajaran sampai waktu istirahat tiba.
Aul makan apa hari ini? "tanya Rara tulus
Aku mau sama Rena "jawab Aulia dengan muka culasnya kemudian dengan cepat keluar dari bangkunya
Dih tuh anak kenapa "heran Putri
Kesambet kali ya Put "sahut Dian polos
Tak lama keadaan kelas menjadi kosong, siswa-siswa sudah berhamburan mencari makan untuk mengisi perutnya. Setelah puas mengisi perut mereka akan kembali ke kelasnya untuk menerima pelajaran selanjutnya.
Nanti pulang sekolah aku kumpul pramuka dulu ya yank "ucap Gunawan
Tadi ngomongin itu sama kakak ketua? "tanya Rara, saat ini mereka sedang duduk di koridor depan kelas sambil menunggu jam istirahat selesai
Iya dan .... "Gunawan sedikit ragu meneruskan ucapannya
Dan apa yank? "tanya Rara penasaran
Aku diminta jadi kandidat untuk ketua pramuka tahun ini "ucap Gunawan lemah
Ya bagus "walaupun Rara tersenyum tapi Gunawan tahu itu terpaksa
Nanti aku pulang sama pak supir "tambah Rara dengan segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi supirnya
Maaf gak bisa nganter "sesal Gunawan tapi Rara hanya mengangguk tanpa menoleh
Aku janji gak akan jadi ketua walaupun menjadi kandidat "ucap Gunawan dengan sangat yakin dan pastinya ingin menenangkan Rara
Jangan janji kayak gitu, manusia hanya bisa berencana "sahut Rara datar
Iya aku tahu, bantu do'a ya "ucap Gunawan lembut
Mana ada berdo'a yang jelek-jelek "ketus Rara
Aku gak minta kamu berdo'a yang jelek sayang, do'ain yang terbaik maksudnya "ucap Gunawan gemas sambil menahan tawanya
Iya "hanya itu jawaban Rara
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetap Menunggu
RomanceJodoh memang rahasia Tuhan. Tapi Tuhan juga mengharuskan kita untuk berikhtiar dan menjemput jodoh itu. Berdoa adalah satu-satunya cara untuk merayu Tuhan agar jodoh itu datang.
