Part 28

79 6 1
                                        

Pagi semua "Aulia menyapa dengan sangat ceria

Pagi "jawab Putri, Meli dan Nia

Rara mana? "tanya Aulia

Belum datang "jawab Putri malas. Sebenarnya mereka bertiga sedang was-was menunggu kedatangan Rara dan Gunawan. Mereka takut keduanya terlibat perang dingin

Aulia hanya ber oh ria dan ikut duduk di samping Nia. Tak lama penampakkan Rara terlihat, tapi mereka mengerutkan dahi karena Rara berjalan sendiri.

Sendirian Ra? "Aulia langsung bertanya ketika Rara sudah dekat

Iya, Gunnya dipanggil sama ketua ekskulnya "jawaban Rara membuat Putri, Meli dan Nia tersenyum miring, karena mereka tahu arti pertanyaan Aulia

Wajah Aulia berubah kesal, ia segera meninggalkan Rara dan yang lain menuju kelas.

Syukurin "umpat Nia

Husttt... jangan kenceng-kenceng Ni "ucap Rara membuat Putri berdiri dan menghampirinya

Wih ini beneran Rara "Putri menggoyang-goyangkan badan Rara

Put apaan sih "protes Rara

Seorang Rara sejulid ini, diajarin siapa Neng? "Putri memajukan wajahnya tepat dihadapan Rara

Put ih "Rara mendorong tubuh Putri ke belakang

Ikut kata hati, biar tidak menyakiti diri sendiri dan berakhir menyesal "ucap Rara lantang

Suka deh "Meli mengajak tos Rara diikuti Nia dan Putri

Bel tanda jam pelajaran dimulai berbunyi, mereka berpisah menuju kelasnya masing-masing. Mood Aulia menjadi kurang baik sejak mendengar jawaban Rara tadi, bukan itu yang dia harapkan. Aulia mengeluarkan buku dan peralatan belajar dengan hentakan-hentakan yang membuat Dian risih.

Aul kenapa sih, masih pagi udah badmood aja "kesal Dian

Gimana gak kesel apa yang diharapkan gak sesuai ekspektasi "ketus Aulia

Jangan lampiasin ke akulah "sarkas Dian

Suruh siapa kamu jadi temen sebangku aku "tantang Aulia

Heh kalian pagi-pagi udah berantem aja "Putri samar-samar mendengar perdebatan mereka

Si Aulia nih gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba marah-marah ke aku "Dian menunjuk dengan dagunya

Aulia tidak menanggapi hanya mendelik Putri dan Dian saja. 

Ngeselin emang tu anak "adu Putri pada Rara

Biarin aja "sahut Rara

Tak lama Pak Ahmad memasuki kelas, di jam pertama ini mereka sudah mendapat jadwal pelajaran matematika. Banyak yang kurang menyukai mata pelajaran ini tapi untungnya cara mengajar Pak Ahmad ini cukup menyenangkan.

Saya ingin mengetahui pemahaman kalian tentang bab yang kemarin kalian pelajari sendiri "ucap Pak Ahmad, kemudian beliau memberikan beberapa soal untuk dikerjakan

Oke kita mulai ya, saya akan panggil perwakilan dari tiap baris ya, kerjakan soal yang ada di papan tulis "lanjut Pak Ahmad dan di kelas ini tersusun atas empat barisan meja siswa

Ketentuannya kalau jawabannya salah tidak diperbolehkan duduk sampai jawabannya benar "kemudian Pak Ahmad memanggil satu persatu siswanya

Hari, Faul, Aulia dan Novi menjadi perwakilan pertama untuk maju. Dari ketiganya hanya Aulia yang jawabannya salah dan tentu saja membuat dia diam di tempat.

Kamu pasti bisa soal berikutnya Aul "bisik Hari menyemangati tapi Aulia tidak suka

Apasih "gerutu Aulia dengan muka cemberut karena ia merasa sangat malu pada Gunawan

Wisnu, Cita dan Lina menjadi perwakilan selanjutnya.

Aul tuh kemarin kan ngerjain sama Gunawan ya, masa dia gak bisa sih "ucap Dian kepada Putri dan Rara

Kayaknya kemarin dia nyontek doang deh, bukan diskusi "jawab Putri malas

Mungkin emang soal tadi dia gak paham, semoga yang kali ini Aul bisa "sahut Rara

Semoga deh "ucap Dian dan Putri berbarengan

Dan betul saja kali ini Aulia bisa mengerjakan soal dengan jawaban yang benar. Hari memberikan dua jempol tangannya untuk Aulia tapi senyuman manis malah Aulia berikan untuk Gunawan.

Ganjen banget sih temen kamu Ra "cibir Putri dan Rara hanya mengangkat kedua bahunya

Randi, Dara, Rara dan Gunawan menjadi perwakilan selanjutnya membuat Aulia menjadi panas hati. Apalagi melihat Gunawan dan Rara berdiri bersebelahan dihadapannya.

Kenapa gak tadi aja aja sih Gunawan majunya "kesal Aulia

Kan yang milih Pak Ahmad "sahut Dian, Putri yang mendengarkan menjadi semakin tak suka dengan sikap Aulia

Gunawan dan Rara bisa menyelesaikan soal sebelum waktunya habis.

Gimana teman-teman, jawaban mereka betul semua kah? "tanya Pak Ahmad

Soalnya aja gak ngerti pak harus pake rumus yang mana "celetuk Adi

Betul pak "yang lain ikut menimpali

Memang rumusnya ada di sub selanjutnya, sengaja bapak memberikan soal ini ingin mengetes kalian, apakah dirumah belajar atau hanya menunggu dari bapak "ucap Pak Ahmad dan semua terdiam

Oke bapak cek jawaban dari teman kalian "kemudian Pak Ahmad mengecek satu persatu soal yang beliau berikan

Gunawan benar "ucap Pak Ahmad setelah melihat hasil dan tentu saja mendapat tepuk tangan dari teman-temannya

Rara juga benar "lanjut Pak Ahmad dan tepuk tangan kali ini lebih heboh karena dengan reflek Gunawan dan Rara melakukan tos. Hanya Aulia yang tidak bertepuk tangan, hatinya semakin panas saat ini

Syukurin "umpat Putri pelan tepat dibelakang kepala Aulia

Pak Ahmad mempersilahkan keempatnya kembali ke kursinya masing-masing. Kemudian melanjutkan pelajaran sampai waktu istirahat tiba.

Aul makan apa hari ini? "tanya Rara tulus

Aku mau sama Rena "jawab Aulia dengan muka culasnya kemudian dengan cepat keluar dari bangkunya

Dih tuh anak kenapa "heran Putri

Kesambet kali ya Put "sahut Dian polos

Tak lama keadaan kelas menjadi kosong, siswa-siswa sudah berhamburan mencari makan untuk mengisi perutnya. Setelah puas mengisi perut mereka akan kembali ke kelasnya untuk menerima pelajaran selanjutnya.

Nanti pulang sekolah aku kumpul pramuka dulu ya yank "ucap Gunawan

Tadi ngomongin itu sama kakak ketua? "tanya Rara, saat ini mereka sedang duduk di koridor depan kelas sambil menunggu jam istirahat selesai

Iya dan .... "Gunawan sedikit ragu meneruskan ucapannya

Dan apa yank? "tanya Rara penasaran

Aku diminta jadi kandidat untuk ketua pramuka tahun ini "ucap Gunawan lemah

Ya bagus "walaupun Rara tersenyum tapi Gunawan tahu itu terpaksa

Nanti aku pulang sama pak supir "tambah Rara dengan segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi supirnya

Maaf gak bisa nganter "sesal Gunawan tapi Rara hanya mengangguk tanpa menoleh 

Aku janji gak akan jadi ketua walaupun menjadi kandidat "ucap Gunawan dengan sangat yakin dan pastinya ingin menenangkan Rara

Jangan janji kayak gitu, manusia hanya bisa berencana "sahut Rara datar

Iya aku tahu, bantu do'a ya "ucap Gunawan lembut

Mana ada berdo'a yang jelek-jelek "ketus Rara

Aku gak minta kamu berdo'a yang jelek sayang, do'ain yang terbaik maksudnya "ucap Gunawan gemas sambil menahan tawanya

Iya "hanya itu jawaban Rara


Tetap MenungguCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang