Jodoh memang rahasia Tuhan. Tapi Tuhan juga mengharuskan kita untuk berikhtiar dan menjemput jodoh itu. Berdoa adalah satu-satunya cara untuk merayu Tuhan agar jodoh itu datang.
Ternyata bukan hanya Gunawan yang terpilih sebagai ketua, Aulia pun terpilih menjadi ketua PMR. Hal ini membuat Aulia sedikit menjadi sombong. Dia selalu menggembor-gemborkan jabatannya saat ini, terutama kepada Rara dan Putri. Bahkan Aulia pernah mengajak Rara dan Putri berkeliling disekre PMR dan menjelaskan setiap sudut ruangannya.
Punya sahabat kok gini banget Ra, udah kayak ibu presiden aja kelakuannya "oceh Putri dan Rara hanya menanggapinya dengan senyum
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu gak dengerin penjelasan aku ya Ra? Main hp terus "tegur Aulia karena melihat Rara yang sedang sibuk membalas chat
Bentar ya Aul, ini Al nanyain aku dimana "jawab jujur Rara yang membuat Putri senang, tidak dengan Aulia yang langsung merubah mimik mukanya dan segera menarik tangan Putri untuk menuju tempat yang belum ia jelaskan. Rupanya hal itu membuat Aulia semakin dibakar api cemburu, sehingga dengan sengaja Aulia mencocokkan dirinya dengan Gunawan karena sama-sama menjadi ketua.
Ra gak takut Gunawan kepincut cewek lain? "tanya Aulia tiba-tiba
Eh... kok tanya gitu Aul? "Rara sedikit terkejut dengan pertanyaan Aulia, begitupun dengan Putri
Secara ya Ra anak-anak pramuka tuh cantik-cantik "jawab Aulia
Iya, tapi aku percaya Gunawan kok "jawab Rara lugas
Kenapa sih kamu gak mau ikut ekskul wajib Ra? Kan biar sepadan gitu sama Gunawan, apalagi kalau sama-sama ketua "ucap Aulia dengan wajah tengilnya
Maksudnya kayak kamu gitu Aul? "tanya Putri sinis
Ya bisa jadi contohnya "ucap Aulia sambil berjalan meninggalkan Putri dan Rara
Gila tuh anak "umpat Putri
Hust jangan gitu Put! Biarin aja semau-mau dia ngomong apa, yang waras gak usah nanggepin "cengir Rara
Nah ini baru aku suka Ra "ucap Putri bangga
Selain menjadi ketua pramuka, tanggungjawab Gunawan lebih besar, kegiatannya selalu ada disetiap minggunya. Rara sudah mengetahui hal ini, oleh sebabnya ia tak masalah jika waktu Gunawan banyak terbagi, itu sudah konsekuensinya. Tak jarang weekend mereka habiskan hanya lewat chat. Bahkan sesekali Gunawan akan menjadi slow respon karena harus mengikuti kegiatan osis atau pramuka.
Kamu kok gak pernah keliatan main bareng sama geng nya Rara lagi Aul? "tanya Rena teman satu organisasinya. Ia heran karena setiap wakyu istirahat Aulia selalu berada di gedung PMR ini dan tidak pernah lagi terlihat kumpul bersama Rara, Putri dan Nabila.
Males ah Ren, mending disini "jawab Aulia
Kalian lagi marahan? "tanya Rena lagi
Marahan sih enggak, lebih tepatnya aku sih yang menjauh dari mereka "jawab Aulia santai sambil memasukkan makanan ke mulutnya
Kenapa menjauh? Kalian kan sahabat "selidik Rena
Hmmmm... kayaknya sekarang udah buka lagi deh "jawaban Aulia membuat Rena dan yang Irna mengerutkan dahinya. Disana bukan hanya ada Rena dan Aulia, tapi juga ada Dian, Irna dan Fitri. Tetapi Aulia, Rena dan Irna berada sedikit berjarak dengan Dian dan Fitri. Diam-diam Dian mendengarkan obrolan mereka dengan serius walaupun sedang merekap kegiatan pmr satu minggu kebelakang. Dian tak ingin Aulia sadar kalau dirinya sedang menguping.
Ya gimana ya... Kalian bayangin aja masa sahabat gak ngertiin perasaan sahabatnya. Dari dulu selalu begitu, gak pernah mau mengalah. Udah capek aku sama sifatnya Rara "Aulia melanjutkan dengan ekspresi wajah yang kesal
Aku gak ngerti deh Aul "sahut Irna
Aku sama Rara tuh selalu menyukai laki-laki yang sama, tapi Rara selalu menang karena dia pepet terus tuh cowok tanpa mikirin perasaan aku "ucap Aulia menggebu
Termasuk Gunawan? "selidik Rena dan Aulia hanya menganggu dan menjentikkan jarinya
Menurut cerita yang beredar, bukannya mereka saling suka dari waktu SMP ya Aul "Rena yang sedikit banyak mendengar kisah Rara dan Gunawan ada rasa tidak percaya dengan Aulia
Ya memang, kalau Rara ada di jalan yang benar sih harusnya dari SMP mereka udah jadian, tapi buktinya apa, kalian pikir sendiri aja deh "ucap Aulia yang membuat Dian gregetan ingin menyangkalnya
Oh gitu ya Aul. Mungkin Gunawannya juga sukanya sama Rara "timpal Irna
Laki-laki kalau dipepet terus mah bakal ke cantol Na. Dulu tuh aku sama Rara saling konfirm kalau kita kagum sama Gunawan dan sepakat untuk bersaing sehat, bahkan kita sharing tiap mau deket Gunawan, eh tiba-tiba mereka udah deket aja tanpa sepengetahuan aku. Apa bisa yang gitu disebut sahabat? "Aulia sedikit menaikkan suaranya, terdengar kekesalan disana
Dian sudah tidak tahan mendengar Aulia mengarang cerita secara bebas, ia segera menyelesaikan tugasnya dan keluar dari sana. Hal yang pertama ingin ia lakukan adalah mencari Putri dan menceritakan semuanya apa yang barusan didengarnya.
Ra lihat Putri gak? "ternyata Dian lebih dulu bertemu Rara dan Gunawan yang sedang duduk di koridor kelas
Putri lagi ke toilet Di. Ada apa kok kamu kelihatan panik? "tanya Rara karena raut wajah panik Dian tidak bisa disembunyikan
Oh enggak, ini aku mau balikin uang Putri, tadi aku pinjam karena dompetku ketinggalan di ruang PMR "untung saja Dian punya jawaban yang masuk akal dan Rara percaya
Bel masuk berbunyi sebelum Dian sempat berbicara dengan Putri. Sampai bel pulang berbunyi tidak ada celah untuk Dian mengadu kepada Putri. Dian hanya mengirimkan pesan kepada Putri agar menyempatkan waktu untuk berbicara berdua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini tidak ada kegiatan ekskul manapun, artinya Gunawan dan Rara bisa pulang bersama. Mereka melewati siang itu dengan penuh suka cita, rasanya seperti baru pertama mengalaminya. Maklum saja, semenjak terpilih menjadi ketua pramuka, Gunawan selalu disibukkan dengan pramukanya. Bukan tidak pernah pulang bareng, tapi waktunya hanya terbatas, entah itu Gunawan hanya bisa mengantar sampai gerbang sekolah atau Gunawan mengantar Rara pulang dengan terburu-buru karena masih ditunggu di sekolah.
Mang biasa ya, 2 magkuk tanpa daun bawang dan bawang goreng "ucap Gunawan pada penjual bubur ayam
Siap dek "sahut si mamang semangat
Siang itu mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu sebelum pulang ke rumah. Tentu saja dengan seijin orangtua Rara, karena setiap kegiatan diluar sekolah pasti Rara akan meminta ijin terlebih dahulu.
Apasih lihatin terus "tanya Rara yang merasa diperhatikan sejak tadi
Kangen saat-saat kayak gini "ucap Gunawan tanpa melepaskan pandangannya
Kan mas nya yang sibuk terus "jawab Rara dengan senyum simpul
Maaf ya "sahut Gunawan lirih
Enggak perlu sayang yang penting kamunya sehat "Rara sekilas mengusap lengan Gunawan
Pasti, kan selalu ada kamu yang perhatian sama aku "giliran Gunawan yang mengusap kepala Rara