Part 94

17 3 0
                                        

Tiga hari setelah acara lamaran, Gunawan mengira hidupnya akan kembali berjalan seperti biasa. Pagi itu ia datang ke kantor seperti hari-hari lain, membawa laptop, menyapa beberapa rekan di lobby, lalu naik ke lantai tempat tim IT bekerja.

Namun begitu ia keluar dari lift, suasananya terasa sedikit berbeda. Beberapa orang terlihat berdiri di dekat area meeting room sambil berbisik-bisik. Ada juga yang tersenyum ke arahnya dengan cara yang agak mencurigakan.

Gunawan mengernyit. "Ada apa sih?" tanyanya pada salah satu rekan timnya.

Orang itu hanya tersenyum lebar. "Masuk aja dulu ke ruang meeting."

Begitu pintu dibuka, tepuk tangan langsung pecah.

Gunawan sempat berhenti di ambang pintu, benar-benar tidak menyangka melihat hampir seluruh tim IT dan beberapa manajer dari divisi lain berdiri di dalam ruangan.

Di depan ruangan berdiri Direktur Operasional perusahaan.

"Ah, akhirnya datang juga orangnya," katanya sambil tersenyum.

Gunawan masih sedikit bingung.

Direktur itu lalu melanjutkan, "Sepertinya semua orang di sini sudah tahu, kecuali kamu yang pura-pura tidak tahu."

Beberapa orang tertawa kecil.

Lalu ia mengangkat sebuah map tipis. "Mulai hari ini, perusahaan secara resmi menunjuk kamu sebagai Head of IT Governance."

Tepuk tangan kembali memenuhi ruangan. Gunawan benar-benar tidak bergerak beberapa detik. Ia memang tahu sedang dipertimbangkan untuk posisi itu, tapi tidak menyangka pengumumannya akan secepat ini.

Direktur itu berjalan mendekat dan menjabat tangannya. "Selamat datang di jajaran manajerial."

Gunawan akhirnya tersenyum lebar. "Terima kasih, Pak."

Acara kecil itu ternyata tidak berhenti di sana.

Sore harinya perusahaan mengadakan gathering kecil di restoran rooftop dekat kantor, hanya untuk tim manajemen dan beberapa orang senior.

Gunawan sempat ragu datang, tapi salah satu seniornya berkata,

"Di level manajerial, pasangan juga biasanya ikut. Jadi kalau kamu punya calon istri... bawa saja."

Kalimat itu langsung membuat Gunawan teringat seseorang.

Malam itu di restoran rooftop, suasana terasa hangat dan santai. Beberapa manajer datang bersama pasangan mereka. Ada yang membawa istri, ada juga yang membawa anak kecil yang sesekali berlari kecil di antara meja.

Lampu-lampu kota terlihat jelas dari atas. Gunawan berdiri di dekat meja minuman ketika seseorang menepuk bahunya.

"Kamu belum kenalin siapa-siapa ke kami."

Gunawan menoleh. Direktur Operasional tadi berdiri di belakangnya.

Gunawan tersenyum kecil, lalu menoleh ke arah pintu masuk restoran. Di sana, Rara baru saja berjalan masuk. Ia mengenakan dress sederhana berwarna lembut. Tidak terlalu formal, tapi cukup membuat beberapa orang yang ada di sana menoleh.

Begitu melihat Gunawan, Rara langsung tersenyum.

Gunawan berjalan mendekatinya.

"Maaf lama?" tanya Rara pelan.

"Enggak," jawab Gunawan.

Lalu ia berkata sambil menahan senyum,

"Pas banget."

Gunawan kemudian mengajak Rara mendekat ke meja tempat beberapa pimpinan perusahaan berdiri.

Semua orang menoleh.

Tetap MenungguCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang