Part 40

35 3 0
                                        

Setelah LDKS berakhir, suasana sekolah mulai kembali normal. Tetapi bagi Gunawan, perdebatannya dengan Nia kemarin menjadi peringatan besar. Dan tentu saja Faul, Ridwan juga Nia tidak akan melupakan hal itu.

Pagi itu, Rara dan Gunawan baru saja tiba di kelas ketika mereka melihat Rani berdiri di koridor. Rambutnya dikuncir rapi, wajahnya segar, dan ekspresinya terlihat terlalu ceria untuk jam segini. Begitu melihat Gunawan datang dari arah tangga, senyum Rani merekah.

Gunawaan!" seru Rani sambil melambaikan tangan. Suaranya cukup keras untuk menarik perhatian beberapa siswa lain.

Gunawan yang saat itu sedang bercanda dengan Rara kontan menoleh. "Eh, Rani. Kenapa?"

Rani berjalan mendekat sambil membawa clipboard. "Ini, aku mau balikin catatan kemarin"

Gunawan mengernyit. "Tadi pagi aku bilang taruh aja di meja OSIS, Ran."

"Oh iya ya?" Rani tertawa kecil sambil menepuk lengan Gunawan, "Maaf, aku lupa. Soalnya kamu ngomong banyak banget waktu LDKS. Sampai-sampai aku bingung mana instruksi mana curhat."

Kalimat itu diucapkan dengan nada menggoda, seolah mereka punya obrolan pribadi yang khusus. Dari tempatnya berdiri, Rara berusaha mematung. Ekspresinya datar, tapi matanya jelas menangkap setiap gerakan Rani. Rara langsung meninggalkan mereka berdua yang sepertinya asyik mengobrol.

Gunawan cepat-cepat menjauh dari Rani. "Kita cuma bahas jadwal dan evaluasi, kalau kamu lupa"

Oh?" Rani menurunkan suaranya seperti malu

Rara bisa merasakan hatinya cemburu, dan melihat jelas ada niat dari cara Rani bicara.

Putri langsung memegang lengan Rara. "Ra"

Tapi Rara hanya mengangkat kedua bahunya, ia pun tidak mengerti dan tidak tahu apa yang sudah terjadi diantara mereka. Gunawan ingin menghampiri Rara tapi bel masuk sudah berbunyi, ia harus segera menduduki kursinya. 

Di jam istirahat, Gunawan menghampiri Rara seperti biasa. Tapi suasana hati Rara belum membaik setelah kejadian tadi pagi.

Mau makan apa hari ini? "tanya Gunawan lembut, ia tahu Rara sedang merajuk

Belum ada ide "Rara bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Gunawan

Gunawan mengekor di belakang Rara dan Putri. Faul, Meli, Nia dan Ridwan juga sudah bergabung bersama. Mereka memilih mie ayam si abah lagi mengikuti selera Rara dan Putri hari ini. Selama makan tidak ada interaksi antara Rara dan Gunawan. Mereka lebih banyak mendengar cerita Ridwan dan Nia saat LDKS kemarin. Percayalah mereka sangat berhati-hati jangan sampai keceplosan menceritakan interaksi Gunawan dan Rani.

Ada waktu 10 menit lagi sampai jam istirahat berakhir. Biasanya mereka gunakan untuk bercengkrama bersama di depan koridor kelas. Tapi kali ini Rara lebih dulu memilih masuk ke dalam kelas. Gunawan segera mengikutinya, ini kesempatannya untuk berbicara dengan Rara karena nanti sepulang sekolah dirinya harus kembali mengikuti pertemuan OSIS. Sementara Putri meceritakan kejadian tadi dan akhirnya Noa juga Ridwan jujur kepada Putri.

Rara diam. Gunawan duduk di sampingnya. "Kalau ini soal Rani tadi pagi, aku "

Kalau gak mau cerita juga gak apa-apa" potong Rara, kali ini suaranya terdengar lebih tajam. "Aku agak kaget aja melihat interaksi kalian sedeket itu."

Gunawan tertegun. "Belum sempet cerita aja, kemarin waktu LDKS kita jadi tim yang harus berkordinasi, jadi memang banyak interaksi kita"

Rara menatapnya, mata beningnya penuh curiga. Tapi dia kembali diam, entah harus membahas apa, Rara juga takut salah menyangka dan takut berlebihan.

Tetap MenungguCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang