Oke karena sekarang kalian udah officialy, aku mau kasih tahu kamu Ra "ucap Putri serius
Rara, Gunawan, Putri, Ridwan, Meli, Nabila, Faul dan Nia saat ini sedang berada di rumah Putri. Sepulang sekolah tadi Putri mengajak mereka untuk berkumpul dirumahnya.
Soal apa Put? Kayak serius banget "sahut Rara yang keheranan. Gunawan juga ikut menunggu, karena ia tidak tahu apa yang akan Putri sampaikan
Ini soal Aulia "ucap Putri. Mendengar nama itu, semua memasang wajah serius siap mendengarkan yang akan Putri sampaikan.
Sebenernya Aulia itu suka sama Gunawan, Ra "walaupun Rara sudah mengira tapi tetap saja kenyataan ini membuat dadanya sesak. Gunawan segera menggenggam tangan Rara dan dibalas dengan erat
Sejak kapan Put? "tanya Rara lemah
Aku gak tahu pastinya kapan, yang aku tahu sejak kelas X "jawab Putri
Kamu tahu bil? "kali ini Rara meminta penjelasan Nabila
Tahu Ra "Nabila mengangguk
Maaf aku gak langsung kasih tahu kamu, aku takut malah jadi kacau makanya aku cerita ke Putri dulu "lanjut Nabila
Karena saat itu juga kalian berdua baru memulai komunikasi yang sempat gak baik "tambah Putri
Dan kita juga memastikan dulu Ra apa yang Aulia bilang itu bener atau gak. Tapi semakin berjalannya waktu dia malah makin gencar deketin Gunawan "lanjut Nabila
Iya Ra, mungkin kamu juga bisa ngerasainnya "Ridwan ikut berbicara kali ini
Iya sih. Sebenernya aku juga udah mulai mengira-ngira, cuma aku masih berpikir positif aja "ucap Rara datar
Kita sering ingetin dia kok Ra, tapi semakin kita larang dia semakin nekad "jelas Nabila
Pantes ya dia seneng banget bisa sekelas sama kamu "Rara menoleh pada Gunawan dan melepaskan genggamannya membuat Gunawan takut, dia tidak bereaksi apa-apa
Menurut aku sih dia cuma terobsesi aja sama Aa, Ra "timpal Meli, Rara hanya mengangkat kedua bahunya
Aku selalu bersikap sama kok ke dia sama yang lain, bahkan aku berusaha sedatar mungkin sama dia "Gunawan meraih tangan Rara
Berarti kamu tahu soal ini? "tanya Rara dengan sorot mata yang tajam dan kembali melepaskan genggaman tangan Gunawan
Tahu yank, maaf.... "ucapan Gunawan terpotong oleh Rara
Kenapa sih kalian gak cerita aja dari awal? "Rara sedikit kesal
Takutnya kamu gak percaya Ra "sahut Nabila
Ya setidaknya aku sama Aulia gak akan jadi berjarak seperti ini. Dia pasti sering kesel sama aku kan makanya dia jarang banget gabung sama kita "ucap Rara
Ya bukan salah kamu juga Ra, dia juga kan tahu seperti apa kamu sama Gunawan, dia aja yang gak tahu diri "Putri ikut kesal karena Rara seolah-olah menyalahkan dirinya, Ridwan mengelus punggung Putri agar lebih tenang
Jatuh cinta kan gak bisa direncanain "ucap Rara asal
Maksud kamu gimana yank? Kalau kamu tahu dari awal, kamu mau jaga jarak lagi sama aku gitu? "kini Gunawan yang dibuat kesal
Gak tahulah "Rara memegang kepala dan menundukkannya
Udah-udah jangan jadi ribut, yang ada Aulia kesenengan lihat kalian begini "akhirnya Faul ikut berbicara setelah hanya mendengarkan saja
Aulia, Aa maupun Rara menurutku gak salah. Bener kata Rara jatuh cinta itu gak bisa direncanain. Kalian berdua gak perlu merasa harus menghargai perasaan Aulia, toh perasaan kalian lebih dulu ada dan Aulia tahu itu. Justru dia yang harusnya menghargai kalian terutama kamu Ra "Meli mencoba memberikan pendapatnya
Yang Meli bilang itu benar Ra. Aulia mau cemburu, kesel, kecewa ya itu resiko dia. Kalaupun Aulia sekarang menjauhi kamu karena perasaannya dia, ya itu pilihan dia. Kamu juga gak bisa larang dan gak perlu meminta maaf Ra "Putri juga menambahkan
Tapi jadi aneh "lirih Rara masih dengan posisi yang sama
Memang, tapi kan itu juga ulah dia. Dan selagi dia gak konfirmasi ke kamu atau ke Gunawan, kalian juga gak perlu tanya, biar saja dia mengira kalau kalian tidak pernah tahu "tegas Nabila
Kenapa sih Aul "ringis Rara. Gunawan mengusap punggung Rara mencoba memberikan ketenangan
Sabar ya Ra, mungkin ini ujian persahabatan kalian "ucap Nia menyemangati
Suasana menjadi hening, tak ada lagi yang membuka suara. Putri dan Nabila yang sudah kehabisan kata-kata untuk membahas Aulia yang keras kepala. Rara yang bingung harus berbuat apa, Gunawan yang takut kehilangan Rara, sementara Faul, Nia, Ridwan dan Meli malah merencanakan hal lain.
Gimana kalau kita bantu si Hari aja "bisik Faul
Caranya? "tanya Meli dan Faul hanya menggelengkan kepalanya, karena dia juga sebetulnya belum memiliki ide
Elu mah "Ridwan menoyor pelan kepala Faul karena kesal
Ajakin nongkrong bareng aja "ucap Nia
Nah ide bagus "sahut Meli dan Ridwan
Tapi nanti si Aulia malah mepet-mepet ke Gunawan "Faul seolah sangat hafal tabiat aulia
Gampang itu "ucap Nia
Aku mau pulang "ucap Rara tiba-tiba
Iya, ayok "Gunawan menyahuti
Makasih ya semuanya. Aku balik duluan "Rara pergi tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya
Titip ya Gun "ucap Putri
Pasti Put "sahut Gunawan
Ohya, Put boleh gak aku titip Meli ke Ridwan? "tanya Gunawan
Boleh banget Gun. Udah sana cepet nanti Rara marah, Meli aman sama Ridwan "jawab Putri
Makasih ya. Duluan semua "Gunawan sedikit berlari mengejar Rara yang sudah berada di luar
Selama perjalanan pulang, Gunawan dan Rara hanya saling diam. Gunawan tahu Rara hanya butuh waktu sendiri untuk menenangkan hati dan pikirannya. Sesekali Gunawan menoleh memastikan Rara baik-baik saja, Gunawan tidak mau sampai ada air mata yang menetes dari mata pacarnya ini.
Udah sampe sayang, aku langsung pulang atau nemenin kamu dulu? "tanya Gunawan lembut setelah mematikan mesin mobilnya
Rara menoleh dan tersenyum manis, dia menatap lama Gunawan yang sedang menunggu jawabannya. Hatinya berkecamuk, pikirannya penuh.
Sayang.... "ucap Gunawan karena tidak mendapat jawaban
Aku mau tanya boleh? "bukannya menjawab, Rara justru ingin bertanya
Boleh sayang. Ada apa? "ucap Gunawan
Waktu kamu tahu Aulia suka sama kamu, apa yang kamu rasain? "tanya Rara was-was
Biasa aja "jawab Gunawan apa adanya
Seneng? "tanya Rara, Gunawan hanya menggelengkan kepalanya
Masa? Bukannya itu pencapaian laki-laki ya disukai banyak perempuan, apalagi Aulia juga dikenal sama satu sekolah "Rara masih belum puas dengan jawaban Gunawan
Itu mah kamu kali "goda Gunawan dengan menoel hidung Rara sekilas
Buktinya apa "sahut Rara tak suka
Sekarang pertanyaan itu aku balik ke kamu, gimana? "Gunawan tahu Rara sedang overthinking, sebisa mungkin nada bicaranya tidak memancing emosi Rara
Maaf "Rara menundukkan kepalanya
Maaf untuk apa sayang? Gak perlu, kamu cukup percaya sama aku ya. Siapapun orangnya yang suka sama aku atau mencoba mendekati aku, tidak akan merubah apapun yang aku punya untuk kamu "Gunawan mengelus punggung tangan Rara
Makasih, akupun akan seperti itu sama kamu "Rara mendongak dan menatap Gunawan
Harus, aku gak mau kamu berjarak ke aku karena memikirkan perasaan Aulia "tegas Gunawan, iya sangat tahu Rara adalah orang yang selalu mendahulukan perasaan orang lain daripada dirinya sendiri, apalagi Aulia adalah sahabatnya
Iya sayang. Seperti kata Nabila, kita pura-pura gak tahu "ucap Rara tersenyum manis
Pinter "Gunawan mengacak pucuk kepala Rara gemas
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetap Menunggu
RomanceJodoh memang rahasia Tuhan. Tapi Tuhan juga mengharuskan kita untuk berikhtiar dan menjemput jodoh itu. Berdoa adalah satu-satunya cara untuk merayu Tuhan agar jodoh itu datang.
