Jodoh memang rahasia Tuhan. Tapi Tuhan juga mengharuskan kita untuk berikhtiar dan menjemput jodoh itu. Berdoa adalah satu-satunya cara untuk merayu Tuhan agar jodoh itu datang.
Siang ini Rara dan Putri diminta untuk menemani Meli siaran. Ridwan sedang ada kepentingan keluarga sehingga tidak bisa memenuhi jadwal siaran, mau tak mau Meli harus siaran seorang diri. Nia juga tidak bisa menemaninya karena harus mengantar Faul membeli peralatan untuk melukis. Faul akan mengikuti festival pagelaran lukisan di sekolah. Lalu kemana Gunawan? Ada, tapi lebih memilih menunggu di ruang pramuka.
Ditengah-tengah siaran berangsung, ada yang mengetuk pintu ruang radio. Putri menawarkan diri untuk membukanya.
Eh bil, masuk "ucap Putri saat tahu Nabila yang berada di balik pintu
Put, Aulia sakit tapi dia gak mau dibawa pulang, aku sedikit khawatir kayaknya dia lemes banget, kita lihat yuk "Nabila terlihat khawatir
Aulia? Dimana? "tanya Putri
Di ruang PMR, tadi aku juga dikasih tahu Rena. Katanya Aul nyariin aku "sahut Nabila
Ya tapi kan gak nyariin aku, masih ada Rena dan yang lain kan "sebenarnya Putri enggan menemui Aulia, ia masih kesal dengan cerita Dian waktu itu
Tapi udah di bujuk sama Rena dan Irna juga gak mau dia, siapa tahu sama kamu nurut Put "Nabila terus membujuk Putri, karena dia benar-benar khawatir kepada Aulia
Nyusahin deh sahabat kamu "dengan terpaksa Putri mengikuti ajakan Nabila dan pamit kepada Rara juga Meli
Aku sengaja gak bilang Rara "ucap Putri setelah keluar dari ruangan radio
Kenapa? "tanya Nabila
Kamu gak tahu aja kelakuan si Aul gimana ke Rara, sakit hati banget aku kalau jadi Rara "Putri masih terngiang-ngiang dengan cerita Dian. Karena enggan menyimpan sendiri, akhirnya Putri juga menceritakan kepada Nabila.
Astagfirullah tu anak fitnah jatuhnya Put, gak terima aku "ekspresi Nabila antara marah dan juga kaget
Ya kan, makanya sebenernya males nolongin dia tuh. Playing victim banget "kesal Putri
Banget banget banget "walaupun kesal tapi Nabila dan Putri masih mempunyai hati untuk menolong Aulia apalagi dalam keadaan sakit
Put tadi badannya menggigil, udah aku selimutin "Rena terlihat panik
Suhunya udah di cek Ren? "tanya Putri
Udah Put 37,5 barusan juga udah dikasih paracetamol "jelas Rena dan Putri mengangguk sembari menghampiri Aulia yang meringkuk diatas bed yang disediakan untuk siswa/siswi yang membutuhkan perawatan medis.
Aul pulang aja yuk "ucap Putri lembut mengesampingkan rasa kesalnya yang sudah di ubun-ubun
Lemes "hanya itu jawaban Aulia dengan suara yang seperti berbisik
Yaudah kamu tidur aja dulu, nanti kalau udah mendingan kita antar pulang ya "ucap Putri dan Aulia hanya mengangguk lemah
Kurang lebih 30 menit mereka menunggu Aulia yang tertidur. Putri beberapa kali mengecek suhu badan Aulia dan sedikit menurun. Tapi Aulia belum mau bangun juga. Rena dan Irna sudah pamit pulang, karena memang jarak rumah mereka terbilang jauh dari sekolah. Kini tinggal Nabila dan Putri yang ada disana. Tak lama Aulia terbangun dan terlihat lebih segar dari sebelumnya. Nabila dan Putri berkali-kali membujuk Aulia untuk pulang.
Kita telepon ayahmu aja ya? "tawar Nabila
Jangan Bil, ayah lagi ada tournament "cegah Aulia
Terus gimana? "Putri sudah sangat bingung
Bukannya menjawab, Aulia malah kembali rebahan dan memunggungi Putri juga Nabila.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.