Sejak kejadian itu, suasana sekolah jadi panas. Banyak yang membela, banyak pula yang penasaran, dan sisanya hanya menikmati drama yang Aulia buat.
Tapi Rara justru semakin diam. Bukan diam menyerah, tapi diam karena mulai jenuh. Jenuh dengan gosip. Jenuh dengan drama yang berputar pada orang yang sama.
Pernah suatu waktu, pacar dari Rena tiba-tiba meraung kesakitan saat berada di musola, entah apa yang Aulia maksud, ia malah meminta bantuan Gunawan. Padahal posisinya Gunawan bukan seorang yang paham cara memberikan pertolongan pertama pada orang sakit. Tapi dengan sangat terpaksa, Gunawan datang bersama Rara karena sudah sampai 3 orang siswi yang mendatanginya dengan perintah yang sama dari Aulia. Tentu saja muka Aulia terlihat sangat kesal melihat kedatangan Rara, tapi siapa peduli.
Suatu sore Rara duduk sendirian di halaman belakang rumahnya. Ia membuka album foto SD, halaman demi halaman. Disana terlihat dirinya bersama Aulia seperti tidak terpisahkan. Kadang warna baju mereka terlihat senada di beberapa foto. Rara akhirnya menarik napas panjang.
"Mulai sekarang," gumamnya, "aku gak mau lagi buang energi buat orang yang bahkan gak mau baikan. Aku capek mikirin dia terus. Mau dia benci sama aku, mau dia bikin gosip, dia mau apa itu urusan dia." dan akhirnya sore itu Rara benar-benar melepaskan masalahnya dengan Aulia. Ia tidak mau menjadi pusat perhatian karena drama yang tidak bermutu. Rara tidak mau lagi terpancing dengan apapun yang Aulia buat untuknya.
Setelah melalui beberapa tahap seleksi yang melelahkan mulai dari tes administrasi, wawancara, sampai simulasi kepemimpinan, akhirnya keluarlah daftar nama siswa-siswi yang resmi terpilih menjadi pengurus OSIS baru.
Di papan pengumuman, kerumunan siswa mulai riuh. Beberapa terlihat menahan napas, beberapa lainnya berusaha tetap santai meski jelas gugup menunggu hasil. Rara dan teman-temannya ikut berdiri di antara mereka, memandangi daftar nama yang baru ditempel.
Aku gak lolos," ucap Putri pelan, tapi senyumnya langsung melebar tanda lega namun tak ayal membuat Rara khawatir
Masuk di daftar seleksi aja udah keren kok Put "Rara tidak berbohong, banyak yang ingin ada di posisi Putri
Aku gak apa-apa loh Ra, serius "ucap Putri sangat yakin. "Malah sebenernya ini yang aku mau, kemarin aku ikutin proses seleksi hanya untuk menghargai yang sudah memilih aku "tambah Putri
Rara mengangguk mengiyakan, ia tidak mau membahas lebih jauh karena walau bagaimanapun pasti ada perasaan sedih di hati Putri.
Nama Gunawan, Faul, Nia, dan Ridwan terpampang jelas. Keempatnya menjadi bagian dari siswa-siswi yang terpilih menjadi pengurus OSIS periode ini. Gunawan sendiri hanya menghela napas lega, lalu tersenyum tipis antara harus sedih atau senang. Gunawan tahu akan semakin banyak mengabaikan Rara.
Rara ikut tersenyum melihatnya. "Selamat. Kamu pantas dapet ini."
Makasih. Doain semoga bisa jalanin tugasnya dengan baik "hanya itu yang bisa keluar dari mulut Gunawan
Sementara itu, Nia dan Ridwan sedang diserbu ucapan selamat dari teman-teman satu ekskul, dan Faul terlihat sibuk mengangkat panggilan dari ayahnya yang ingin memastikan hasil seleksi.
Gunawan baru saja menerima pesan di grup OSIS tentang jadwal LDKS. Wajahnya terlihat serius saat membaca detail kegiatannya: tiga hari dua malam di daerah yang jauh dari sekolahnya, banyak rapat persiapan, dan beberapa kali latihan teknis yang wajib dihadiri.
Rara melihatnya dari samping. "Kok serius banget? Ada apa?" tanyanya pelan.
Gunawan mengembuskan napas panjang. "Ini jadwal LDKS baru keluar. Banyak banget kegiatannya. Mulai minggu depan aku sering pulang sore."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetap Menunggu
RomanceJodoh memang rahasia Tuhan. Tapi Tuhan juga mengharuskan kita untuk berikhtiar dan menjemput jodoh itu. Berdoa adalah satu-satunya cara untuk merayu Tuhan agar jodoh itu datang.
