Part 35

57 1 0
                                        

Setelah kejadian itu, Aulia semakin merasa mudah mendekati Gunawan. Seperti sudah tidak punya malu, Aulia seolah ingin semua orang tahu kalau dirinya menyukai Gunawan. Terlebih lagi Aulia selalu mengatakan tidak mau menganggap Rara sebagai sahabat lagi.  Tapi teman-teman yang lain tidak mudah percaya begitu saja dengan ucapannya. 

Gapapa kalau Aulia memang tidak mau menganggap aku sebagai sahabat lagi, itu hak dia. Yang jelas aku tidak pernah membenci dia "selalu itu yang Rara katakan kepada siapapun yang mengadukan ocehan-ocehan Aulia

Tidak hanya itu, Aulia juga memfitnah Rara sengaja mendekatkannya dengan Hari agar menjauh dari Gunawan. Padahal Rara sudah sangat menjaga jarak dengan Hari. Rara tidak mau membuat kesalahan yang sama lagi yang bisa menyebabkan hubungannya dengan Gunawan merenggang. Rara sangat menghargai perasaan Gunawan.

Gak tahu diuntung emang tu anak. Gunawan mau nganter dia juga karena Rara kali, dipikir dengan senang hati apa, mimpi kali "kesal Ridwan saat mendengar cerita dari Putri

Lagian ya si Hari, ada disitu bukannya ngusahain kek malah pasrah aja, yang ada dia ngasih kesempatan Aulia dekat sama yang lain, bego juga "Faul tak kalah kesalnya

Emang cemen banget, yang ada pelenga-pelongo aja "sahut Meli

Kamu kenapa gak cegah Gunawan sih Mel "Nia juga ikut berkomentar

Aku gak berani kalau ada Rara, Aa juga pasti lebih dengerin Rara daripada aku Ni "jawab Meli pasrah

Iya juga. Eh terus gimana rencana kita yang buat deketin Hari sama Aulia? "tanya Putri teringat mereka belum melakukan apapun tentang rencana ini

Ogah dah, udah keburu males. Si Aulia semakin menyebalkan, si Hari juga kayaknya gak bernyali, bodo amatlah "Ridwan sudah tidak ada hasrat untuk rencananya

Sama "Faul merasakan hal yang sama dengan Ridwan

Iya udahlah, Aulia aja udah gak mau anggap Rara sahabat, buat apa juga kita peduliin lagi, jomblo seumur hidup juga bodo amat "saking kesalnya Meli melayangkan sumpah serapah

Sementara hubungan Rara dan Gunawan semakin solid. Mereka sering melakukan deep talk untuk menghindari konflik-konflik yang akan muncul. Mencoba memahami satu sama lain lebih dalam lagi. Satu hal yang Rara pelajari dari masalah ini yaitu pentingnya saling menghargai.

Hormati dan hargai satu sama lain, termasuk perbedaan yang ada. Jangan biarkan seseorang mengubah dirimu atau merendahkanmu. Itu kalimat yang pernah aku baca dan sampai sekarang aku selalu ingat "ucap Gunawan

Maksudnya aku merendahkan kamu? "Rara merengut tak terima

Jangan salah paham dulu cantik "Gunawan meraup wajah Rara saking gemasnya

Ya terus maksudnya apa? "Rara masih belum paham dengan makna dari kalimat tadi

Kalau kata anak jaksel, bucin boleh bego jangan "ucap Gunawan dengan senyum simpulnya

Eit eit tunggu jangan marah dulu. Pertemuan dua kepribadian ibarat kontak dua zat kimia: jika terjadi reaksi, keduanya berubah. Nah Perubahan tersebut harus bersifat dua arah, bukan hanya satu pihak yang mengubah, melainkan kedua belah pihak saling memengaruhi hingga batas tertentu dan yang pasti baik untuk keduanya. Gitu loh sayang "papar Gunawan panjang lebar

Aduuuh mentang-mentang kimianya diatas rata-rata pepatah juga bawa-bawa kimia deh "Rara menggaruk pelipisnya yang tak gatal

Tapi kamu ngerti gak sayang? "Gunawan sedikit ragu karena respon Rara tidak sesuai ekspektasinya

dibuat ngerti aja deh "jawab Rara dengan senyum tengilnya

Sayaaaang "Gunawan mengeratkan gigi-giginya, menahan kegemasan kepada kekasihnya itu

***************************************************************

Setelah Gunawan resmi menjadi ketua pramuka, tak sedikit adik kelas yang mendatanginya. Tak hanya saat ekskul bahkan saat jam istirahat pun Gunawan sering melewatkannya karena harus meladeni para cegilnya, kalau Meli bilang.

Kak Gunawan maaf boleh minta waktunya sebentar "dua anak perempuan cantik menghampiri Gunawan dan teman-temannya yang sedang duduk-duduk santai di depan koridor kelasnya. Mau tak mau Gunawan harus meladeni kedua adik kelasnya ini.

Palingan juga tuh bocah modus "cibir Nia

Iya, udah bukan yang pertama. Lihat aja tuh tingkahnya juga manya-menye gitu "timpal Meli

Pasti ngomongnya boleh Kak Gunawan aja gak yang minta ijin sama orang tua aku "Nia menirukan gaya bicara adik kelasnya yang dibuat-buat

Yang paling ngeselin, nanti Kak Gunawan bilang ya bakal jagain aku selama kegiatan biar orangtua aku percaya. Hiiiiih keganjenan "muka Putri sangat terlihat jengkel

Kalian kenapa sih kok sewot banget, Rara aja santai "heran Ridwan

Aku sih udah biasa, kadang tiba-tiba ada yang telepon gak penting "ucap Rara santai

Awas Gunawannya kebablasan Ra "peringat Faul

Coba aja kalau berani "ucap Rara sambil menatap tajam Gunawan yang berdiri agak jauh dari mereka. Faul, Ridwan, Nia, Meli dan Putri bergidik ngeri melihat tatapan Rara.

Dulu waktu jaman paskibra juga gini ya Ra? "tanya Meli

Mana aku tahu, kan saat itu saya tidak mendampinginya "gaya bicara Rara seolah tidak peduli

iya-iya maaf aku lupa "Meli merasa tidak enak sendiri


Tetap MenungguCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang