Jodoh memang rahasia Tuhan. Tapi Tuhan juga mengharuskan kita untuk berikhtiar dan menjemput jodoh itu. Berdoa adalah satu-satunya cara untuk merayu Tuhan agar jodoh itu datang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aula perlombaan dipenuhi ratusan peserta dari berbagai sekolah. Kursi berderet rapi, kipas langit-langit berputar lambat, menambah rasa tegang yang menggantung di udara.
Gunawan duduk di baris tengah, posisi punggungnya tegak, tapi jemarinya meremas ujung jaketnya. Di sebelahnya, Syifa duduk dengan tangan di pangkuan, ekspresinya tenang tapi terlihat dari napasnya yang sedikit cepat. Ipan jelas paling gak bisa diam.
Gun, kalo aku dapet juara tiga aja, aku traktir bakso "bisik Ipan, suara pura-pura santai tapi lututnya goyang sejak lima menit lalu.
Gunawan menoleh sebentar. "Fokus dulu, Pan. Pengumuman sebentar lagi."
Syifa hanya melirik lemah. "Kalian berdua kayak mau ujian lagi."
Lampu panggung menyala, pembawa acara naik ke podium. "Akan segera kita umumkan para juara Olimpiade tingkat Kabupaten/Kota tahun ini."
Seluruh aula mendadak sunyi. Bahkan bunyi langkah panitia di belakang panggung pun terasa keras. Gunawan menelan ludah. Syifa menggenggam rok seragamnya erat. Ipan mencubit pipinya sendiri.
Juara Olimpiade Fisika, Juara Olimpiade Kimia, Juara Olimpiade Ekonomi dan Juara Olimpiade Geografi sudah diumumkan. Nama-nama diumumkan satu per satu. Gunawan makin tegang karena nama teman-temannya sudah ada yang disebut, walaupun tidak juara 1.