Part 95

11 4 0
                                        

Malam itu Rara dan Gunawan akhirnya sampai di apartemen Rara. Lampu ruang tamu masih menyala terang, dan dari dalam terdengar suara televisi.

Rara membuka pintu lebih dulu.

Begitu masuk, mereka melihat Meli duduk santai di sofa dengan kaki dilipat, memegang mangkuk camilan sambil menonton acara yang entah apa isinya.

Meli melirik sekilas. "Oh, akhirnya pulang juga," katanya santai. "Kirain kalian keliling Bandung dulu buat nostalgia masa lalu."

Gunawan tertawa kecil. Rara hanya menggeleng.

Meli kembali menatap layar televisi. "Gimana? Udah selesai pacarannya?"

Rara menatap Gunawan sebentar. Gunawan memberi isyarat kecil dengan dagunya, seolah menyuruh Rara yang mulai dulu.

Rara berjalan mendekat lalu duduk di samping Meli.

Meli masih fokus pada televisi. "Apa?" tanyanya tanpa menoleh. "Kenapa duduknya deket banget begitu?"

Rara mengambil satu camilan dari mangkuk Meli. "Mel."

"Iya?"

"Kita mau ngomong sesuatu."

Meli akhirnya menoleh, ekspresinya curiga. "Kenapa nadanya serius banget?"

Gunawan ikut duduk di kursi seberang mereka.

Rara menarik napas kecil. "Aku sama Gunawan... sudah memutuskan sesuatu."

Meli langsung menatap keduanya bergantian. "Kenapa rasanya kayak mau sidang skripsi sih cara ngomongnya?"

Gunawan tertawa kecil.

Rara menatap Meli beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan, "Kita mau nikah cepet."

Meli berkedip.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Lalu ia memejamkan mata sebentar seperti sedang memproses kalimat itu.

"Hah? Cepet gimana?"

Rara tersenyum kecil. "Aku sama Gunawan maunya 2 bulan ke depan."

Meli perlahan menaruh mangkuk camilannya ke meja. Ia menatap Rara. Lalu menatap Gunawan. Lalu kembali ke Rara lagi. "Bentar," katanya sambil mengangkat tangan. "Aku harus pastiin dulu."

Ia menunjuk Gunawan. "Aa serius?"

Gunawan mengangguk santai. "Serius."

Meli menunjuk Rara. "Dan kamu juga serius?"

Rara mengangguk.

Beberapa detik Meli masih diam. Lalu tiba-tiba ia berdiri dari sofa. "AKHIRNYA!" Teriakannya membuat Rara kaget sampai tertawa.

Meli langsung memeluk Rara erat. "Ya ampun Ra, aku tuh udah nunggu ini dari kapan tahu!"

Rara tertawa sambil memeluk balik. "Iya, iya..."

Meli lalu melepas pelukan dan langsung berjalan ke arah Gunawan. Ia menunjuknya dengan mata menyipit. "Dan Aa."

Gunawan mengangkat alis. "Kenapa?"

Meli memukul lengannya pelan. "Kenapa baru sekarang sih?!"

Gunawan tertawa. "Tanya temen kamu itu."

Meli langsung menoleh ke Rara.

Rara mengangkat tangan. "Eh jangan nyalahin aku."

Meli menghela napas panjang, lalu duduk lagi di sofa dengan ekspresi campuran antara lega dan bahagia. "Gila sih."

Tetap MenungguCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang