86.

69 14 0
                                        

Siapa yang merindukan Nava dan Author?! Coba absen dulu siniii

Happy Reading

Hari ini, Luffy dan yang lain pergi keluar kantor Galley La untuk keperluan mereka masing-masing. Zoro sibuk mencari cara memperbaiki pedangnya, Robin dan Nami pergi berbelanja, Luffy pergi jalan-jalan, dan Chopper pergi mencari buku serta persediaan obat-obatan.

Sementara itu, Nava yang paling santai kini sedang berjemur dibawah teriknya matahari dengan baju santai dan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.

"Nava chan! Aku sudah menyiapkan jus mangga segar sesuai permintaanmu!"

"Terima kasih Sanji kun."

Sanji meletakkan gelas kaca berembun itu di atas meja kecil di samping kursi berjemur Nava, lengkap dengan hiasan potongan mangga kecil dan payung kertas mini di pinggirnya.

​"Apapun untukmu, Nava chan! Jika kau butuh camilan atau tabir surya, panggil saja aku!" serunya dengan senyum sumringah merekah di wajah.

"Apakah hari ini kau mau pergi belanja, Sanji?"

"Ah, iya. Persediaan makanan kita hampir habis karena punya kapten yang perutnya karet itu." Sanji menjawab dengan ekspresi wajah yang berubah kesal di akhir. "Apa kau ingin menitip sesuatu, Nava chan?"

"Bisakah kapan-kapan kita makan Gyoza, wonton, atau pangsit gitu? Aku tiba-tiba ingin makan itu. Ah, dan siomay juga."

"Gyoza, wonton, pangsit... dan siomay?" Sanji mengulangi daftar itu, dan dalam sekejap, ekspresi kesalnya terhadap Luffy menguap begitu saja. Matanya kembali berbinar-binar penuh semangat.

Sanji mengeluarkan catatan kecil dan pena dari saku jasnya, mencatat request dari Nava layaknya seorang koki bintang lima yang menerima pesanan dari tamu VIP.

​"Tunggu saja, Nava chan. Malam ini, meja makan akan dipenuhi dengan Gyoza yang krispi di bawah namun lembut di atas, serta wonton kuah yang hangat dan gurih! Aku pergi dulu untuk berburu bahan makanan!"

"Ah Sanji, tunggu!"

"Ya, ada apa Nava chan? Apa adalagi yang ingin kau makan? Dessert mungkin?"

"Ajak saja Fuza kalau kau butuh bantuan," ujar sang gadis, lalu menunjuk ke arah burung besar yang sedang bersantai di dalam kolam renang, berenang dengan santai seolah air bukan masalah untuknya.

"Aku tidak tahu Fuza bisa berenang."

"Sejujurnya aku juga baru tahu dia bisa berenang gitu."

Sanji menatap Fuza yang sedang mengambang santai di permukaan air kolam renang dengan ekspresi tak percaya. Burung besar itu bahkan tampak mengedipkan satu matanya ke arah Sanji, seolah-olah mengejek sang koki.

​Pemuda itu akhirnya berjalan mendekati kolam renang dan menjentikkan jarinya. "Oi, Fuza! Cepat keluar dari sana! Kita punya misi untuk membelikan bahan-bahan makanan terbaik demi Nava chan!"

​Fuza mengeluarkan suara pekikan pelan, mengepakkan sayapnya hingga menyemburkan sedikit air, lalu melompat keluar dari kolam. Ajaibnya, dalam beberapa kibasan kuat, bulu-bulunya sudah kembali kering.

​"Nava chan, aku berangkat dulu!" seru Sanji sambil melambaikan tangan penuh drama saat dia menaiki punggung Fuza. Burung besar itu kemudian melesat pergi membelah jalanan Water 7, meninggalkan kepulan debu tipis.

​Nava terkekeh geli melihat pemandangan itu. Dia kembali memposisikan kacamata hitamnya dan menyesap jus mangganya yang segar, menikmati ketenangan sore di halaman kantor Galley La.

My Queen [One Piece X Oc]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang