Saat mereka tiba Viera belum datang, "jurus kalian sama , sama -sama penakluk jalang ,"kata Xavi mengelengkan kepala .
"Ayo kita pulang , untuk apa menunggu,"kata Aldo.
Xavi binggung tetapi hanya ditahan nya. "Kita tunggu sebentar , setidaknya lima menit saja ,"pinta Xavi.
Aldo mengeleng ,"tidak , kita cari hiburan lain saja,"
Kata Hiburan terdengar Aneh ditelinga Xavi, Xavi sadar Aldo sudah bukan Aldo saat berdua dengan nya, Aldo sudah memainkan peran nya.
Saat mereka keluar dari ruang vip di hotel Mora.
Mereka bertemu.
"Maaf kami sudah mau pulang tuan ku tidak suka orang yang tidak tepat waktu sampai selama ini,"duapuluh menit waktu nya terbuang, "kata Aldo.
Xavi tambah binggung, dia baru saja datang dan tidak menunggu , memang mereka sengaja terlambat duapuluh menit.
"Maaf aku tidak bermaksut mengabaikan waktu kalian , maaf," kata Viera gugup yang didampingi Jeff Morris. Viera tidak menyangka mereka menyepelekan dirinya , bahkan dengan mudah akan meninggalkan nya yang terlambat duapuluh menit.
"Aku tidak suka di abaikan , terlebih tuan ku kalian membuatnya marah, jangan salahkan aku jika saat bermain permainan nya menjadi tidak berselera,"kata Aldo.
"Aku akan membangkitkan seleranya ,"kata Viera .
"Jika kau mau lanjut ok , jangan salahkan aku jika dia kasar karena perasaan nya memburuk saat menunggu kalian," kata Aldo.
Viera bukan wanita yang mudah di ancam , " baik lah , kita tunggu saja lain waktu saat tuan mu membaik,"
" Deg , wanita iblis , ternyata kau tidak mudah di permainkan ," pikir Aldo .
" sebenarnya kami langsung ada janji dengan yang lain saat menunggu mu, apakah kau ingin bergabung ," Aldo nekat membuat kebohongan.
" kalian sering berpesta seperti itu, " tanya Viera heran .
Aldo mengangguk , " maaf Tuan ku pasti lebih marah jika menunggu kita berunding "...." kau tau jika seorang pria sedang membutuhkan pemuas pasti tidak sabar."
Xavi datang mendekat , " kita mulai saja , tidak usah basa-basi," seru Xavi tidak sabar.
Aldo langsung membuka suara," bagaimana dengan janji dengan yang lain, saat kita menunggu, jika ingin membatalkan rasanya harus kita beritahukan , jika tidak And dan Will akan marah , jika kita mengajak mereka lagi pasti ditolaknya."
Xavi sadar Aldo sedang bersandiwara.
" kamu atur saja ," kata Xavi.
" bagaimana jika kalian ikut kami saja," kata Aldo.
" aku lebih nyaman di hotel ini," Viera takut dijebak.
" baik lak kita mulai saja dulu , biar sopir ku saja yang mengundang mereka , aku rasa Tuan Xavi sudah tidak sabar " kata Aldo. ....." jika nafsunya sudah di ujung tanduk , apa pun diserang nya ," bisik Aldo ke telinga Viera.
Mereka masuk ke kamar vip hotel Mora.
Aldo meminta ijin memanggil mereka .
Saat hendak memanggil mereka, Aldo dengan cepat berubah pikiran ," sebaiknya panggil Hector dan Ferd saja , mereka sudah siap , jika Twinz malah akan ribut saling cemburu seperti saat menghukum ku dulu ," Aldo tersenyum. pesan sandi juga sudah di jelaskan ke sopir mereka "pesta permainan ".
KAMU SEDANG MEMBACA
devotion
Fiksi UmumPeringatan cerita untuk dewasa18+ Sampah , itu kata yang tepat untuk ku..... Walaupun indah setelah di rusak aku hanyalah sampah yang tidak berguna Setelah wanita yang kupermainkan membalas dendam pada ku aku terbuang , para pria dengan kejam menyik...
