Tubuh Aldo terkunci tidak bisa bergerak, kesakitan yang dialami Aldo melebihi apa pun yang pernah di rasakan nya. Entah Xavi yang melakukan nya dengan bodoh atau memang milik Xavi yang sering dibanggakan yang terlalu besar.
Xavi mulai bergerak perlahan, Xavi merasakan getaran rasa nikmat yang tidak pernah dirasakan selama hidupnya. Semakin lama semakin cepat Xavi bergerak, Xavi melupakan Aldo yang sangat kesakitan.
Aldo meremas sprai , batal dan apapun yang sanggup di raih nya, Menjerit kesakitan dan sekuat tenaga berusaha mendorong Xavi yang lupa akan pesan nya.
Aldo mencakar -cakar punggung Xavi sebagai upaya untuk dilepaskan, Xavi tidak peduli luka dipunggung nya yang berdarah.
Xavi membungkuk mencium leher Aldo. Dengan sekuat tenaga Aldo menggigit pundak Xavi . Xavi merasakan getaran pada dada Aldo, Xavi tersenyum berpikir Aldo sedang merasakan kenikmatan seperti kata Javi saat Rain mendesah nikmat.
Gerakan Xavi semakin cepat dan semakin kuat pula hentakan panggulnya menerjang Aldo
Hal ini terjadi selama beberapa waktu , sampai sesuatu yang luar biasa menghampiri Aldo . Sesuatu dalam Aldo seperti diserang rasa nikmat , batang keras Xavi menghantam titik nikmat Aldo. Aldo bergulat sendiri antara rasa sakit dan nikmat.
" Achhh...achhhhh. .....terus ........ampun sakit sekali....hik ahhh...uhhhuhnn enak .....terus ...... ...ampun enakkkk hen....ti...kan ....achhhh...terus, " desahan bercampur erangan kesakitan ...Aldo memohon di hentikan tetapi juga meminta diantara rasa sakit yang mendalam dan rasa enak.
Batang milik Aldo mengacung keras ......melelehkan lendir terus menerus tanpa henti membasahi perut berkotak yang sexy.
Gigi Aldo menancap ke bahu Xavi hingga berdarah.... Xavi tidak merasakan rasa sakit ....hanya rasa nikmat yang memenuhi diri Xavi .
Sesuatu rasa ternikmat di rasakan oleh Xavi .....milik Aldo mencengram sangat kuat, ada rasa kedutan yang membuat Xavi semakin lupa.
Milik Aldo seperti dihantam sesuatu , rasa nikmat yang Aldo rasakan ....membuat Aldo bergetar kuat .....secara tiba-tiba batang milik Aldo menyemprotkan lendir sampai ke dada nya sendiri. Loncatan cairan lengket terus menerus keluar sampai berhenti. Aldo merasa lemas dan akhirnya diam tak berdaya.
Xavi melotot terheran melihat milik Aldo mengalami puncak tanpa di sentuh, kemudian tersenyum bangga , memikirkan milik nya bisa memuaskan Aldo.
Xavi semakin kuat dan cepat bergerak. Xavi tidak dapat menahan nya lagi..."achhh.... Achhh...... Shittt....,"teriak Xavi tidak bisa lagi bertahan , cairan benih nya keluar tertanam dalam diri Aldo.
Nafas Xavi terengah-engah, wajah nya berubah merah seolah hawa panas memenuhi nya.
Aldo hanya pasrah ketika Xavi semakin memghentak keras seolah tidak rela kenikmatan nya berakhir.
Xavi menginginkan terus tetapi tidak berdaya setelah pertahanan nya jebol milik Xavi melemas . Sendi yang mengikat Tulang Xavi seolah putus membuat nya ambruk memeluk Aldo.
Setelah sekian waktu Xavi bangkit berdiri. Tubuh nya terasa lengket karena keringat nya mulai mengering. Xavi melihat sprai yang di tidurinya banyak noda darah, ada rasa perih di punggung dan bahu nya.
Xavi menggelengkan kepala ," kau seperti seorang iblis penghisap darah , kau seperti vampir ."
Mata Aldo yang terpejam membuka perlahan setelah mendengar ucapan Xavi. Wajah nya memandang Xavi tanpa berkedip. Ketika Aldo hendak memutar tubuh nya kearah Xavi ," ahhhh....sakit sekali...."
Xavi kaget ," sakit?"
Mata aldo melotot marah, " kau lupa ....kau lupa ...apa yang baru saja kau lakukan ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
devotion
General FictionPeringatan cerita untuk dewasa18+ Sampah , itu kata yang tepat untuk ku..... Walaupun indah setelah di rusak aku hanyalah sampah yang tidak berguna Setelah wanita yang kupermainkan membalas dendam pada ku aku terbuang , para pria dengan kejam menyik...
