77. Terulang lagi.

682 59 2
                                        

Viera datang terlambat . Bukan karena sengaja terlambat tetapi karena menunggu Lisa ibu nya.

" tidak berubah , masih saja sombong  seolah kami yang membutuhkan mu, " kata Xavier.

Viera berusaha tersenyum , tetapi mereka semua merasakan senyum yang dipaksakan. " maaf , bukan maksud ku untuk terlambat," kata Viera.

" kau tentu tahu keadaan nya sekarang , kekuatan kami dan kekuat mu, serta pendukung mu yang sudah pergi , " kata Aldo,  yang di maksut Aldo adalah Black joker, beberapa tahun yang lalu memang Moretti memang menghadapi beberapa musuh sekaligus. 

" bukan pendukung tetapi aliasi kerjasama untuk sukses saat itu, " kata Viera berusaha santai......" dan saat ini tujuan ku bertemu untuk membicarakan aliasi yang lain , kerjasama baru dengan kalian ."

" sayang nya kami tidak butuh aliansi atau pendukung .....saat ini kami sangat solid dengan kekuatan kami sendiri," kata Xavier.

" kau sangat percaya diri, itu hal bagus ....tetapi percaya diri tanpa melihat sekeliling.....," kata Viera sambil mengangkat kedua bahu nya.

"Sebaik nya kita memulai makan malam ....dan menikmati apa yang ada sekarang siapa yang tahu hari ini malam terakhir mu  menikmati hidup sebagai orang yang berkuasa......siapa yang menduga besok kau sudah menjadi orang miskin atau tewas terbunuh," kata Xavi.

Aldo hanya diam berdiri tegap di samping Xavi.

" memang tidak ada yang tahu besok apa yang terjadi , sebaiknya kita nikmati yang ada , menikmati segelas wine terbaik  dan mahal sekarang ," kata Viera.

Terulang peristiwa beberapa tahun yang lalu . Viera semakin cantik dan sexy.

Xavier semakin tampan dan matang , penampilan rapi nya sedikit berkurang jambang kebiruan membingkai wajah disekitar dagunya membuat Xavi semakin mempesona siapapun yang melihat nya.

Aldo semakin matang  dan tubuhnya semakin terbentuk sempurna , sikapnya semakin waspada dan melindungi serta pengabdian untuk kekasih nya semakin terlihat.

" apakah kalian ingin berdansa sebelum makan malam kalian datang? " tanya  Aldo dengan wajah mengarah ke kekasih nya.

"Boleh, mungkin malam ini terakhir kita berdansa, "  jawab Viera tanpa rasa sungkan. Sebenarnya Viera tahu pertanyaan itu ditujukan untuk Xavier bukan untuk nya.

Xavi hanya mengangguk . Aldo memberi tanda pada pelayan yang bertugas tanpa meninggalkan mereka berdua.

Musik terdengar ...
Viera berdiri dan menawarkan diri berdansa dengan Xavi. Xavi menerima nya.

Mereka berdansa. Xavi merasa sesuatu yang berbeda pada Viera. Ada rasa  kepercayaan diri wanita ini berkurang. "Aku tidak boleh tertipu, wanita ini iblis ... Tentu saja bisa memasang wajah palsu nya," pikir Xavi.

Jika dulu Xavi sengaja membuat Aldo cemburu , saat ini Xavi sengaja memasang jarak pada Wanita yang berdansa dengan nya. Tangan Viera di bahu nya, tangan Xavi dipinggang Viera . Xavi terlihat seperti memeluk sekaligus menahan supaya kedua tubuh mereka tidak saling menempel.

Aldo merasakan apa yang terjadi, ada rasa senang dan bangga. Kekasih nya tidak seperti dulu yang berisaha membuatnya cemburu.

Tidak butuh waktu lama makan malam tiba mereka berhenti berdansa.

Viera merencanakan sesuatu dengan trik licik  , sambil berdiri berjakan memutar kearah Aldo yang berdiri di belakang Xavi dan sengaja menjatuhkan gelas anggur dan mengotori baju putih Aldo. Aldo terlihat marah . "Siasat apa yang akan kau pakai kali ini, iblis betina" umpat Aldo sangat pelan , Aldo yakin baik Viera maupun Xavi mendengar nya.

devotionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang