" keluar....." kata Aldo pada Rado yang muncul tiba-tiba, " kau menganggu kami."
Rado memasang muka semelas mungkin...
Xavi jadi tidak tega hanya mengeryitkan alisnya, " mirip wajahnya dengan Aldo jika dia seperti ini, walaupun saudara tiri tetapi ternyata darah dari ayah yang sama membuat mereka mirip."
" sebentar lagi kalian akan pergi .... , ijinkan aku bersama kalian untuk saat terakhir ....," pinta Rado ....
Xavi diam dan berpikir ," iblis .... bisa berubah secepat itu, sebelumnya bisa sangat galak dan tegas sekarang bisa memasang muka seperti ini...... iblis ...."
Melihat Xavi dan Aldo terdiam , Rado langsung membuka bajunya dan menyelinap masuk diantara mereka.
Xavi terkaget dengan spontan mendorong Rado dan berteriak," tidak...., kau belum mandi .....tidak kuijinkan tempat ini kotor.... aku tidak mau terjaga semalaman hanya karena mencium tubuh berkeringat mu...."
Rado tampak binggung.
Aldo tertawa, " hahaha...ha ."
Xavi tersadar akan ucapan nya yang salah , berarti dia setuju Rado tidur bersama setelah mandi......, " maksut ku bukan seperti itu, bahu keringat mu akan menempel di tempat ini, tidak boleh .." Xavi membetulkan perkataan nya.
Tanpa banyak bicara Rado masuk kekamar mandi dan terdengar suara orang mandi , " pantas saja Aldo selalu wangi saat tidur ternyata pria bodoh itu benar-benar membuat Aldo jadi gila juga." Bahkan saat Aldo tiba seharian mencari aroma wangi sabun yang khas kesukaan Xavier. "Pria bodoh itu yang membuat kakak ku menjadi aneh ."
Setelah mengeringkan tubuh tanpa mengenakan apa pun Rado langsung menyelinap masuk diantara tubuh mereka . Aldo terpaksa mengangkat kepalanya berpindah karena Rado yang muncul tiba-tiba dengan senyum tanpa rasa berdosanya memisahkan mereka.
"Tidak bisa , kau boleh disini , tetapi aku yang di tengah ," kembali ucapan salah dari bibir Xavi seolah mengijinkan Rado di ranjang mereka.
Xavi langsung sadar , "tidak maksut ku , kau hanya boleh sebentar disini."
Aldo tertawa geli ,"hahaha...haa...., aku akan menikmati masa bujang ku ,"sindir Aldo.
Wajah Xavi tampak tidak suka, " nikmati saja tetapi bukan dengan cara seperti ini, menganggu saja ."
Tanpa banyak bicara lagi langsung Xavi memindahkan tubuh sexy nya di tengah ranjang dan menaruh Rado disebelah kirinya dan merangkul kencang leher Rado, dengan cepat menarik kepala Aldo yang berada kanan ke dadanya.
"Kau boleh tidur di sini dengan posisi seperti ini, tidak ada bantahan tidur sekarang," kata Xavi pada Rado.
Rado hanya diam menurut , otak nya berpikir cerdik ," tunggu saja , kalau kau sudah ke alam mimpi aku akan beraksi, hehehe..he ."
" jika seperti ini bukan aku yang menikmati masa bujang ku , tetapi kau dengan serakah mesum mau menikmati kami berdua, dasar iblis gila."teriak Aldo.
" tidak ada bantahan , tidur.!!!!.. aku ngantuk , besok harus berlatih dan terima undangan wanita itu," kata Xavi langsung memejamkan mata dan diam.
Aldo tidak bisa tidur terus berpikir dan ingin bergerak , tetapi tangan Xavi menahan nya, " tetap saja egois."
Lain lagi Rado , dengan nakal mengendusi ketiak Xavi, " wangi ....." batin Rado . Dengan nakal Rado mulai menjilati ketiak Xavi.
" jika tidak segara di tidur kan bocah ini semakin berani dan kurang ajar, " pikir Xavi. Otak nya berbeda dengan reaksi tubuh nya. Milik Xavi mengeliat terangsang oleh Rado yang nakal. Tangan Rado mengelus nakal milik Xavi.
KAMU SEDANG MEMBACA
devotion
Ficción GeneralPeringatan cerita untuk dewasa18+ Sampah , itu kata yang tepat untuk ku..... Walaupun indah setelah di rusak aku hanyalah sampah yang tidak berguna Setelah wanita yang kupermainkan membalas dendam pada ku aku terbuang , para pria dengan kejam menyik...
