Xavi keluar dari rumah keluarga Moretti dengan rasa marah, nenek tercinta nya melawan nya, kedua paman yang dikagumi juga tidak memihak padanya. Ayah nya gemetar ketakutan jika harus berhadapan dengan nenek nya.
Aldo tampak resah berada di samping nya.
Selama berjalan kaki menuju ke tempat kediaman Xavi mereka diam membisu, beruntung jarak yang dilewati sangat dekat.
" aku siapkan keperluan mandi mu....," kata Aldo yang mengerti kebiasaan Xavi selalu bersih sebelum istirahat.
"Siapa bilang aku akan mandi ....," jawab Xavi ketus.
Aldo memandang kearah Xavi tanpa berkedip..... Aldo merasa sesuatu yang aneh terhadap Xavi.
"Apa salah ku hingga dia bersikap seperti ini sekarang,"pikir Aldo.
" baik lah , kau ingin melakukan apa .....jika kau butuh sesuatu yang harus aku kerjakan katakan saja , jika tidak aku akan istirahat .....aku masih belum pulih sepenuhnya ..... aku harap kau mengerti,"kata Aldo datar.
"Kau bukan budak ku....kau tidak perlu membalas budi pada ku ... tidak juga perlu menyiapkan seluruh kebutuhan ku ...., karena bukan aku yang menyelamatkan mu....kau dengar tadi ....mereka tidak menghukum mu karena kau seorang Martinez .....dan Moretti berhutang budi pada kakek mu sehingga kami harus membayar nya," kata Xavier......" karena itu pula dua bajingan iblis harus ku ampuni...."
Aldo binggung mendengar perkataan Xavier, Aldo berpikir sebelum nya Xavi marah karena gagal menghukum Viera dan Vito. Sekarang justru dia yang menjadi alasan kemarahan Xavi.
Aldo mengalah meninggalkan Xavi sendiri, Aldo butuh istirahat supaya pulih lebih cepat.
" benar terbukti .....setelah merasa tidak berhutang budi , sekarang dia meninggalkan ku sendiri ....semua sama saja ...," pikir Xavi marah karena Aldo pergi.
Setelah beberapa saat , Xavi menyiapkan baju nya sendiri dan pergi mandi.
Aldo mengintip sambil menggelengkan kepala , Aldo heran dengan perubahan pada diri Xavier.
" tok ..tok , " terdengar suara pintu ...ada yang datang.
" kakek...," panggil Aldo pada kakek nya di depan pintu.
Alejandro tersenyum...
"Kau tidak persilahkan aku masuk? " tanya Alejandro...,"atau kau masih ...." pikiran mesum Alenjandro saat melihat Xavi keluar hanya ditutupi handuk di pinggang sexy nya.
Aldo langsung gugup setelah tahu Xavi muncul ,"tidak.....tidak seperti maksut kakek....dia baru selesai mandi."
"Sebaik nya kita bicara di teras depan, udara di depan lebih segar , sebentar aku siapkan minum,"kata Aldo, Aldo tidak ingin membawa Alejandro ke dalam rumah karena sikap Xavi , Aldo tidak ingin kakeknya melihat sikap Xavi yang sedang tidak bersahabat hingga kuatir akan dirinya.
Alejandro menunggu di teras depan, Aldo menyiapkan teh dan Kopi panas serta beberapa makanan yang ada.
"Sesuatu yang buruk terjadi , mungkin karena aku meminta mereka melepaskan Folky dan anak-anak nya ....,"pikir Alejandro sambil menghela nafas dalam-dalam,......" bahkan dia tidak menemui ku meskipun melihat ku datang atau menyapa ku , tidak biasanya Xavier seperti ini......"
Di balik jendela dekat teras rumah mereka Xavi berdiri bersandar di balik tembok, matanya terpejam kepalanya menengadah keatas. Xavi menyesali perkataan pedas yang dia katakan pada Aldo setelah mereka pulang dari sidang eksekusi keluarga Klellys.
KAMU SEDANG MEMBACA
devotion
Ficción GeneralPeringatan cerita untuk dewasa18+ Sampah , itu kata yang tepat untuk ku..... Walaupun indah setelah di rusak aku hanyalah sampah yang tidak berguna Setelah wanita yang kupermainkan membalas dendam pada ku aku terbuang , para pria dengan kejam menyik...
