"Kuberikan seseorang pada mu , seorang polisi anak buah ku, mungkin hanya ini yang bisa kulakukan, aku dilarang lagi ikut campur urusan kalian,"kata Rich pada Aidan adik Danny.
"Katakan apa guna dia bagi kami,"tanya Aidan....,"hehe..he seorang polisi belum tentu bisa menang melawan petarung ku yang paling rendah .... Hehe...hee."
"Dia seorang penghianat ...menyusup di kepolisian .... Dikirim oleh ayah nya tangan kanan Moretti.. Kau bisa mengunakan sebagai alat memaksa ayah nya untuk melawan Moretti,"kata Rich.
Mata Aidan langsung berbinar senang .... ,"kau .... Sangat membantu ku.... Aku dan kakak ku tidak akan mungkin lupa budi baik mu."
Rich tersenyum...."aku bukan orang bodoh ... Benar kata si tua bangka aku tidak boleh ikut campur urusan kalian siapa pun yang menang .... Kami polisi harus menjadi pemenang nya tanpa ikut bertarung," otak Rich berpikir licik seperti boss nya. Rich tidak menyadari , bibir nya terucap tidak ikut campur tetapi tindakan nya sudah mencampuri pertikaian dua kelompok mafia besar yang berseteru.
Jiva di jebak oleh Rich dan diserahkan kepada Aidan atau nama aslinya Adiano Lombardo.
"Kau pikir aku bodoh tidak tahu siapa kau.... Bahkan Norman pun tahu siapa diri mu,"kata Rich sebelum menyerahkan Jiva pada Aidan.
Jiva gemetar ketakutan . Dalam otaknya berpikir Norman sudah membalas atas penolakan nya. "Ancaman si polisi tua itu ternyata benar-benar di lakukan...,"pikir Jiva.
Aidan menyerahkan Jiva pada Vaz dan Kiels, Dua algojo milik Lombardo yang terkenal sangat kejam jika menyiksa tahanan.
Jiva disiksa dengan sangat kejam, mulai dari siksaan fisik sampai mental nya, bahkan Jiva disiksa melayani nafsu brutal ke dua algojo itu.
Vaz yang memiliki kejantaan sangat besar dan keras dipaksa masuk ke belakang Jiva yang belum pernah di sentuh siapa pun.
Kiels sendiri menyukai cairan milik pria tampan memaksa milik Jiva keluar terus menerus tanpa istirahat.
Tubuh Jiva dipenuhi banyak luka. Jiva pun memohon-mohon untuk di ampuni.
Semua yang dilakukan hanya untuk membuat Crevo tertekan jika bertemu dengan Putra nya. Aidan berencana mengancam Crevo dengan Jiva. Jika Crevo melihat Jiva tentu akan sangat ketakutan dan mau menuruti perintah mereka.
Saat Crevo sendiri, seseorang menemui Crevo menyerahkan kartu tanda pengenal Jiva di kepolisian. "Jika ingin pria ini selamat temui kami di gudang di pelabuhan malam ini....ingat kamu harus datang sendirian ..... Jika kau melanggar kau hanya akan bertemu dengan jasad nya." Itulah surat yang ditulis bersama dengan kartu pengenal Jiva.
Crevo gemetar ketakutan. Crevo pria yang tidak pernah mengenal rasa takut sebelumnya sekarang merasakan nya. Lutut nya bahkan ikut gemetar, tubuh nya hampir roboh seolah hilang menguap segala kekuatan nya.
"Mengapa saat nya tidak tepat ... Disaat kami akan memulai pertarungan justru putra ku mengalami masalah ," pikir Crevo binggung.
Crevo memutuskan menemui orang yang mengancam nya.
Saat digudang ....
Crevo terkaget melihat kondisi putranya . Tubuh telanjang nya dipenuhi luka dari sayatan pisau juga sudutan benda panas .
"Ampuni aku .... Tolong lepaskan aku.......,"rintihan Jiva yang terlentang diikat di kedua tangan dan kaki nya.
Crevo menahan rasa marah nya dengan menarik nafas dalam-dalam," bebaskan dia ...... Apa yang kalian inginkan."
Ujung pistol Aidan menempel di kening Crevo, dikata susul anak buah nya menahan tubuh Crevo .
KAMU SEDANG MEMBACA
devotion
Ficción GeneralPeringatan cerita untuk dewasa18+ Sampah , itu kata yang tepat untuk ku..... Walaupun indah setelah di rusak aku hanyalah sampah yang tidak berguna Setelah wanita yang kupermainkan membalas dendam pada ku aku terbuang , para pria dengan kejam menyik...
