Sudah 4hari (namakamu) tidak sekolah itu karena ia sakit. Dan hari ini ia sudah masuk kembali, tentunya disambut hangat oleh sahabat-sahabatnya tak terkecuali Iqbaal, sang kekasih
"Kamu benerbener udah fit kan sayang?"
"Iya baay, udah kok! Jangan khawatir banget ah, Jadi lucu!" Canda (namakamu) sembari mencubit gemas pipi kiri kekasihnya
Kini mereka sedang berjalan menuju kelas sembari bergandengan tangan tentunya, bucindasar!
Iqbaal terkekeh seraya mengecup kening sang kekasih, "Ya kan aku khawatir sayangggg,"
"Udahlah baay, gausah aku kamu an segala! Kita gabisa kalo begitu," ujarnya
"Kita apa kamu?"
(namakamu) menatap sinis iqbaal, "Baay please lah!"
"Iyaiyaa,"
*
"Lo beneran udah sembuh (nam)?" tanya Deandra seraya mengunyah roti bakar yang tadi ia pesan dikantin
(namakamu) mengangguk yakin, "alhamdulillah!"
"De, minta dong!" Ucap Reno
Deandra memberikan sepotong Roti itu pada Reno, "Beli sono! Gamodal dasar!"
Reno melahap roti itu, namun baru beberapa saat mengunyah ia memasang wajah masamnya dan hal itu membuat (namakamu) mengeryit, "Ngapa lu?"
Reno terlihat seperti berusaha untuk menelan Roti itu, setelah berhasil menelan ia mengerdik geli, "Gila!"
"Ngapa tu bocah?" tanya Hans seraya melirik kearah Deandra
"Kagatau!"
"De itu roti rasa Stoberi?" tanya Reno dengan tak percaya dan dibalas anggukan
"Ck! Kenapa kaga bilang sih lu? lo kan tau gue gak suka Selai Stoberi!" Kesalnya
Deandra tertawa kecil, "Sengaja gue, sorry ya gantengg!"
"Wah parah lu de," desis (namakamu) terkekeh
"Selai stoberi doang pake kaga suka! Payah lu ren!" Cibir iqbaal
"Heh! Ini bukan masalah Payah atau kaganya! Gue kalo makan itu selai, Gue bisa aja sakit perut!"
"Trus? Sekarang lo sakit perut?" tanya Hans
"Bereaksinya nanti malem!" Ketus Reno
"Wahiya? Sorry deh," ujar Deandra dengan gelak tawanya
"Pengen yang pedes-pedes!" desis (namakamu) dan berhasil didengar oleh iqbaal
"Gak! Gaboleh!"
(namakamu) memasang wajah bingung, "Kenapa emang? Gue gak minta lo bayarin ya!"
"Bukan masalah itunya, Lo emang gasadar ya? Lo baru aja sembuh, gausah dulu makan makanan pedes!" Cerca iqbaal
(namakamu) mendesah, "Tapi baay, Gue pengen--"
"Iqbaal bener (nam), kali ini gue berpihak dulu sama cowok lo ye!" Ucap Deandra seraya menepuk bahu sahabatnya itu
(namakamu) menggenggam kedua tangan iqbaal, "Sedikiitttt aja baay, yah yah!" rengek (namakamu) seraya memasang puppy eyesnya
"Gabisa sayang, Next time aja!"
(namakamu) mendengus kesal
"Kalo mau, beli bakso tapi pake sambel dikit!" usul Hans membuat (namakamu) tercengir
"Nahh--"
"Gak! Gabisa!"
"Atuhlah baay!" rengeknya
"Ck! Gue udah janji sama Bunda camer,"
"Oalahh, Camer tohh," Kekeh Reno
"Ya kan lo bisa boong baay," ujar (namakamu)
"Lo ngajarin hal sesat?" tanya Iqbaal tak percaya
"Enggak elah!"
"Udah pokoknya lo gaboleh makan yang pedespedes dulu!" Peringat Iqbaal
"Tap-"
"Gaada tapi-tapian, Gue akan beli apapun yang lo mau, itu sebagai gantinya! Gimana?" tanya Iqbaal
(namakamu) memiringkan kepalanya, "Gimana yaa?"
"Yaudah sih iyain aja! Gitu doang pake mikir segala!" desis Deandra
(namakamu) mengangguk setuju, "Oke deal!"
bersambung...
INFO: PART KE 100 ADALAH PART YANG TERAKHIR.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐒𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 (𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓)
General FictionPEMERAN CEWEKNYA YEEN, KALO JIJIK GAUSAH BACA! GAUSAH KOMEN!! (𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀) (𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄𝐃) (𝐍𝐚𝐦𝐚𝐤𝐚𝐦𝐮) 𝐑𝐚𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐢𝐪𝐛𝐚𝐚𝐥 𝐑𝐲𝐚𝐧𝐬𝐲𝐚𝐡 '𝐒𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚? 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐭...
