"BAAY! TUNGGUIN NGAPA!!!"
Teriak itu terdapat dari (namakamu) gadis itu tengah mengikatkan tali sepatunya, karna ia sedang olahraga lari di sekitaran luar lingkungan sekolah, teman-teman sekelasnya sudah mendahului iqbaal dan (namakamu), mereka lebih banyak mengobrol dibandingkan larinya, hilih!
Dan kenapa (namakamu) berteriak karna iqbaal tega-teganya mendahuluinya, pria itu memang tidak berlari namun berjalan tapi itu samasaja membuat (namakamu) kesal
"Bukannya bantuin nali sepatu malah ninggalin!" dengusnya sembari terus menalikan tali sepatunya
iqbaal terkekeh seraya menoleh kearah kekasihnya itu, "Buruan woy!"
(namakamu) mengadahkan kepalanya menatap kesal iqbaal, ia bangkit dari jongkoknya, "Bacot lu dasar!"
Iqbaal mengulurkan tangan kanannya, "buru lari! Boyot amat sih lu!"
(namakamu) memenye-menye bibirnya, ia tidak menerima uluran itu, ia lebih memilih untuk melewati pria itu
"Heh! Sombong amat sih?!" desis iqbaal
(namakamu) menghiraukan ucapan iqbaal, ia tetap berjalan mendahului iqbaal dan hal itu membuat iqbaal terkekeh seraya berlari kecil guna menyusul gadisnya itu
"Ciee ngambek!" sindir iqbaal seraya mencolek dagu gadisnya itu
(namakamu) mendengus, ia menepis tangan iqbaal "Ck! Diem ish! Dasar om-om pedofil!"
"Gitu aja marah," desis iqbaal seraya menyisiri poninya
"siapa yang marah," jawab (namakamu) dengan nada yang pelan tanpa menoleh kearah iqbaal
"Emang ya cewek tuh bisa banget nutupin prasaannya,"
(namakamu) menoleh seraya terkekeh, "Dan cowok gak pernah ada yang peka!"
"Dih? Gue enggak ya!"
(namakamu) mendecih, "Lo mana peka?!"
"Gue peka sayang!" belanya
"Trus? buktinya tadi gue taliin sepatu lo malah jalan duluan! Itu yang namanya peka?!" sambar (namakamu)
iqbaal terkekeh, "Itu mah beda kali,"
"Alahh, basi lu!"
"Yaudah sih, gitu doang dipermasalahin!"
(namakamu) menghentikan langkahnya dan refleks iqbaalpun ikut berhenti, "Heh, itu harus dipermasalahin, supaya apa? Supaya lo gak keenakan! Cewek tuh butuh kepekaan cowok yang tinggi!"
iqbaal memutarkan kedua bola matanya, "iya cantik, iya!"
(namakamu) mengusap wajah iqbaal, "Bacot ah!" ia melanjutkan langkahnya dengan sedikit berlari
*
"Nah ini dia! Darimana aja woy! Orang lainmah lari, Lo pada malah asik pacaran!" cibir Hans seraya meneguk air yang ada dibotol minumnya
(namakamu) dan iqbaal barusaja sampai dikelasnya dengan ekspresi yang tercengir, mereka duduk di lantai kelas
"Yang pacaran mah beda," lanjut Reno
"Jomblo sih," cibir iqbaal, "De, air de!" ucapnya menunjuk kearah botol minum milik (namakamu)
"Ish, jangan de! Itukan punya gue baay, Beli sono ah!" Sambar (namakamu)
"Ck! Pelit amat sih," Sinis iqbaal
"Jadi gimana nih? Gue ambilin apa kaga nih?" tanya Deandra
"Gausah!" Ujar (namakamu) kesal
"Iya de, gausah!" ia menoleh kearah Hans, "Hans, minta air!"
Hans memberikan botol minumnya pada iqbaal, "Gelut lagi lo pada?" tanyanya
iqbaal menerima botol itu, ia menggeleng lalu ia meneguk airnya hingga tandas
"Marah-marah mulu," desis iqbaal sembari melempar botol itu ke Hans dengan pelan
(namakamu) mencubit pipi kiri iqbaal gemas, "yang sabar ya kalo jadi pacar gue,"
"Alah, Jadi pacar, Jadi sahabat juga sama aja!" Celetuk Reno
"Wah si reno, minta di tabok! Emang gitu ya Baay?"
iqbaal tersenyum paksa pada kekasihnya itu, "enggak kok enggak, Reno bokis! Lu mah bae sayang," jawabnya penuh penekanan
bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐒𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 (𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓)
General FictionPEMERAN CEWEKNYA YEEN, KALO JIJIK GAUSAH BACA! GAUSAH KOMEN!! (𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀) (𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄𝐃) (𝐍𝐚𝐦𝐚𝐤𝐚𝐦𝐮) 𝐑𝐚𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐢𝐪𝐛𝐚𝐚𝐥 𝐑𝐲𝐚𝐧𝐬𝐲𝐚𝐡 '𝐒𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚? 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐭...