Cinta Tak Dapat Memiliki

20 13 0
                                        

🍯 Karya : Aisyah Syifa 🍯

    Kisah tentang seorang gadis yang selalu mencintai orang yang salah. Dia selalu bingung dengan hatinya sendiri ketika dia selalu menyukai orang yang tidak dapat dia miliki. Terkadang dia selalu menangis ketika mengetahui bahwa dia harus mencintai orang yang sudah menjadi milik oranglain. Setiap dirinya menyukai seorang lelaki sejak lama, pasti saja lelaki itu sudah menjadi milik orang lain, ntah kenapa padahal gadis itu yang lebih dulu mencintainya. Tapi cintanya tiba-tiba patah ketika lelaki yang dia perjuangkan sudah mempunyai pacar. Akan kah dia selalu menjadi pendendam rasa? Atau dia akan berhenti mencintai siapapun karena trauma? Kitapun tidak ada yang tahu, karena takdirlah yang akan menentukan segalanya.

   Seorang gadis berambut sepunggung berwarna hitam mengkilap dengan rambutnya yang agak bergelombang sedang duduk di kelasnya. Dia bisa dibilang gadis yang lumayan sempurna dengan kulit kuning langsat dan bibir berwarna merah cerry. Tapi sayangnya dia agak gemuk dan mungkin itu yang menghalanginya untuk bisa mencapai cintanya. Dia terkadang selalu minder dengan penampilannya di depan laki-laki yang dia cintai. Dia sering memendam rasanya sendiri karena dia yakin tak dapat memiliki apa yang dia inginkan. Gadis itu bernama Keyla, dia adalah gadis yang lumayan baik dan sering mengerjakan tugasnnya tepat waktu. Tetapi dia masih belum bisa masuk peringkat 10 besar. Keyla sangat ingin dirinya bisa masuk peringkat 10 besar, agar temen-temennya tidak selalu merendahkannya. Dia juga ingin mengabulkan keinginan kedua orangtuannya yang menginginkannya masuk peringkat 10 besar bahkan juara umum. Dia sangat ingin sekali mendapatkan itu, hanya saja dia masih sering malas belajar dan malah lebih suka bermain handphone.
“Astaga aku lupa belum mengerjakan pr.” ucapnya sambil mencari buku pelajaran yang belum ia kerjakan.
“Aku harus segera mengerjakannya agar tidak terkena hukuman.” ucapnya lagi lalu mulai mengerjakan tugasnya hingga selesai.

   Saat dia sudah selesai mengerjakan tugas, dia pun mulai membaca buku agar cita-citanya sebagai juara umum sekolah bisa tercapai. Karena ini belum memasuki jam pelajaran dia pun memutuskan untuk pergi ke kantin sebentar.  Saat di kantin dia tidak sengaja bertemu dengan lelaki yang dia sukai tetapi sayangnya lelaki itu tidak menyukai dirinya. Dan itu membuatnya menjadi kecewa, itu juga membuatnya hanya bisa menjadi pendendam rasa cinta.
“Ummmm, sepertinya aku harus membuang rasaku untuknya? Bahkan dia saja tidak ingin melihat muka ku yang dianggap jelek ini.” ucapnya ambil tertunduk lalu membayar jajanan yang dia beli di kantin dan kembali keruang kelasnya.

       Hari ini adalah hari dimana semua siswa ingin sekali merobek kertas yang ada di depannya. Ya, hari ini di kelas 10 Bahasa 1. Sedang diadakan ulangan dadakan Fisika yang membuat semua murid harus bergulat dengan rumus yang bisa mencampai beberapa halaman. Kebanyakan orang paling tidak suka dengan hal yang berbau hitung menghitung kecuali mengitung (uang).

    Aku telah selesai mengerjakan soal Fisika dengan sangat telaten dan susah payah. Aku sebenarnya sangat tidak suka dengan pelajaran hitung-menghitung, tetapi apa boleh buat. Itupun untuk nilai ku sendiri. Saat ini aku sedang berusaha untuk melupakan perasaan ku pada seorang lelaki yang bernama Bryan. Dia adalah lelaki yang aku suka sejak 2 tahun yang lalu. Tapi sayang sekali, semenjak aku masuk SMA, dia selalu menjauh dariku dan menatapku dengan tatapan jijik. Aku benar-benar sangat kecewa dengan kenyataan ini. Kenapa semua orang yang aku suka selalu tidak dapat aku miliki.

   Saat aku sedang asik bergulat dan melamun dengan fikiranku tentang Bryan, tiba-tiba di depan ku sudah ada seorang manusia berbadan tinggi yang berhasil membuat lamunanku membuyar.
“Berhentilah menatapku seperti orang bodoh! Aku tidak suka ditatap oleh dirimu.”  ucap lelaki itu dan pergi meninggalkanku. Jika kalian menanyakan siapa itu, maka jawabanya adalah Bryan. Aku hanya menunduk saja karena aku tahu aku tidak akan pernah bisa mendapatkannya. Bahkan sampai kapanpun? Aku tidak memperdulikan itu. Yang aku inginkan hanya satu, dia yang dulu yang selalu bercanda ria bersamaku. Hanya itu mau ku meski aku tahu, aku tidak akan pernah bisa memilikinya.

    Saat ini aku sedang berada didalam kelas, kegiatanku saat berada didalam kelas adalah membaca buku atau sekedar tidur. Bell istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu dan hanya aku saja yang tersisa di kelas. Aku menatap jendela luar kelasku, disana terlihat jelas jika banyak sekali pohon indah yang membuat mataku menjadi sejuk. Aku sangat suka melihat pemandangan alam yang dapat menenangkan pikiranku dari rasa stres yang menimpaku.

    Waktu berjalan begitu cepat dan saat ini telah memasuki tahap pembelajaran kembali. Setelah bel masuk berbunyi lagi, semua siswa berhamburan untuk kembali lagi kekelas mereka. Akupun hanya tetap duduk diam sampai seorang guru masul untuk mengajar pelajaran saat ini dan seterusnya.

      Saat ini aku sedang berdiam diri dikamar ku. Waktu pulang sekolah sudah terlewat 5 jam yabg lalu dan sekarang sudah memasuki malam hari, tepatnya jam 21.02 WIB. Aku sedang berbaring di tempat tidurku untuk segera memasuki alam mimpi. Aku terbiasa tidur setelah melakukan semua tugas ku sampai selesai. Aku masih berpikir mengapa aku menyukai 3 laki-laki yang semuanya telah memiliki kekasih. Mungkin itu sangat tidak masuk akal jika dipikirkan oleh akal sehat, namun itulah yang terjadi padaku saat ini. Mungkin karena ini adalah kali pertama aku jatuh cinta, makanya aku bimbanh dan malah mencintai 3 lelaki yang tak mungkin dapat ku miliki kecuali di dalam mimpi. Karena aku tidak ingin memikirkan iti terlalu lama, akupun memutuskan untuk tidur dan menemui alam mimpiku.

  Aku sedang berjalan di sebuah lapangan sekolah tanpa di temani siapapu. Aku melihat banyak lelaki yang sedang bermain basket. Karena itu aku berjalan agal menjauh ketepi lapang agar aku tidak mengganggu mereka bermain. Tapi siapa sangka meskipun aku berjalan kepinggir lapangan, salah seorang pemain disana tidak sengaja melmpar bola terlalu tinggi dan mendarat dikepalaku. Tapi sebelum kepalaku terasa sakit, aku mendengar sebuah teriakan meski aku tidak tahu itu dari siapa.
“Keyla awas!” teriak seseorang kepadaku. Tapi sudah terlambat, aku merasalan benturan yang cukup keras membuat pengekihatan ku gelap.
“Bagaimana ini?” ucap seorang lelaki yang tidak sengaja melemparkan bola terlalu tinggi dan mendarat di kepala Keyla.
“Aku juga tidak tahu.” ucap temannya yang lain.
“Menjauhlah, biar aku yang bawa ke UKS.” Ucap seorang pria di belakang Keyla. Terdengar suara yang sangat Keyla  ketahui orangnya, suara itu adalah suara lelaki salah satu dari ketiga lelaki yang Keyla sukai. Keyla merasa heran karena tiba-tiba dia dapat melihat dengan jelas wajah Novan yang sedang menggendongnya ala Brydal Style. Dia terus memandang wajah Novan yang menurutnya sangat tampan itu. Tapi anehnya Novan tidal melihat Keyla sama sekali.
“Apakah Novan kira aku sedang pingsan?” ucap Keyla dalam hati, bibirnya tertutup rapat. Dia hanya bisa melihat wajah Novan dengan jelas. Wajah lelaki yang dia sukai semenjak tahun kemarin. Hanya saja Novan juga telah memiliki pacar yang kebetulan adalah teman sekelasnya. Keyla masih heran dengan suasana ini, ada 1000 pertanyaan yang berada di kepala Keyla. Kenapa dia bisa melihat semua kejadian saat ini? Apakah dia sebenarnya tidak pingsan? Tapi kenapa Novan masih fokus dan menggendongnya jika dia terlihat tidak pingsan? Bahkan teman-temannyapun tidak ada yang bersuara. Padahal mereka berada di samping Novan. Lalu kenapa ini terlihan seperti bukan di UKS? Apa yang terjadi sebenarnya? Banyak pertanyaan yang hanya bisa dibaca didalam pikiran Keyla. Dia sangat merasa heran dengan semua yang terkadi saat ini.
“Bi, tolong urus dia. Dia pingsan dilapang tadi.” Ucap Noval sambil menurunkan Keyla diatas ranjang. Dia terlihat berjalan agak mundur.
“Oh baiklah, kalian boleh pergi biar bibi yang menangani.” balas wanita paruh baya yang dipanggil dengan sebutan bibi itu. Aku melihat Novan mengangguk dan berjalan menjauh. Hatiku terasa sangat sakit saat melihat Novan berjalan menjauhiku, apakah dia tidak melihat? Aku tidak pingsan sama sekali. Tapi apalah dayaku yang hanya bisa melihatnya yang terus berjalan. Aku melihatnya dengan tatapan sendu, tetapi siapa sangka jika Novan akan berbalik. Aku melihat dia berbalik lalu tersenyum padaku, aku merasa wajahku tiba-tiba memarah. Apakah benar jika dia tersenyum padaku? Oh aku sangat bahagia. Apa dia melihat aku yang tidak pingsan? Oh ayolah apalah ini nyata? Aku terus tersenyum sampai sesuatu terasa membentur kepalaku.

    Aku terbangun dan melihat sekelilingku, aku melihat kalau aku sedang berada di kamar sambil memeluk boneka kesayanganku. Aku menatap bonekaku dengan tatapan tersirat sebuah kekecewaan. Seperti nya aku melihat Novan tersenyum padaku itu hanya sebuah mimpi. Air mata ku pun menetes tanpa permisi, dia mengalir cukup deras membasahi boneka ke sayangan ku itu. Dan aku tahu, pada akhirnya semua yang aku harapkan hanya terwujud dalam mimpi. Aku tidak dapat merubahnya agar aku dapat memilikinya. Dan semua hal indah yang aku alami bersama lelaki yang aku sukai hanya terlihat manis pada mimpi. Akupun hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan yang cukup pahit ini. Aku hanya seorang gadis yang hanya dapat menjadi pendendam rasa cinta.

Event; KumcerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang