"Jadi benar kalian hanya teman tapi mesra?"

1.2K 48 0
                                        

Jantung Ruben berdegup, Ia bingung. Hari ini Ia sudah ada janji dengan Diaz, sementara tadi pagi Vanya mengajak main ke rumah pulang sekolah ini. Sejenak ia memejamkan mata sambil memijit pelipisnya seakan cara itu bisa memberinya solusi.

"Ada apa?" Tanya Hans yang sekarang teman semeja Ruben.

"Pusing."

"Kau terlalu banyak kegiatan. Tahun ini penentuan jurusan, kau harus fokus belajar, mungkin kau harus mengurangi salah satu kegiatan. OSIS, sepak bola, kempo itu terlalu banyak sehingga menyita konsentrasi belajar kalau kau terlalu lelah."

Tidak. Yang membuat aku lelah adalah pikiranku.

"Aku punya vitamin, mungkin ini bisa membantumu."

"Thanks Hans."

"Kalau aku jadi kau, aku tidak akan stress karena kau cowok paling beruntung di sekolah ini. Kau tahu alasannya? Karena Vanya adalah vitamin paling manjur untuk selalu semangat di sekolah." Hans meledek Ruben. Sementara Ruben merasa disentil.

"Sayangnya kami hanya sebatas sahabat. Enggak lebih dari itu."

"Kau enggak sedang bercanda kan?"

"Tidak."

"Jadi benar kalian hanya teman tapi mesra?"

"Apa semesra itu yang kau lihat?"

"Yah. Dan kualitasmu pas untuk menjadi pacarnya."

Ruben menggigit lidahnya sendiri, berharap ini hanya mimpi.

***

Potret PersahabatanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang