"Ken. Kalau disuruh pilih antara Kiki dan Sho kau pilih siapa?" Tanya Upi dengan penasaran.
Ken membaringkan kepalanya ke mejanya.
"Toro..." Ucap Ken dengan suara lumayan kecil, dia mulai mengantuk. Ingin segera pulang.
"Piihannya Kiki dan Sho bro... Selain Toro?"
"Enzo...?"
"Kiki dan Sho!" Upi mulai ngegas.
"Ya, Haiden mungkin?" Ken perlahan sadar karena teriakan Upi.
Upi mulai kesal dan ngambek pergi dari kelas Ken.
Ken hanya terheran dengan sifat Upi itu.
'Ada apa dengannya? Jika pertanyaan seperti itu bukankah sudah jelas aku memilih Sho?'
•°•
Terlihat sekumpulan cowo dengan rambut yang berbeda warna sedang memakan bubur dengan cara yang berbeda.
"Kenapa bubur bayi buat bayi, tapi bubur ayam bukan buat ayam?" Tanya Kiki sambil bengong.
"Bubur ayam kan ada ayamnya. Nah, kalau bubur bayi ada..." Sho menggantungkan kalimatnya.
Toro dan Kiki terdiam seketika. Mereka berhenti memakan buburnya.
"Canda," ucap Sho yang melihat reaksi kawan-kawannya.
"Canda guys... Kalian ga anggap serius, kan?" Tanya Sho yang melihat Kiki mulai syok dan Toro langsung menelpon bapaknya untuk menanyakan masalah ini.
Ken hela napas pelan.
"Bubur bayi bukan hanya buat bayi kok. Bubur bayi juga bisa buat orang dewasa," ucap Ken.
Penjelasan Ken tidak berguna. Malah bikin Kiki+Toro semakin panik.
'Kenapa? Bukankah memang begitu? Kenapa mereka terlihat terkejut?' Pikir Ken dengan heran.
"Ja, jadi bubur bayi dari..." Kiki mulai mengeluarkan air matanya.
"Becanda woi. Kalian ga nganggep ini serius kan?" Tanya Sho yang melihat reaksi kawan-kawannga itu yang semakin brutal.
"Hah? Ya nggak lah," ucap Kiki sambil nangis.
°•°
"Ihh! Ken, rambutmu lucu! Tuing tuing gitu," gemes Amu yang melihat rambut Ken.
"Benarkah? Bukankah rambut kami sama aja?"
"Beda! Punyamu lebi tuing tuing! Apa lagi pas lari!" Amu membayangkannya saja ingin teriak.
"Bole coba pegang?" Tanya Amu dengan muka berharapnya.
"Tentu saja," ucap Ken yang sedikit menunduk, bukan sedikit lagi si...
"Hehehe," Amu mulai mengacak-acak rambut Ken.
"Tuhkan! Lembut!" Girangnya.
Ken mulai pegal kakinya untuk menahan berat badannya sekarang.
Ken sekarang kembali ke posisi normalnya, yaitu berdiri lalu hela napasnya dengan lelah.
"Amu, aku tau kau pendek. Tapi aku tidak menyangka kau sependek ini. Sampai kakiku pegal," ngeluhnya.
Amu terdiam sebentar kemudian tersenyum lalu mengeluarkan pisaunya.
"Hah? Apa aku salah bicara?" Bingungnya.
Sampai akhir mereka kejar-kejaran di lorong-lorong. Dengan Ken yang masih belum menyadari kesalahannya.
Apa yang salah? Kan itu memang kenyataan(・ัω・ั) -Ken
KAMU SEDANG MEMBACA
DASAR ANAQ PINTER! (WEE!!!)
Truyện Ngắn[TIDAK DILANJUTKAN LAGI] Masih sangat banyak rahasia yang disembunyikan oleh Kenichi. Mari kita bongkar satu-satu. Hanya cerita pendek yang terdiri atas 200-300 kata WARNING : BxB, lemon? UkeOC? Random update
