"Kalau begitu kami kembali saja," ucap Toro.
Ken tersenyum canggung dan ada rasa bersalah, "Maaf ya... Adekku mendadak sih."
"Tidak apa-apa, salah kami juga datang mendadak."
"Oh ya, ini ibuku yang kasi. Katanya lain kali datang berkunjung lagi," ucap Ken menyerahkan beberapa kotak kue itu.
"Padahal tidak perlu repot-repot," ucap Amu.
"Kurasa aku juga iri dengan Ken deh, punya ibu sebaik ini," ucap Amu.
"Tidak juga.."
"Di mana ibumu? Kami harus berterima kasih padanya," ucap Toro.
"Ibuku tadi ada urusan jadi keluar lagi."
"Ibumu sibuk sekali ya," gumam Upi.
Setelah beberapa menit mereka meninggalkan rumah Ken, "Kei cepat."
"I-Iya, bentar."
"Memang mencerminkan sifatmu sekali ya, kalau tidak dapat hal yang kau inginkan malah ngadu ke ibu."
Kei mendengar itu hanya diam.
"Di mana teman-temanmu sekarang," tanya Ken yang membuka ponselnya untuk melihat jam.
"Ada beberapa yang sudah sampai di mall."
Ken menyandarkan kepalanya ke jendela mobil.
'Malas sekali,' batin Ken.
'Nanti di depan temannya Kei. Kalian harus bersikap akrab.' mendengar perkataan dari ibunya sendiri membuatnya semakin malas.
'Sampai kapan aku harus berpura-pura seperti ini.'
"Kei!" Panggil temannya yang melambaikan tangannya.
"Yuna!"
"Maaf aku datang terlambat!" Ucap satu temannya lagi.
"Santai saja Reina," ucap Yuna.
"Kita sudah ngumpul semua ni... Sekarang mau ke mana?" Tanya Kei.
Ketiga kakak laki-laki yang di belakang hanya bisa pasrah dengan adek perempuannya ini.
"Bukankah sudah jelas? Tentu saja hal utama, kita harus ke toko buku!"
Mereka pergi ke Gramedia.
Mereka beli apa? Sudahlah, tidak perlu ditanyakan.
Ken dipaksa untuk tanya ke beberapa pegawai di sana tentang buku **.
Sekarang mereka pergi ke restoran yang baru dibuka itu.
"Kei, makannya jangan belepotan," ucap Ken yang mengelap pipi Kei yang terkena sedikit coklatnya.
"Hehehe, maaf."
"Sosweet skali," iri Reina, "Apa daya abangku yang hanya bisa berekspresi datar ini," Reina sekali-kali melirik ke arah abangnya.
"Hahahaha, yang penting dia tidak jahat, kan," ucap Yuna, "Abangku sering iseng padaku."
Yang digibahin hanya diam saja.
"Hee, abangku terkadang juga iseng kok," ucap Kei.
"Tapi pasti lebih banyak baiknya, kan. Abangmu itu tipe yang pengertian," ucap Yuna.
"Kalian berlebihann," ucap Kei tidak enak.
"Lagipula setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, abang Reina terlihat seperti tsundere dan abangnya Yuna juga seperti tipe yang ceria gituu."
"Tsundere yaa, bukankah di komik biasa tipe yang tsundere selalu sama yang soft boy gitu?" Obrolan mereka dah melenceng ke mana-mana.
Andai mereka tau kebenarannya -Kei
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
DASAR ANAQ PINTER! (WEE!!!)
Historia Corta[TIDAK DILANJUTKAN LAGI] Masih sangat banyak rahasia yang disembunyikan oleh Kenichi. Mari kita bongkar satu-satu. Hanya cerita pendek yang terdiri atas 200-300 kata WARNING : BxB, lemon? UkeOC? Random update
