"Sho, kalau seperti ini terus kau bisa tidak naik kelas loh." Ucap Ken yang sekarang berada di kelas 1 SMP. Ken adalah bocah pendek di saat itu, bahkan lebih pendek 3 cm dari Sho.
"Biarin aja. Walaupun tidak naik kelas aku akan tetap sekolah kok."
"Ya... Ga salah juga sih. Tapi nanti gabisa bareng lagi."
"Bisa kok, selain sekolah kita juga sering bertemu."
"Emang ga salah si."
"Daripada aku, kau harus naik kelas."
"Jelaslah. Aku ga pernah berantem, dan juara 1 terus. Yakali ga naik kelas."
Begitu pikir Ken kecil saat itu. Tapi suatu hari dia tidak sengaja mendengar percakapan antar guru di ruang guru.
"Sepertinya Shoto ini harus tinggal kelas ya. Dia bahkan keciduk di pertarungan ilegal, malahan jadi petarung terkuat di sana. Percuma ilmunya tinggi..."
"Ya, dia harus intropeksi diri."
'Sho... Beneran ga naik kelas?'
Ken menggigit bibir bawahnya dengan kuat dan segera pergi dari sana.
Mulai saat itu. Nilai Ken mulai menurun, itu membuat guru-guru semakin heran. Apalagi teman-temannya. Apalagi sifat Ken juga berubah drastis. Sampai dia dipanggil ke guru BK karena pukul anak orang.
Saat di taman sekolah yang gaada orangnya, "Apa yang kau lakukan?! Kau tidak memikirkan masa depanmu?! Kau sendiri yang bilang ingin menjadi guru, kan?!" Sho menarik kerah baju Ken.
"Hanya karena guru bilang aku tidak naik kelas kenapa kau sampai membuat masalah seperti ini?!"
"...hari itu, bukankah kita sudah berjanji? Tidak akan membiarkan siapapun merasa sendirian."
"Hanya karena itu? Hanya karena itu kau membuat hal seperti ini?! Padahal kau murid teladan di sekolah ini, bisa-bisa kau tidak naik kelas!"
"Apa maksudmu hanya karena itu?! Apa bagimu janji itu bukan apa-apa?"
"...Bukankah itu pertanyaan yang harus ditanyakan kepadamu? Kau terlihat seperti punya alasan lain!"
"Memang, memang benar aku punya alasan lain. AKU MENYUKAIMU! Dari dulu, sangat. Aku menyukaimu. Karena itu aku melakukan semua ini agar terus bisa bersamamu."
"...APA KAU TIDAK MEMIKIRKAN IMPIANMU?! IMPIANMU AKAN HANCUR KARENA HAL TIDAK BERGUNA SEPERTI INI!"
"HAL TIDAK BERGUNA?! APA MAKSUDMU PERASAANKU INI HANYA MAIN-MAIN?! JANGAN BERCANDA!"
"Memangnya apa bagusnya tinggal kelas bersamaku?! Kau harus lebih memikirkan dirimu sendiri! Aku tidak akan menerima pernyataan cintamu itu-!"
Ken terdiam mendengar itu, dan dengan cepat melepaskan cengkraman Sho dari kerah bajunya.
"Tidak, bukan begitu-!" Ucap Sho yang tadi tanpa sadar mengatakan hal yang berlawanan dengan kalimat yang ingin dia katakan.
"Haha, begitu ya..."
"A-"
'Tidak! Sialan! Kenapa suaraku tidak bisa keluar?! Aku juga nenyukaimu! Bahkan rasa sukaku pasti melebihimu! Kumohon-! Aku juga menyukaimu dari dulu! Sejak kecil!' Ingin sekali Sho mengatakan itu, tapi suaranya tidak dapat keluar. Mungkin ini karena pertarungannya kemarin melukai lehernya. Belum sembuh sepenuhnya dia sudah teriak-teriak seperti tadi.
"Maaf. Seharusnya aku menunggu jawabanmu baru melakukan hal gegabah seperti itu."
"Sudah terlambat untuk mengubahnya. Semua jawaban ujian kenaikan kelas ini aku mengisinya dengan jawaban yang salah."
"Aku juga menyukai-mu-!" Sho mengatakannya dengan susah payah, tenggorokannya terasa begitu sakit sekarang.
"Haha... Tidak perlu memaksakannya. Perasaan itu memang tidak bisa dipaksakan, ya. Hanya dengan jawabanmu barusan aku sudah cukup senang kok."
Badan Sho rasanya sudah membeku sekarang.
"Ugh... Maaf, aku pergi dulu, ya..." Ken langsung kabur dari sana, matanya memanas. Dia tidak dapat menahannya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DASAR ANAQ PINTER! (WEE!!!)
Short Story[TIDAK DILANJUTKAN LAGI] Masih sangat banyak rahasia yang disembunyikan oleh Kenichi. Mari kita bongkar satu-satu. Hanya cerita pendek yang terdiri atas 200-300 kata WARNING : BxB, lemon? UkeOC? Random update
