Ken POV ON
Seperti biasa, aku melewati hari-hariku dengan damai. Walaupun sekarang ada kasus baru, aku masih berpikir cara untuk mengembalikan wajah Upi yang mendadak jadi ikemen itu.
Emang rada kasian sih... Mana tiap hari dikelilingi cewek-cewek gatel.
Aku sedang fokus dengan pikiranku sendiri, tiba-tiba seseorang yang berlari kencang menabrak bahuku, tapi malah dia yang jatuh.
Ken POV OFF
"Enzo?" Bingung Ken.
Orang jatuh itu kembali bangkit.
"Lah, Upi. Ngapain kau makai jaket Enzo," bingung Ken.
"HUWAAAAA, KEN! Sakit woi bgst!" Ucap Upi yang rada ngegas dan teriak.
"Lah, kan kau yang nabrak tdi," ucap Ken yang tydak terima.
Upi mendengar suara langkah yang tidak asing baginya dengan secepat kilat menoleh ke arah belakang. Dia langsung cepat-cepat berdiri.
"Woi lari!" Teriak Upi yang panik.
Ken yang kebingungan tapi tetap ae lari.
"Woi, yang bener jak, ku baru datang dah disuruh lari begini, lagian napa klian berdua sampe dikejar ama guru?! Mana ni tas berat lagi."
"Sekarang tidak ada waktu untuk menjelaskannya," ucap Enzo yang ikutan panik tapi tetap stay cool.
Upi sekarang rasanya ingin menangis keras, dan dia menyesal karena tidak terima fisiknya waktu berwujud perempuan, dan sering melampiaskannya ke orang-orang.
Dan dengan tepatnya Upi ke sandung kakinya sendiri, dan terjatuh ke lantai, mana muka duluan yang jatuh...
BUAK! Suaranya terdengar begitu keras dan renyah.
Ken langsung berhenti lari.
"U-Upi?" Kaget Ken, Pagi pagi dah bikin orang syok berat.
"Hahahaha! Mau lari ke mana lagi kalian berdua?! Kalian pikir bapak bisa dibodohi?" Ucap gurunya tersenyum seperti guru killer.
"Dasar penyusup! Sudah saya bilang Upi yang saya didik itu perempuan bukan laki-laki tampam sepertimu!" Ucap gurunya ke Upi.
Ken perlahan mengerti situasinya.
"Pak- bapak, walaupun memang sulit dipercaya tapi ini beneran Upi..."
Pak gurunya melihat tanda di baju Ken.
"Kau osis bukan. Bawa dia ke kepala sekolah sekarang."
"Huuhuuu, pak guru jahat, gak mau tau, capek. Aku mau pulang!" Nangis Upi yang kembali sadar.
"Loh, beneran Upi?" Kaget pak gurunya.
"Sakit," ucap Upi.
"Maafin bapak ya, bapak kira kamu bohong," panik gurunya.
"Mau pulang...!"
"Jangan nangis aduh, gimana ni."
"Iyaa, ku antar pulang yah," ucap Ken yang ikutan panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
DASAR ANAQ PINTER! (WEE!!!)
Historia Corta[TIDAK DILANJUTKAN LAGI] Masih sangat banyak rahasia yang disembunyikan oleh Kenichi. Mari kita bongkar satu-satu. Hanya cerita pendek yang terdiri atas 200-300 kata WARNING : BxB, lemon? UkeOC? Random update
