73. Klub (3)

839 136 4
                                        

"Tolong bang! Skali ni aja!" Seseorang dari klub animal lovers memohon Ken dan Sho sampai sujud-sujud gini.

"Saya mohon! Demi masa depan klub ini!"

"Kalau dengan fisik kalian berdua pasti brosur ini bisa kejual habis!"

"..."

Ken sama Sho sampe akhir juga terpaksa menerimanya.

Sho disogok uang sebanyak-banyaknya. Kalo Ken sih terpaksa untuk menjaga imagenya yang suka membantu orang lain.

"Ih, ada club animal lovers juga dong! Hewannya lucu-lucu!" Ucap perempuan-perempuan di sana.

"Aaaa! Jadi mau pindah sekolah ke sini deh, soalnya kakaknya baik-baik dan ramah-ramah."

"Tahun depan masuk sekolah ini deh~"

"Itu kucingnya sama ularnya kok bisa akur yaa?"

"Ih takut juga, itu ularnya kepalanya gede, apa kucingnya ga di ngap?"

"Aman ya dek ini ularnya udah dijinakin, jadi aman ya maniss," ucap Sho dengan senyumannya yang sangat jarang itu. Tentu saja fakesmile.

"Mau dijinakkin juga dong kak!"

"Ga boleh dong, kalian kan manusia masa mau dijinakkin sama kek hewan?" Ucap Ken yang agak ngeri dengan Sho sekarang tapi tetep pertahanin aktingnya.

"Ini kucingnya jinak loh, lembut lagi. Mau coba gendong?" Tanya Ken.

"Wah! Boleh boleh. Kapan lagi kann kesempatan ini."

Adkel-adkel di sana berbinar.

"Pasti kucing ini dirawat dengan sepenuh hati, kan? Adek mau juga dongg dirawat kayak kucing ini~~"

"Hahaha, gaboleh dong, masa manusia dikasi makan-makanan kucing tiap hari sih," Ken sedikit tertekan sebenarnya.

"Anjir gila! Kak kok bisa ganteng banget sii?! Minta no nya dongg."

"Shh, ngomong kasarnya dikurangin yah, kurang enak didenger yang lain," ucap Ken sambil elus kepala cewe yang ngomong kasar tadi.

Perempuan yang dielus itu udah merah abis mukanya.

"Nanti saya jinakkin beneran jangan nangis, ya," ucap Sho.

"Gini deh, kalau ambil 1 brosur kami kasi no hp kami."

"Maauuu!!"

"Aku maunya bonus yang lain kak!"

"Hahahaha, kalau mau masuk ke sekolah ini silahkan saja, pintu terbuka lebar kok."

"Afff! Sulit saya mau masuk sekolah ini! Mleyot tiap hari nanti saya liat ketampanan kakak-kakak!"

Sho dan Ken hanya tersenyum tertekan, demi brosur ini habis, mereka akan berusaha sekuat tenaga.

"Ohya, untuk nomor ini jangan disebar yaa. Untuk kalian-kalian saja ya dek."

"Hehe iyaa kaak!"

"Aku mau kasi kakak bonus dongg~"

"Ya?" Heran Ken, abis dapat nomor kenapa wanita ini tidak pergi.

Perempuan itu tiba-tiba tarik dasi Ken lalu mencium pipinya, aku bonusnya ini aja kak."

Abis cium pipi Ken, wanita itu langsung ngereog pergi.

"....."

"Lancang banget jadi cewe. Kenal aja kagak. Mau jadi murahan? Punya harga diri ga sih?" Sho terlihat dah super duper kesal dengan cewe-cewe tadi yang samperin mereka.

Ken hanya berdecak kesal lalu make lengan bajunya hapus bekas cium tadi dari pipinya.

DASAR ANAQ PINTER! (WEE!!!)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang