11. Libur (1)

2.6K 390 20
                                        

"Bang."

"Apa," tanya Ken dengan wajah datar yang sibuk belajar.

"Bisa temani sebentar?" Tanya adeknya Kenichi yaitu Keina.

"Temanku ajak keluar, tapi mereka pada bawa abangnya..."

"Kei. Apa kau tidak lihat aku sekarang lagi ngapain?"

"Tapi, inikan hari libur," ucap Kei yang sedikit mengecilkan suaranya.

"Tidak ada kata libur dihidupku. Pergi."

Ken mengusir Kei, Kei ingin membujuk Ken tapi dia memilih untuk diam saja.

Pada dasarnya hubungan antara Kei dan Ken tidaklah baik. Walaupun mereka kakak adek kandung.

"Baik.. maaf mengganggu."

Kei sangat takut pada Ken. Setelah diusir seperti itu, diapun terpaksa meninggalkan kamar Ken.

Tak lama kemudian, pintu kamar Ken diketuk.

"Tuan. Teman-teman anda datang mencari anda," ucap salah satu pelayan di rumahnya dibalik pintu kamar Ken.

"Suruh mereka masuk saja. Tunggu di ruang tamu, siapkan hidangannya."

"Dimengerti."

'Mendadak sekali datangnya.'

Ken segera bersiap-siap.

"Kenapa kalian mendadak datang, harusnya kalian kabari dulu," ucap Ken.

"Sudah biasa kok aku tiba-tiba datang," ucap Sho yang rebahan di sofa sudah seperti rumah sendiri.

"Yaa, ga salah sih," ucap Ken.

Tidak lama kemudian, nama Ken dipanggil-panggil.

Ken terkejut dan langsung menghampiri emaknya yang baru pulang dari luar.

"Oh! Astaga, apa kalian teman-teman Kenichi?" Ucap ibu Ken.

"Iya, maaf ganggu tan," ucap Toro dengan sopan.

"Waah, ibu Ken cantik sekali seperti umur 20 tahunan," gumam Upi yang berbinar.

"Hahaha, bisa saja. Kalau gitu tante pergi dulu ya, berteman baik dengan Kenichi, ya."

Saat ibu Ken meninggalkan ruang tamu, Upi langsung heboh.

"Uwah! Gilaa, hidup Ken enak amat. Punya rumah besar, banyak uang, ibu baik plus cantik, adek imut," binar Upi yang mengiri.

"Andai saja kita bisa tukar jiwa," ucap Upi yang heboh.

"Aku malah iri dengan hidupmu yang bebas Upi."

"Kenichi!" Teriak ibunya Ken.

"Bentar dulu, nanti aku balik lagi."

"Wokeh," ucap Amu.

"Sana temani Kei bersama teman-temannya. Kalau mau sekalian ajak temanmu yang ada di sana."

Ken menatap kearah Kei yang menunduk itu. Lalu hela napas pelan.

"Iya. Tapi aku tidak bisa lama-lama, nanti aku juga ada les."

"Les biarin saja dulu. Yang penting temani Kei dulu."

'Ibu memang terlalu memanjakan Kei."

'Bahkan saat Kei ketahuan mengoleksi buku BL ibu saja tidak bereaksi apa-apa.'

"Baiklah."


"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


DASAR ANAQ PINTER! (WEE!!!)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang