101. Tumpah

595 92 0
                                        

"Rasanya ga pengen ke sekolah..." Gumam Ken yang hari ini terasa begitu ngantuk.

Seperti biasa, Ken hanya melewati ibu dan adiknya yang sedang sarapan di meja.

Ken segera masuk ke mobil lalu ke sekolah. Sebenarnya tadi di mobil hampir ketiduran, untung aja dia masih mempertahankan kesadarannya.

'Baru kali ini ngerasa ngantuk..'

Ken di luar melihat sekolah bagian kiri terbakar, terlihat asap hitam di sana sangat banyak.

'...Palingan klub Tataboga kebakaran lagi, ga heran.'

"A-Anu! Kak... A-Aku sudah lama suka sama kakak, tolong terima ini, ini coklat buatanku sendiri! Dan jadilah pacarku... Kalau bisa..." Ucap seorang gadis.

"Maaf, tapi ada yang lebih baik dari aku kok."

Ken tidak sengaja melihat orang yang sedang mengungkapkan perasaannya. Apalagi di sana sepi, akhirnya Ken buru-buru pergi dari sana dan memilih pura-pura tidak melihatnya.

'Jadi mengingat kenangan buruk.'

Ken mendengar keributan di depannya. Terlihat Amu dan Sho di sana.

Terlihat Amu yang melempar kaleng soda yang sedang menyembur ke mana-mana itu ke dinding, tapi malah mantul ke dirinya sendiri.

Ken menahan tawanya.

"AAAAARGHH!! HARI SIAL! MINUMAN SIAL! KALENG BAWA SIAL!"

"KE NERAKA SANA!" Marah Amu yang langsung membuang kaleng itu ke sembarang arah.

'Dasar bodoh!' Ken langsung melek dan berlari ke arah kaleng itu terlempar.

Buak!

Kaleng itu langsung mendarat ke arah kepala Ken.

"KE-KEN?!" Kaget Amu.

Ken yang awalnya ngantuk langsung sadar saat kena siram coca cola.

Ken mengambil kaleng soda itu dari kepalanya lalu melihat orang di belakangnya.

"Bu Aya gapapa?" Tanya Ken.

"I-Iya ibu gapapa, mending kamu ke UKS ambil seragam baru..." Ucap bu Aya yang juga syok. Bu Aya langsung melihat ke 2 orang di belakang Ken.

"SIAPA YANG LEMPAR TADI?!" Teriak bu Aya.

"Ma-Ma-Maafkan saya bu! Saya tidak sengaja!" Ucap Amu yang gemetaran sambil bungkuk berulang kali.

"Kamu tadi sengaja lempar ke saya, ya?!"

"Ga bu... Tadi saya kira gaada orang di sana..."

"Mau ada orang atau gaada tetap saja kamu salah! Jangan buang sampah sembarangan! Lihat, temanmu jadi basah kena airmu!" Marahnya ke Amu.

Terlihat Amu udah gemetar hebat.

"U-udah bu, gapapa. Lagian Amu juga ga sengaja..." Ucap Ken yang berusaha melerai.

Bu Aya hanya bisa hela napasnya. "Lain kali lebih hati-hati." Sehabis itu, bu Aya langsung pergi dari sana dan menghapus noda coca cola yang di kacamata.

"Ke-Ken... Maaf, maaf!" Ucap Amu.

"Gapapa, lain kali hati-hati." Ucap Ken dengan pasrah.

"Aku ambilin baju ganti ya?! Ini baju sama rambutmu basah semua!"

"Ga usah, lagian yang basah cuman jaketku doang. Rambut tinggal cuci nanti. Walaupun agak ga nyaman tanpa jaket sih..." Ucapnya pelan.

"Ni." Ucap Sho yang memberikan jaketnya ke Ken.

Ken diam sebentar melihat itu, lalu menerimanya.

"Makasih. Besok kukembaliin."

Amu hanya menyimak di sana.

"Harusnya lu marahin aja ni orang." Ucap Sho.

"Lagian juga ga sengaja. Masih mending sih ga kena bu Aya, biarin aja."

"Huweeeee, Kenn. Maaff, makasih! Makin sayang jadinya!" Amu langsung meluk Ken dan menabrak Sho.

"...." -Sho.

DASAR ANAQ PINTER! (WEE!!!)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang