Sejak Ken menolak tawaran pak Eko tentang mengajari Amu dan Upi, dia mulai sedikit kasihan kepada mereka karena diajari oleh Sho.
Sekarang sudah waktu selesai belajar, Ken juga sudah bersiap untuk pulang karena sudah selesai dengan urusannya sendiri.
Jalan pulangnya itu melewati kelas sebelah, dan terlihat Upi dan Amu udah nangis-nangis karena diajarin Sho.
'Tapi... Aku ngerti sih kenapa Shoto memang se emosi itu. Lagian 2 orang tu emang dongo. Kurasa bahkan Doggo lebih pintar daripada mereka 2...'
"AAA SHO GALAK! Amunya jangan digituin! Aku ngaduin ni ke yang lain!" Teriak Upi sambil nangis.
Ken hanya bisa tepuk jidat melihat mereka. Akhirnya dia masuk ke kelas itu.
"Shoto, ganti. Hari ini giliran aku yang ngajar mereka."
Mereka ber-3 langsung menoleh ke arah Ken bersamaan.
"HUWEEEE!!! AYANG KEN! SYUKURLAH MASIH ADA YANG BELUM PULANG."
"Syukurlah Ya Tuhan Ya Robin... Demi apapun, akhirnya aku bisa bebas... Akhirnya bisa libur." Ucap Sho.
"Ken, lu harus sabar ngajarin mereka, IQ mereka beneran rendah. Bahkan anjingku masih lebih pinter."
"Aman, aman."
———
"...Gapapa, masih permulaan. Emang butuh waktu kok hapalin rumusnya." Ucap Ken sambil tersenyum.
"Ken... Pen di tanganmu kok retak?" Tanya Amu yang sedikit melotot ke arah pen yang mulai bocor itu.
"Hiks, emang ayang Ken lebih pengertian sama sabaran..." Dramatis Upi.
Dan beberapa menit telah berlalu...
"BANG***! SOAL GINIAN LU MASI GABISA?! ULANGIN LAGI AMPE DAPET!"
"Ko****! Kalau gua ngejelasin itu diperhatiin bukannya malah ngelamun!! Soal beginian waktu umur 4 tahun gua juga bisa jawab!"
"Sabar atuh... Jangan sampe ngata-ngatain gitu juga, sakit ati aku dengarnya." Ucap Amu.
"HUAAA! KEN JAHAT! KUTARIK KEMBALI PERKATAANKU TADI!"
"KEN, KALAU GALAK GITU TERUS KITA PUTUS LOH! OTAKKU BISA MELEDAK TAU KENA PENJELASAN DARIMU!"
"OTAK MELEDAK PALAK BAPAK KAU! T*L** ANJ***!!! KAYAK LO ADA PERHATIIN PENJELASAN GW AJA!"
"BARU SEGINI UDAH NYERAH?! LU TIAP HARI HARUS MULAI BELAJAR! DIMULAI DARI SUBUH SAMPAI PAGI! MAU STRES SEKALIPUN HARUS LO LAKUIN KALAU MAU NGUBAH HIDUP LU!"
BRAK!
"DUDUK SINI!"
"AMU! APA KAU DARI TADI DENGAR PENJELASANKU?! SUDAH GUA BILANG SOAL INI PAKE RUMUS INI! KAPAN SIH OTAK LU BISA LANCAR?!"
"Ta-Tadi Ken sendiri yang bilang kalau butuh waktu buat hapalin rumusnya..."
"UDAH GUA JELASIN 10 KALI TAPI MASIH BELUM HAPAL JUGA?! EMANG OTAKMU SEDENGKUL APA?!"
"HUWEEE! KEN GALAK! KEN JAHAT! AKU GAMAU BELAJAR LAGI! MAU NIKAH AJA HUWEE!" Rengek Upi.
"Amu. Kalo lu berani mukul gw pake kursi kek ke Shoto tadi siap-siap aja." Ucap Ken yang melotot ke arah Amu.
Tadi Amu sempat memukul Sho dengan kursi, walaupun dapat dihindari olehnya, tapi tetap saja ada bekasnya di sana.
"Yes, sir..."
"Lihat IQ kalian serendah ini, apa kalian tau 1+1= berapa?"
"TAULAH! KAMI JUGA LULUSAN TK SAMA SD KALI!" Teriak Amu dan Upi.
"Berapa?"
"2!"
"Mana rumusnya?"
Upi dan Amu terdiam.
"Emang ada rumus...?" Tanya Upi.
"Ti-Tinggal ditambahin gitukan?" Ucap Amu yang menunjukkan 2 jarinya.
"TAI, TO***! KALIAN BENERAN LULUSAN SD SMP GA SI!? ANJ****! MASA GATAU RUMUS 1+1?! BEGO!"
"HUWEE! KEN MULAI LAGI!"
KAMU SEDANG MEMBACA
DASAR ANAQ PINTER! (WEE!!!)
Historia Corta[TIDAK DILANJUTKAN LAGI] Masih sangat banyak rahasia yang disembunyikan oleh Kenichi. Mari kita bongkar satu-satu. Hanya cerita pendek yang terdiri atas 200-300 kata WARNING : BxB, lemon? UkeOC? Random update
